Sudah jadi kebiasaan dalam setiap prosedur tune-up, busi diganti baru untuk menghasilkan performa ideal. Soalnya busi dalam kondisi fit, sehingga percikan busi di ruang bakar bisa maksimal sehingga pembakaran berlangsung baik. Sayangnya, tune-up bisa jadi sia-sia, lantaran pemilik mobil maupun tuner kerap mengabaikan prosedur pengecekan busi. Bukan apa-apa, busi gres tak selalu siap pakai.

busi tesTernyata busi yang masih baru tak semuanya menjamin percikan api besar. Hal ini karena busi adalah buatan pabrik yang biasanya kontrol kualitasnya bisa terlewat. Maka triknya adalah saat membeli busi, silakan bawa multitester. Setiap busi dites sebelum meninggalkan toko. Caranya tinggal menempelkan kutub negatif dan positif multitester ke setiap ujung busi.

multitesterBila jarum bergerak ke tengah, menandakan busi dalam keadaan siap pakai. Tetapi jangan lupa untuk menyetel multitester ke ohm (x10) yang lazim dipakai untuk membaca hambatan (resistance). Sebaliknya bila jarum tak bergerak sama sekali, mengindikasikan busi sudah kalah sebelum berperang.

busi tes 3

Multitester bukan barang mahal lagi karena sebenarnya bisa dimiliki seorang awam sekalipun. Beli saja yang kecil (handy) buatan Taiwan yang banderolnya sekitar Rp 75-100 ribuan. Sampai di rumah, jangan langsung pasang busi. Ada prosedur kedua, yang harus dijalankan, yakni mengecek setiap celah busi untuk memastikan semua busi dalam kondisi sama. Lazimnya celah antara 0,75-0,9 mm tergantung jenis mobil.

busi tes 1

Untuk melakukan prosedur ini gunakan perangkat feeler yang bisa diperoleh seharga Rp 25 ribu, untuk memeriksa celah busi yang direkomendasikan. Kondisi ideal, yakni ketika lidah feeler (semisal lidah 0,8 mm) terasa agak seret (tidak longgar) saat digeser di antara katode dan anode busi. Lakukan hal sama untuk semua busi. Sesudahnya, silakan tancapkan ke mesin.