Royal Enfield Silver Bullet Buatan Dalam Negeri. Geliat antusiasme budaya modifikasi di kalangan bikers Indonesia kian berkembang dengan semakin banyaknya penggiat modifikasi yang menampilkan karyanya. Baik melalui channel pribadi, berpartisipasi di berbagai festival, maupun sekadar menyalurkan hobi.

Salah satu penggiat budaya modifikasi ini adalah White Collar Bike, sebuah private shop milik builder Ram Ram Zanuar dimana karya teranyarnya “Silver Bullet”, baru saja ditampilkan pada acara pembukaan Exclusive Store Royal Enfield di Bali, pada 26 Agustus 2017 lalu.

Photo 4

Berkolaborasi dengan PT Distributor Motor Indonesia, selaku dealer resmi Royal Enfield di Tanah Air, White Collar Bike memodifikasi salah satu varian motor Royal Enfield yaitu Continental GT. Model ini dipilih karena memiliki karakter kuat sebagai motor ikonik, terinspirasi dari budaya rocker and café racing yang sangat populer di era tahun 1960-an.

Sampai sekarang, motor-motor café racer masih menjadi model yang sangat digemari oleh para bikers. Modifikasi Continental GT terinspirasi dari konsep classic racing, namun tetap mempertahankan karakter aslinya. Dengan filosofi desain yang simple dan kerangka yang sederhana, motor-motor Royal Enfield telah lama dikenal sebagai kanvas modifikasi yang menarik perhatian para custom builders di dunia untuk berkreasi dan menghasilkan karya-karya terbaik mereka.

Photo 2

Lebih jauh soal “Silver Bullet”, roda depan dan belakang berukuran 160/50/17 diganti oleh jari-jari padat dengan velg TK serta ban Bridgestone. Fork depan dibuat lebih merunduk untuk menghasilkan tampilan racing yang lebih kental. Swing arm asli dimodifikasi sedikit dengan menambahkan beberapa inci ke dasar roda, karena pipa knalpot yang letaknya terlalu dekat dengan ban belakang.

Salah satu keunikan terlihat pada garis yang terletak di tangki bensin yang tampak seperti dilukis. Namun, garis tersebut sesungguhnya adalah lembaran aluminium berlapis yang dilas dari sisi dalam menggunakan mesin router sehingga tampak seperti diukir. Shock breaker belakang diganti dengan model yang lebih klasik, dengan masing-masing shock ditutup lembaran aluminium dengan teknik yang sama seperti tangki bensin.

Speedometer GT juga turut dimodifikasi. Sang builder menambahkan komponen dengan menggunakan kabel manual. Untuk menghasilkan tampilan modifikasi yang lebih elegan, starter mesin menggunakan tombol berwarna hijau untuk menyalakan dan tombol merah untuk mematikan mesin. Switch pada motor ini dikembangkan selama beberapa bulan dan terbuat dari aluminium CNC yang berisikan beberapa tombol.

Photo 3

Lampu rem dibuat dari produk LED aftermarket yang dilapisi dengan aluminium dan ditempatkan pada posisi yang lebih mudah terlihat. Foot peg diperkokoh dengan menambah ketebalannya dengan material billet aluminium dan sisinya dipercantik dengan logo stainless steel Royal Enfield yang diukir. Handle bar diubah dengan sudut yang dapat disesuaikan dan spion juga diganti dengan ukuran lebih kecil. Selain itu, logo Royal Enfield yang terukir dari stainless steel juga tampak di masing-masing sisi tangki bensin.