For your information, 10 tips eco driving bisa menghemat BBM sampai 20 persen! Yup, karena eco driving merujuk pada sikap atau usaha dalam berkendara dengan tujuan menghemat konsumsi bahan bakar, mengurangi polusi, memperpanjang umur kendaraan, memaksimalkan fitur-fitur yang ada serta mengurangi risiko kecelakaan.

Karena itu metode eco driving pun bisa diterapkan dikegiatan mengemudi harian. Apalagi dampak positif eco driving bisa membuat pengemudi lebih terkontrol, lebih berhati-hati, santai, tahan emosi, bertanggung jawab, juga terhindar dari stress di perjalanan.

Setidaknya, ada tiga faktor yang mempengaruhi teknik eco driving, yakni manusia (cara mengemudi), kendaraan (kondisi mobil) dan lingkungan. Nah, faktor manusia cukup memegang peran penting dalam melakukan eco driving. Berikut ini 10 tips Eco Driving bisa menghemat BBM 20 persen!

1.    Manajemen Waktu. Inilah hal paling mendasar. Perhitungkan jarak dari rumah ke lokasi tujuan. Sediakan waktu lebih, karena kita tidak pernah mengetahui apa yang akan terjadi saat di jalan. Konsepnya, being early.

manajemen waktu
2.    Nyalakan Mesin. Mesin sekarang sudah canggih, tak perlu lagi berlama-lama untuk memanaskan mesin selama 30 detik pun sudah bisa dijalankan.

Hidupkan Mobil
3.    Berakselerasi. Saat ingin menambah kecepatan, lakukan dengan halus. Injak pedal gas perlahan-lahan dan segera pindah ke posisi gigi yang lebih tinggi.

akselerasi
4.    Pindah Gigi. Untuk menghasilkan konsep eco driving, perpindahan gigi sebaiknya bisa dilakukan pada putaran mesin 2.000-3.000 rpm untuk mesin bensin. Mesin diesel kisaran 1.500-2.000 rpm.

ganti gigi
5.    Pengereman. Jangan dibiasakan mengerem secara mendadak. Lakukan pengereman secara halus.

pengereman
6.    Jaga Kecepatan. Berkendara diharapkan jangan agresif atau ugal-ugalan. Sebaiknya ikuti alur kondisi lalu lintas. Gunakan gigi 1 saat lalu lintas macet. Sebaliknya, gunakan gigi tertinggi ketika lalu lintas lancar.

kecepatan konstan
7.    Jaga Jarak Aman. Menjaga jarak dengan obyek didepan. Jangan terlampau dekat dan jauh. Saat kecepatan di atas 100 km/jam, gunakan metode 3 detik dengan kendaraan di depan.

jaga jarak
8.    Tikungan. Konsepnya slow in fast out. Saat bertemu tikungan usahakan perlambat laju kendaraan dan gunakan momentum untuk berakselerasi.

tikungan
9.    Tanjakan dan Turunan. Manfaatkan momentum akselerasi saat bertemu jalan menanjak. Sedangkan kondisi jalan menurun, gunakan engine brake.

tanjakan
10.    Matikan Mesin. Setelah sampai tujuan, usahakan mesin langsung dimatikan. Khusus mobil yang dilengkapi turbocharger, diamkan beberapa saat lalu matikan mesin, agar proses pelumasan berjalan sempurna. Atau pasangi turbo timer agar proses mematikan mesin bisa ditahan secara otomatis.

matikan mesin