Kalau dalam artikel Kisah Balap Jalanan Khas Jepang: Wangan, saya sebut nama Isami Amemiya dan Smokey Nagata, maka dalam tulisan ini, Keiichi Tsuchiya, Dorikin atau raja drift sohor Jepang, adalah persona yang pas untuk menggambarkan karakter balap Touge.

balapan-jepang-touge-2

balapan-jepang-touge-3

Yup, sang raja drift memulai karir balapnya dari sini. Malah disebut-sebut Touge racing adalah akar munculnya drifting di Negeri Matahari Terbit. Arti kata Touge (峠) sendiri adalah melewati gunung. Dan model balap liar pegunungan ini dimulai sejak tahun 1960-an oleh klub Rolling Zoku.

Dalam budaya populer, Touge diperkenalkan lewat komik dan film Initial D yang dikarang Shigeno Shuichi. Konon karakter utamanya, Takumi Fujiwara, terinspirasi oleh Keiichi Tsuchiya dengan Toyota AE86-nya.

balapan-jepang-touge-4

Konsep balap liar ini simpel. Para anggota Rolling Zoku awalnya hanya memacu mobilnya di jalur pegunungan dari titik A ke titik B yang disepakati, dalam waktu tercepat. Pemenangnya akan dapat hadiah menarik, dan dianggap sebagai pembalap jagoan.

Lantas karena tertantang menciptakan waktu yang makin cepat lagi, mereka berusaha memaksimalkan potensi teknik dan kemampuan mobilnya lewat berbagai cara. Salah satunya adalah memaksimalkan peran kaki-kaki mobil biar dapat grip mumpuni ketika menikung di jalur pegunungan. Ganti per, pakai ban kompon lunak, dan velg ringan.

Alih-alih dapat cengkeraman terbaik, jalur pengunungan dengan belokan tajam dan kontur jalan miring, malah membuat mobil-mobil itu kehilangan kontrol dalam kecepatan tinggi. Tentu bukan hal bagus. Namun, para pembalap menemukan teknik terbaik, dengan mengendalikan mobil lewat counter steering, rem tangan, serta memainkan pedal. Dari sinilah teknik drifting akhirnya lahir.

balapan-jepang-touge-5

Popularitas gaya mengemudi drift ala anggota Rolling Zoku ini diekspos ke publik lewat penampilan Kunimitsu Takahashi. Pada 1970, ia turun di kejuaraan All Japan Touring Car Championship, dan sukses menjuarai 50 kemenangan pakai Nissan Skyline “Hakosuka” KPGC10 memakai teknis sliding tersebut.

Sejak saat itu, drifting pun mulai dikenal, dan balap Touge pun dijadikan salah satu cabang motorsports yang digarap profesional dalam payung D1 Grand Prix.

Tipe Balap dan Jenis Mobil

Dalam Touge, ada beberapa tipe balap yang disepakati dari awal. Yang pertama adalah Cat and Mouse. Tipe ini adalah balapan kejar-kejaran, dimana pemenangnya adalah yang mampu menambah jarak antara mobil. Jadi, jika pembalap di depan mampu menambah jarak dengan pengejar, atau sang pengejar yang mampu memperkecil jarak dengan pembalap di depan, dialah pemenangnya.

balapan-jepang-touge-6

Apakah menyalip dapat dilakukan? Jika ada kesempatan bisa saja, namun resikonya sangat tinggi karena bisa jatuh ke jurang! Oh ya, jika salah satu mobil mengalami masalah seperti menabrak misalnya, mobil lainnya dinyatakan pemenang.

Tipe selanjutnya adalah Grip Gambler yang dijabani kalau jalanannya cukup lebar. Karena start-nya dilakukan berbarengan dan pada posisi bersebelahan, dan cara cari pemenangnya adalah mobil yang masuk finish duluan, maka kategori ini dianggap sebagai model balap Touge yang tradisional.

balapan-jepang-touge-7

Time Attack adalah tipe berikutnya yang disepakati. Jenis ini lebih aman karena hanya satu mobil yang dibiarkan melaju untuk mencetak catatan waktu tercepat. Pembalap lainnya harus mencetak waktu lebih cepat lagi kalau mau memenangkan pertarungan ini.

Sebagian besar pilihan mobil yang digunakan balap Touge adalah jenis FR (front-engine, rear wheels drive), yang dinilai punya kemampuan sliding lebih baik dibanding lainnya. Karena ketika direm, bobot mobil pindah ke depan dan membuat roda belakang kehilangan traksi. Dengan counter steering yang tepat, mobil pun bisa berbelok dengan cepat.

balapan-jepang-touge-8

Beberapa mobil yang populer dipakai para Touge driver adalah Toyota AE86, Nissan Silvia, Mazda RX-7, dan Datsun 240Z.