2018 Adalah Eranya Modifikasi Proper. Pada Oktober 2017 lalu kami sempat mengulas artikel soal Proper VS Ricer yang ternyata direspon banyak orang. Artinya persoalan status modifikasi ini  sudah disadari kebanyakan pelakunya di sini. Rata-rata anggapan proper atau ricer merujuk pada penggambaran selera atau referensi pelaku modifikasi terhadap kendaraannya. Bakal dianggap keren, berkelas, atau malah  kampungan.

Kenny Vinces 2015 Honda Fit.

Kata modifikasi sebenarnya memiliki arti “pengubahan”. Yang secara konsep adalah pengubahan dari suatu nilai benda yang memiliki fungsi tertentu menuju ke fungsi benda yang lebih baik. Jadi seharusnya modifikasi membuat mobil jadi lebih baik, secara tampilan juga fungsi.

Hal tersebut yang sebenarnya menjadi concern National Modificator & Aftermarket Association (NMAA) dalam membangkitkan industri modifikasi dan aftermarket Indonesia. Melalui beberapa kegiatan seperti halnya Trending Workshop yang kami adakan di beberapa kota di Indonesia, misinya adalah untuk membagikan ilmu dan bertukar pikiran soal modifikasi yang benar/proper. Dan kami wajib bersyukur karena ketimpangan kualitas modifikasi di beberapa kota Indonesia, makin ke sini makin menipis. Artinya kita bisa sama-sama menaikkan kualitas modifikasi Indonesia untuk tampil dan sejajar dengan negara-negara kiblat modifikasi dunia.

IMG_9964 copy

Apakah kita bisa? Tentu saja! Kami di NMAA berusaha keras untuk itu. Tentunya dengan dukungan para member, modifikator, aftermaket brand, agen pemegang merek mobil, juga pemain modifikasi di dalam negeri. Di tahap awal, NMAA sudah mendapatkan kepercayaan dari asosiasi aftermarket dan penyelenggara pameran otomotif Jepang. Yaitu untuk bisa menampilkan karya modifikasi Indonesia di sana. Maka kalau tak ada halangan, NMAA mewakili segenap modifikator dan aftermarket brand asli Indonesia akan unjuk gigi di event Osaka Automesse, 10-12 Februari 2018 mendatang di Intex Osaka.

IMG-20171015-WA0019

Dari sini saja kita bisa yakin kalau 2018 adalah eranya modifikasi proper dalam semua aliran. Modifikator akan melakukan ubahan yang sempurna pada tiap lini sektornya. Tak hanya mementingkan penampilan semata, namun ada fungsi di balik tiap ubahan. Maka tak ada lagi ceritanya mobil “patung” alias dimodifikasi namun tak bisa dijalankan dengan aman, menyalahi kodrat mobil sebagai alat transportasi.

Di Indonesia aliran modifikasi stance dan racing rasanya akan terus menggeliat dengan kualitas modifikasi yang meningkat. Hal ini bisa dilihat kecenderungan referensi modifikasi dari Jepang dan Amerika yang belakangan sedang ganderungnya memainkan isu dua aliran modifikasi tersebut.

sema-2017-widebody-rc

Sedikit gambaran, saat ini para produsen velg Amerika berlomba-lomba menampilkan produk baru dengan desain yang bagus, material berkualitas, dan berkenan menyesuaikan dengan spesifikasi mobil-mobil di Asia. Hal tersebut menyiratkan bahwa Asia, terutama Asia Tenggara, mulai dilirik sebagai market yang menguntungkan. Maka kalau melihat katalog, iklan, atau materi sosial media beberapa brand velg Amerika saat ini, sudah banyak yang memakai mobil-mobil yang dipasarkan di Asia.

www.gridoto.com

Dari kubu racing, semakin mudahnya mendapatkan mesin-mesin berperforma tinggi limbahan sportscar mahal, membuat aliran ini bakal dipenuhi modifikasi engine swap. Di Indonesia sudah dimulai dari Subaru BRZ yang dipakaikan mesin legendaris Toyota 2JZ, juga Toyota 86 yang dipasangi mesin LS-nya milik Corvette.

IMG_20170725_221211

Yang menarik, tahun ini rasanya modifikasi MPV bakal makin booming di Tanah Air. Pasalnya makin banyak pilihan MPV baru yang rata-rata modifiable. Baik menilik dari modelnya, ketersediaan aftermarket parts, juga harga jualnya. Maka kita lihat saja siapa yang akan mulai duluan!