Cukup mengejutkan ketika PT Toyota-Astra Motor (TAM) memboyong Supra terbaru atau generasi kelima (kode sasis A90) di GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019. Sportscar legendaris yang merupakan hasil pengembangan bersama pabrikan mobil asal Jerman, BMW tersebut harus diakui menjadi salah satu daya tarik terbesar di booth Toyota selama GIIAS 2019 berlangsung.

WhatsApp Image 2019-07-22 at 07.27.26

WhatsApp Image 2019-07-22 at 07.27.26(1)

Supra adalah sportscar sekaligus grand tourer legenda yang di”kultus”kan para penggemar kecepatan karena karismanya. Jika ditarik sejarahnya, mobil ini merupakan “persimpangan” beberapa model dasar Toyota. Seperti Toyota 2000 GT dan Toyota Celica.

story_02

Ya, kelahiran Toyota Supra tidak lepas dari kesuksesan Toyota Celica, terutama untuk pasar diluar Jepang. Memasuki generasi kedua Celica, Toyota hadirkan tambahan varian yang lebih sporti, dinamai Celica XX (cikal bakal Supra) dan untuk varian ‘sedan’ mengacu pada Toyota Carina dan kemudian menjadi Celica Camry (cikal bakal Camry).

Nama Celica XX untuk pasar JDM (Japan Domestic Market) kurang diterima di pasar Eropa terutama Amerika, maka diubah menjadi Celica Supra. Penambahan varian Celica Supra ini pun untuk membedakan dari varian Celica standar, dimana konsumen menginginkan Celica yang lebih sporty dan performa yang lebih.

story_03

Tahun 1978 adalah tahun kelahiran Supra, dengan performa yang kuat dan tampilan yang sporty. Pada tahun 1982 (Juli 1981 untuk pasar Jepang), generasi kedua Supra hadir dengan tampilan baru lebih tajam dan aerodinamis, yang didasarkan pada platform Celica generasi ketiga. Wheelarch tampak agresif dan lampu model pop-up menjadikan Supra semakin dramatis, seiring tentunya dengan mesin yang tangguh serta desain khas 80-an.

Toyota mengakhiri produksi generasi kedua Celica Supra pada bulan Desember 1985, yang secara singkat tumpang tindih dengan Celica generasi keempat yang baru diluncurkan pada bulan Agustus. Mulai saat itu, Celica dan Supra berpisah menjadi model yang berbeda; Celica hadir dengan penggerak roda depan dan Supra terus menyempurnakan peran grand tourer roda belakang dalam hirarki keluarga Toyota.

story_04

Generasi ketiga Supra tahun 1986 mulai mendapatkan ciri khas Supra yang lepas dari Celica. Desain nya pun semakin modern di masa nya dan sangat diterima di pasar Eropa dan Amerika. Tidak hanya karena desain, tetapi pilihan mesin pun paling banyak variasinya; 2.000 cc, 2.000 cc Twin-Turbo, 2.500 cc Turbo, 3.000 cc, dan 3.000 cc Turbo. Maka tak heran banyak yang mengenal generasi ini sebagai Supra Turbo.

story_05

Generasi keempat Supra membawa Toyota pada tingkat tinggi produsen mobil sport terbaik dunia. Dan generasi terakhir di abad ke-20 ini sekaligus menjadi legenda di antara para penggemar otomotif. Tak heran bila Supra A80 (MkIV di pasar US) tampil di puluhan film, termasuk franchise Fast and the Furious sejak 2001.

WhatsApp Image 2019-07-18 at 22.14.19

Sejak produksi terakhir generasi ke-4 tahun 2002, Toyota tidak lagi memiliki sportscar hebat. Baru di tahun 2014, Toyota hadirkan sebuah konsep Toyota FT-1 yang digadang sebagai penerus Supra. Sempat didatangkan di IIMS 2015, kehadiran FT-1 bagai angin segar dan harapan konsumen akan adanya penerus sports car dari Toyota.

Proyek hasil kerja sama Toyota dan BMW, menghasilkan desain yang modern dan tidak menginggalkan bahasa desain Toyota, hasil inspirasi dari 2000GT, serta tentu saja Supra terdahulu.