Tren aplikasi velg racing berangkat dari ajang balap, yang selalu mensyaratkan mutu jempolan dari aplikasi semua perangkat pendukungnya termasuk velg. Lantas, hal tersebut bergerak dengan cepat masuk ke dalam kancah modifikasi yang bersifat lebih general. Karena itu poin satu-satunya dari velg racing, ya cuma enteng dan kuat.

SSR WheelRally-Racing-Dark-Graphite-18_1Lantas, bagaimana dengan model? Racing itu enggak peduli model! Yang seperti itu hanya berlaku buat velg-velg racing yang berkategori show aja. Sebab, model yang bagus belum tentu punya kekuatan yang baik. Paling gampang pemahamannya kalau menyimak Volk Racing TE37. Desainnya sederhana dan banyak dipilih penyuka racing sejati. Hal ini karena kesempurnaan konstruksinya dengan pembagian kekuatan ke-6 palangnya yang diukur sedemikian rupa. Sehingga mampu mendapatkan 2 aspek sekaligus, yakni ringan dan kuat.

Weds Sport SA67R

Lain halnya kalau kita lihat Weds SA-67R yang punya finishing andalan black chrome. Kalau melihat model mesh-nya tentu tingkat pemakaian materialnya lebih banyak dari pada spoke, hal ini tentu akan membuatnya lebih berat. Karena itu, anggapan velg model ini kurang cocok untuk bermain di sirkuit.

Superturismo-LM-Race-Silver-Black-Lettering-18_1Tapi jangan lupa kalo bahan pembuatnya juga berpengaruh. Maka material terbaik yang bisa dipilih adalah forged. Dan sampai saat ini, bahan dasar ini tetap menjadi pilihan nomor 1 buat velg racing. Karena itu, harga jual velgnya pun jauh lebih tinggi. Dan untuk velg yang kategorinya show, kebanyakan memakai material berproses casting.

99-TE37-Saga-Diamond-Dark-Gunmetal_1TE37_Bronze_18_1Saat ini banyak sekali tersedia velg racing di pasaran, baik yang sejati atau show. Tapi hanya beberapa merek yang populer, seperti lini Volk Racing, OZ Racing, SSR, Enkei, atau Advan. Rentang harganya berkisar Rp 15-20 untuk ukuran 15 inci atau diameter terkecil, dan Rp 30-50 jutaan untuk 19 inci atau yang terbesar.

Enkei GalleryKalau bicara finishing velg racing, maka yang populer adalah gun metal, gold, bronze, black, dan putih. Rasanya, finishing-finishing tersebut dipilih karena bisa menampilkan visualisasi sederhana, namun berkarakter buat mobil racing. Belakangan berkembang juga warna fancy lainnya seperti merah, biru, hitam, dan silver.

Advan TC4_Main_Image

Ada pula beberapa pabrikan velg mengeluarkan finishing bertema time attack. Konsep sebenarnya adalah dengan memberikan lis berwarna merah disepanjang bibir luar velg yang berwarna hitam. Namun, hal ini semakin berkembang pada paduan warna-warna lainnya. Silver dengan merah, hitam dengan biru, dan sebagainya.