Ada kutipan menarik dari Tsunehiro Kunimoto, Corporate Vice President, Design Division Mitsubishi Motors Corporation soal rancang bangun Mitsubishi Xpander. “Sebenarnya XPANDER dirancang oleh para konsumen kami. Saya hanyalah mewujudkan pemikiran, kebutuhan, dan keinginan mereka menjadi sebuah kendaraan,” katanya. Yang mengejutkan, rupanya formula tersebut menciptakan sebuah produk yang menaikkan level standarisasi di kelasnya. Setidaknya itu yang kami rasakan saat hari kedua (7/3) dari kegiatan XPANDER Media Touring 2018 yang diadakan di Solo-Yogyakarta.

IMG_1204 copy

Pada ulasan ini kami akan sedikit bercerita soal sistem suspensi XPANDER yang patut diberi dua jempol. Pasalnya dengan ground clearance setinggi 205 mm, Mitsubishi XPANDER menyajikan handling dan bantingan mumpuni. Bahkan pereli sekelas Rifat Sungkar pun tak segan menyatakan, “Karakter kaki-kakinya terasa kayak (Lancer) Evo X,” katanya. Rifat yang akrab dengan sedan legendaris Lancer Evolution ini pun sempat terkejut saat desainer XPANDER juga menyatakan bahwa beberapa mekanisme kaki-kaki Evo dipasang ke MPV 7 penumpang tersebut!

IMG_1178 copy

Padahal jika melihat spesifikasi, Mitsubishi XPANDER “hanya” dilengkapi suspensi model McPherson Strut di depan, dan Torsion Beam di belakang. Namun ada beberapa racikan yang dilakukan para insinyur Mitsubishi untuk membuat XPANDER yang tinggi itu memiliki handling seperti sebuah sedan.

Yang pertama adalah melebarkan wheel track (jarak lebar sumbu roda kanan-kiri), bahkan sampai yang paling tinggi di kelasnya. Maka tak heran dengan jarak sumbu roda lebar, XPANDER amat stabil dibawa menikung dan minim body roll. Sehingga seolah mengompensasi ground clearance jangkungnya. Lebarnya sumbu roda ini secara otomatis juga membuat kabin melebar.

IMG_1066 copy

Racikan berikutnya adalah memainkan caster angle atau kemiringan penempatan sokbreker belakang. Secara konstruksi, peredam kejut diletakkan dengan posisi bagian atas condong ke dalam dan miring ke belakang. Efeknya ketika roda belakang mendapat beban penumpang atau sedang berbelok, posisi bagian atas roda menguncup ke dalam untuk membantu meningkatkan stabilitas pengedalian.

IMG_1124 copy

Sementara terdapat penguatan dudukan atas sokbreker depan, untuk membuatnya rigid tanpa menggunakan strutbar. Yang menarik baik di depan dan belakang dipasang jenis peredam kejut shock absorber valve untuk meladeni permukaan jalan yang tidak rata. Fungsi valve pada sokbreker tersebut diadopsi dari teknologi mobil reli, agar mobil tak mental sesaat setelah menghajar lubang. Sehingga feeling-nya seperti independent suspension yang biasanya diterapkan pada sebuah sedan.