Kalimat yang bilang kalau mobil berpenggerak 4 roda tak lagi identik off-road, ada benarnya. Soalnya, sistem gerak tersebut makin berkembang dan tak hanya dipakai buat melibas medan berat. Walaupun secara teknis punya traksi lebih baik dibanding mobil gerak 2 roda, FWD atau RWD.

Tapi sesuai kemajuan teknologi, mobil gerak 4 roda juga kian banyak jenisnya. Dipakai mulai dari model jip, hatchback, sampai sports car. Bahkan kini sistemnya makin pintar dan canggih. Tak hanya memudahkan handling, tapi juga meningkatkan keamanan dan kenyamanan berkendara.

Maka di bawah ini ada beberapa jenis sistem all wheel drive yang harus Anda ketahui;

Part Time 4x4

2017-toyota-HiLux-Tonka-Concept-0016

Ini adalah sistem gerak 4 roda paling konvensional dan populer. Pada sistem ini, keempat rodanya tidak selalu berputar. Biasanya ada pilihan pada tuas transmisi, yakni 2H, 4H dan 4L. Dimana pada pilihan penggerak, diatur oleh seperangkat roda gigi di dalam transfer case. Lantas transfer case menyalurkan tenaga dari mesin ke roda depan bila spek mobilnya rear wheel drive (RWD), atau sebaliknya.

Meski memiliki kemampuan mengatasi medan berat lebih baik, tapi tidak begitu dengan kecepatannya. Soalnya, sistem low-range gear menyebabkan kendaraan berjalan lambat. Maka sebut-sebut sistem ini sangat pas buat mobil yang kerap dipakai melewati medan berat (off-road).

Full Time AWD

97866subaru

Pada Full time AWD, semua roda akan selalu bergerak dan bekerja pada posisi 4H saja. Distribusi torsinya rata, dengan umumnya pembagian 25% di tiap roda. Namun pada sistem ini, center differential dan center LSD harus ada untuk mengurangi selip pada tiap roda.

Selain itu, central differential akan otomatis mengunci untuk memberi traksi yang kuat. Dan pada saat belok, center differential juga akan mengatur roda depan dan belakang berputar secara independen. Sehingga mobil lebih mudah dikendalikan dan selalu mendapakan traksi yang baik dalam kondisi apapun. Biasanya sistem ini dipasang pada sports car.

All Wheel Drive

Large Image_64

Untuk gerak 4 roda yang lebih halus, akhirnya dikonsep buat pemakaian pada mobil berspek jalan raya. Fungsi sebenarnya adalah menitik-beratkan pada unsur safety mobil-mobil harian. Karena itulah sistem All Wheel Drive (AWD) ini diciptakan.

Tujuannya untuk lebih meningkatkan stabilitas berkendara dan memudahkan pengendalian. Dimana ada 2 jenis yang dikenal, yakni Full Time AWD dan On Demand AWD. Pada On Demand AWD di bagi menjadi 2 lagi, yaitu active type dan passive type.

Bedanya dengan sistem part time 4×4, sistem AWD tak memerlukan tuas untuk mengaktifkannya karena bekerja secara elektronis. Dasar sistem ini yang kemudian banyak diterapkan pada mobil-mobil mewah atau sport.

On Demand AWD

Yang satu ini adalah pengembangan AWD. Dan sesuai namanya, semua roda akan berputar hanya ketika dibutuhkan. Misalnya saat mobil kehilangan traksi, maka keempat rodanya akan diatur komputer untuk bergerak.

Ada 2 jenis On Demand AWD; Passive on Demand dan Active on Demand. Bedanya, kalau Passive on Demand, keempat roda akan berputar setelah terjadi selip atau kehilangan traksi di salah satu roda secara mekanis. Sedangkan Active on Demand, keempat roda akan langsung bergerak begitu terjadi selip lewat sistem perangkat elektronik.