Ini Dia Cerita di Balik Digimods Future Retro Rally Car Pesanan Rifat Sungkar. Sebagai asosiasi modifikasi NMAA tentu saja mengapresiasi setiap langkah atau usaha berbau tuning. Tak terkecuali digital modification atau yang dikenal juga dengan nama digimods. Faktanya saat ini banyak bermunculan digimodstar (pelaku digimod) bertalenta yang bisa menghasilkan karya-karya keren. Bahkan tak sedikit yang karyanya dipakai sebagai basis modifikasi untuk diterapkan ke mobil asli.

Karena itulah, kami di NMAA menganggap para digimodstar ini seperti tuner. Dengan ide orisinalnya, mereka bahkan bisa mempengaruhi tren modifikasi mobil ke depan. Makanya belakangan ini kami kerap digandeng beberapa Agen Pemegang Merek mobil untuk mengadakan kompetisi digital modification. Dan apresiasi NMAA pun disambut positif, dengan mengundang kami masuk ke grup chatting para digimodstar yang didominasi anak-anak muda.

rifat-sungkar-tenagakuda.com

Nah, yang menarik, baru-baru ini kami melihat karya seorang digimodstar ke sebuah Mitsubishi Lancer SL yang ternyata adalah pesanan Rifat Sungkar (pembalap nasional). Rifat memesan karya digimod ke Yoga Budi W (@yogabudiw) untuk men-develop sebuah mobil reli yang spesial. “Gue mau bikin future retro rally car. Jadi fusion antara desain retro dengan current WRC car, tapi enggak lupakan esensi kalau ini adalah mobil lama,” jelas Rifat.

Lancer SL Stock

Saat ditanya soal kenapa brand ambassador Mitsubishi Indonesia itu memilih untuk menggunakan digimods sebelum memodifikasi mobil aslinya, ia pun menjawab, “Kenapa enggak! Karena butuh konsep awal yang harus di-translate ke art work nyata, jadi detailing-nya kelihatan.” Yang menarik, mobil ini kabarnya bakal benar-benar diiturunkan ke kompetisi reli.

Kekuatan media sosial adalah yang membuat Rifat dan Yoga terhubung. “Jadi cerita awalnya, Rifat lihat karya-karya saya di Instagram lalu tertarik. Setelah itu dia direct message dan lanjutin percakapan via WA,” ulas Yoga, sembari bilang kalau Ia diberi tantangan untuk mengembangkan desain berbekal konsep yang disebut Rifat di atas. Maka Yoga pun mengaku mencari inspirasi dari mobil-mobil reli Group B, atau kompetisi reli paling ganas dan berbahaya, yang saat ini sudah di-banned WRC karena banyaknya korban jiwa.

Lancer SL 3

Over fender besar yang kaku, spoiler berdiri, air dam di atap, bumper depan yang modelnya dibuat mirip-mirip milik Lancer SL 2000 turbo berikut imbuhan lip-lip-nya, mud flap besar, termasuk interior dengan jok racing serta roll bar, menjadi beberapa poin penting yang membuat digimods tersebut terlihat keren.

Khusus untuk digimods Mitsubishi Lancer SL pesanan Rifat, Yoga yang berusia 21 tahun ini membutuhkan waktu pembuatan selama dua bulan! “Saya bikin desainnya di Photoshop, dan lebih dari 400 layer untuk bikin komponen mobil dan background-nya. Saking banyaknya layer itu, Phtoshop saya sering hang dan force close sendiri. Makanya saya sering tombol save terus,” bilang Yoga yang masih menempuh pendidikan jurusan Desain Komunikasi Visual.

Image_ee39777

Dari hasil digimods buatan Yoga, saat tulisan ini diturunkan Rifat sedang menggarap versi mobil aslinya. Yang menarik ada bocoran dari Rifat soal speknya, “Lancer SL itu nanti bakal dipasangin mesin Evo 6, girboks sequential, dan engine management Motec,” katanya. Ssstt.., ternyata selain Lancer SL berkonsep future retro rally car, Rifat juga sedang men-develop digimods tiga project car lain bersama Yoga untuk kemudian direalisasikan ke mobil aslinya. Kita tunggu!