Setelah mati suri sejak 2012, akhirnya mesin Rotary bakal dipakai lagi. Keterangan tersebut bukan rumor karena merupakan pemberitahuan resmi dari prinsipal Mazda, yang akan memproduksi next generation Rotary pada 2020 mendatang. Yang menarik mesin tanpa piston tersebut bakal dirancang untuk jauh lebih efisien, ramah lingkungan, dan berdurabilitas tinggi. Karena Mazda bakal menyematkannya ke mobil plug-in hybrid bertenaga baterai titisan mobil konsep RX-Vision.

Mazda RX-Vision

Meski spesifikasi teknisnya belum dilansir, namun berdasarkan keterangan mesin Rotary generasi terbaru diklaim memiliki kinerja lebih baik dibanding pendahulunya. Misalnya dalam beberapa kasus mobil bermesin Rotary mengalami masalah sehingga tidak bisa menghidupkan mesin. Ini biasanya terjadi karena adanya masalah pada sistem pengapian. Untuk menyelesaikan masalah tersebut mesin Rotary baru memiliki solusi struktur pengapian anyar. Selain itu Mazda pun mengubah desain apex seal. Pasalnya pada desain lama memungkinkan terjadinya kebocoran, sehingga seal dibuat fleksibel untuk mencegah terjadinya kebocoran.

Mazda sendiri sudah memakai mesin Rotary sejak 51 tahun silam. Mesin ini terbilang spesial karena tidak memiliki piston, alih-alih kinerja internalnya hanya mengandalkan besi yang berputar di dalam. Karakter tenaganya spontan, maka tak heran hanya membutuhkan kapasitas mesin kecil untuk meraih tenaga yang besar. Contohnya Mazda RX-8 yang cuma 1.300cc tapi tenaganya bisa mencapai 238 hp!

Falix Wankel Rotary

Nah sejarah mesin ini berawal saat insinyur asal Jerman bernama Felix Wankel berusaha untuk membuat sebuah mesin yang memiliki performa dan efisiensi kinerja yang lebih optimal ketimbang mesin piston konvensional. Sehingga pada tahun 1929, Wankel berhasil mendapatkan paten untuk mesin Rotary yang ia buat.

Mazda Rotary Engine

Prinsip kerja mesin Rotary berbeda dengan mesin piston konvensional. Karena, menggunakan sebuah rotor berbentuk segitiga dengan housing berbentuk oval. Ketika rotor ini berputar, akan menghasilkan tenaga pada setiap putaran 360 derajatnya. Sehingga, menghasilkan respons tenaga mesin lebih baik, dan putaran mesin lebih halus pada putaran tinggi. Hal inilah yang sulit untuk didapatkan dengan mesin piston konvensional.

Norton F1 Rotary

Namun baru pada tahun 1951, Wankel mulai membangun mesin Rotary di mobil dan motor, dengan menggandeng produsen mobil asal Jerman, NSU. Sehingga pada 1957, Wankel berhasil membuat prototye mesin Rotary pertamanya yang dinamakan DKM 54, bertenaga 21 hp. Meski pada akhirnya, engine prototype ini belum sempat digunakan baik pada mobil ataupun motor.

Mazda Cosmo 110s

Akhirnya, dari sekian banyak produsen otomotif yang tertarik dengan konsep mesin Rotary buatan Wankel, hanya Mazda yang benar-benar serius untuk mengembangkannya. Sehingga pada Tokyo Motor Show 1967, Mazda merilis Cosmo 110S yang merupakan hasil dari kerjasama antaran Mazda dan NSU. Cosmo 110S sendiri menggunakan dua buah rotor dengan normally aspirated berkapasitas 982cc. Meski memiliki kapasitas mesin kecil, namun memiliki tenaga cukup besar, yakni 110 hp. Disinilah letak keunggulan mesin Rotary.

Selain Mazda, produsen motor asal Inggris, Norton juga memperkenalkan mesin rotary pada motornya Commander dan F1. Kendaraan dua roda ini menggunakan twin rotor, bertenaga 85 hp pada tahun 1988 (Commander) dan 1991 (F1).

mazda-787b

Pada ajang motorsport, mesin Rotary juga memiliki prestasi gemilang. Salah satunya seperti yang ditorehkan Mazda 787B yang sukses menjuarai ajang balap ketahanan 24 jam Le Mans pada tahun 1990. Sementara RX-7 berhasil merajai ajang International Motor Sport Association (IMSA) 24 hours of Daytona di tahun 1982. Tak cuma itu, RX-7 juga mendominasi ajang balap ketahanan Australia, Bathrust 1000 pada dekade ’90-an.