Untuk diketahui, spesifikasi ban bawaan pabrik mobil merupakan hasil kompromi dari berbagai macam faktor. Seperti umur pakai, kenyamanan, tingkat keberisikan, dan performa. Sehingga kadang ada saja pemilik mobil yang kurang puas dengan kemampuan ban standar dibarengi penggantian velg aftermarket.

Kebanyakan pemilik mobil mengganti tapak bannya dengan lebih lebar agar mendapatkan daya cengkeram yang lebih baik atau menaikkan profil dinding ban untuk mengejar kenyamanan. Namun ada pertanyaan yang kerap timbul saat mengganti ban, yaitu tipe tapak ban seperti apa yang sesuai?

Tapak Ban Simetris

Umumnya ada 3 tipe tapak ban yang ditawarkan penjualnya, yaitu directional, uni directional, dan asimetris. Setiap tipe memiliki keunggulan. Ban uni directional adalah yang bisa dipakai bolak-balik. Maksudnya, ban ini tidak bermasalah ketika arah pasangnya terbalik. Hampir tidak ada efek samping yang ditimbulkan bila arah pemasangannya terbalik.

 

Tapak Ban Asimetris

Sedangkan asimetris, tapak ban seperti ini  bertujuan agar daya cengkeram ban selalu bisa maksimal saat jalanan basah atau kering. Oleh karena itu ban asimetris biasanya tidak melulu memilik garis lurus di sepanjang ban. Desain tapak asimetris dirancang untuk mereduksi suara dengung ban dan tidak berisik.

Tapak Ban Directional

Sementara tipe tapak ban directional mempunyai desain tapak berbentuk arah panah (atau huruf V). Pada dinding ban biasanya tertera tulisan rotation yang diikuti tanda panah arah putaran ban. Pola kembangan bannya biasanya memiliki jarak dan bentuk yang sama. Untuk ban jenis ini diharamkan terpasang terbalik. Karena bila terpasang terbalik, maka hal yang akan terjadi adalah noise ban makin menjadi-jadi.