Hamtaro Project adalah nama yang diberikan kepada Honda Civic FD lansiran 2010 modifikasi ini oleh pemiliknya, Rudy Saputra. Digarap serius rumah modifikasi Galaxy Autoconcept, di jalan Jakarta, Bandung, mobil ini pun memenangkan seri pertama kontes modifikasi sebagai The Champ.

“Mobil ini yang paling istimewa adalah modifikasi di mesinnya,” kata Arie, punggawa Galaxy Autoconcept. Maklum, mesin bawaan Civic yang 1.800 cc sudah diganti memakai mesin J35 berkonstruksi V6 3.500 cc yang biasa dipakai Honda Accord atau Odyssey. Di Amerika, penggunaan mesin seri J Honda ini menjadi alternatif selain penggantian ke mesin B atau K-series, karena dinilai memiliki power mumpuni serta VTEC “kick” yang khas.

istimewa

“Untuk pasangnnya ubah semua mounting. Harus di-custom biar masuk ke Civic FD,” ulas Arie lagi. Artinya mounting dibuatkan dudukan baru sesuai posisi penahan di mesin J35. Karena secara fisik mesin ini lebih besar dibanding bawaan Civic, maka dudukan barunya ditempatkan melebar.

istimewa

Yang menarik, mesin ini diklaim dikawinkan dengan transmisi otomatis bawaan J35 yang dikonversi menjadi manual 6 speed, dengan LSD. “Girboksnya dibongkar abis, biar bisa dikonversi. Secara teknis ribet banget,” kata Arie lagi yang dibantu ahli transmisi untuk mengerjakan konversinya. Selain itu, dibuatkan as roda secara custom untuk menyambungkan gigi ke mesin dan knuckle bawaan Civic FD. “Karena posisi mesin yang sekarang ada di luar kaki-kaki Civic,” lanjut Arie lagi.

Dapur pacu baru itu pun diimbuhi turbo kembar Garret GT2860 untuk menaikkan performa, serta dibantu intercooler untuk mendinginkan udara yang masuk ke turbo. Nah, karena mesin baru ini tidak mengandalkan ECU bawaan untuk memungsikan kinerja serta fitur asli mobil, maka seperangkat engine management Haltech S1000 menggantikan perannya. Tapi, “Seting mesin susah sekali, makanya saya minta bantuan Indra Mantap engine tuner. Hasilnya mesin ini kerjanya jadi normal dan bisa ngebut,” promosi Arie.

istimewa

Oh ya, untuk modifikasi ekterior Arie dan Rudy membuat konsep two door dengan pintu ala gull wing. Ubahan ekstrem yang beraliran racing itu pun digenapi dengan aksen airbrush di sekujur bodi, serta menempatkan jok racing, shift knob, roll bar, dan perangkat audio komplet. Sementara di kaki-kaki sepaket velg RSV Forged RSF1 19x(11+12) inci yang dibalut ban Pirelli P Zero 195/35R19 menghiasai kolong fender. Pelengkapnya adalah big brake kit 6 dan 4 pot AP Racing, serta air suspension 4 titik agar lancar naik-turun.

Kabarnya mobil ini menghabiskan biaya Rp 1,5 miliar untuk modifikasinya, dimana sektor mesin menyumbang harga paling mahal di antara semua ubahannya.