Penggantian velg adalah salah satu proses yang paling mudah namun memunculkan efek terbesar saat modifikasi. Baik secara tampilan maupun performa. Di pasaran pun kini banyak sekali pilihan velg aftermarket yang bisa dengan mudah dipasang ke mobil. Baik dalam kondisi baru, bekas, orisinal, ataupun replika. Jika kondisi velg baru tentu saja bisa langsung pasang asal sesuai speknya dengan mobil, namun tak begitu kalau kalian berniat membeli velg dalam kondisi bekas/second hand.

Velg bekas pakai memerlukan attention to detail sebelum kalian menebusnya dan dipakai ke mobil kesayangan. Maklum tak mudah dapatkan velg bekas impian dengan kualitas yang baik. Mengingat kondisi jalan di Tanah Air yang relatif banyak “jebakan Batman” yang pastinya berdampak kepada kondisi velg. Karena itu baca tips ini dulu sebelum beli velg second ya!

Velg Peang

Peyang biasanya jadi penyakit wajib yang diderita setiap velg yang kerap di”siksa”. Kondisi ini biasanya terjadi karena benturan dengan lubang, marka jalan, “polisi tidur” dan lain sebagainya. Velg peyang yang berkategori berat sebaiknya jangan dibeli karena bakal berdampak besar saat kita berkendara. Nah, untuk melihat apakah velg peyang atau tidak ada triknya, yaitu perhatikan saja bekas ban pada dinding velg bagian dalam. Apabila garis bekas ban terlihat melengkung, sudah dapat dipastikan velg mengalami peyang.

Velg Cat

Waspadai kalau velg bekas sudah mengalami pengecatan ulang (repaint). Karena itu perhatikan dengan seksama bagian bibir luar, dalam, dan bagian tengah (badan velg). Pemeriksaan ini untuk mengetahui kadar kerusakan velg, karena biasanya jika velg sudah pernah direparasi, tak akan mampu mengembalikan kondisi velg menjadi seperti baru. Hindari velg yang memiliki kejanggalan seperti bergelombang dan kasar karena dapat dipastikan titik tersebut merupakan bekas las akibat retak atau pecah yang direkondisi.

ze40-wheel

Periksa nat atau garis konstruksi di bagian dalam velg. Setiap velg pasti memiliki bagian tersebut, namun desain nat biasanya berbeda-beda tapi memiliki fungsi yang sama yaitu sebagai “tulang” atau konstruksi penguat velg. Perhatikan secara detail apabila ada bagian nat yang terputus atau sengaja ditutup. Jika ini terjadi, perlu diwaspadai pernah terjadi sesuatu pada bagian tersebut.

Velg Balancing

Tips terakhir mungkin agak sulit dilakukan, karena biasanya sang penjual enggan mengabulkan permintaan  untuk membawa velg ke tempat balancing. Ingat, tahapan ini wajib dicoba karena inilah cara paling akurat dan jitu untuk memastikan kondisi velg incaran apakah semengilap dan sesegar penampilannya. Lakukan proses balancing secara normal. Apabila velg membutuhkan banyak timah untuk mendapatkan angka balancing 0 atau seimbang, sebaiknya hindari velg tersebut.