Pada pertengahan dekade ‘80-an, ada dua ikon supercar yang legendaris. Pertama adalah Ferrari Testarossa, dan lainnya adalah sang “raging bull” Lamborghini Countach. Kedua supercar ini praktis menjadi “mainan” bagi para speedgoers berkantung tebal pada eranya. Tapi tentu saja dua mobil itu bukan pilihan yang masuk akal sebagai kendaraan sehari-hari.

300E AMG Hammer 3

Maka Mercedes-Benz dan AMG sebagai in-house tuner-nya, punya pemikiran yang brillian. Konsepnya adalah membuat sebuah coupé mewah dengan jok kulit tebal dan nyaman,  leg room berlimpah, namun memiliki performa yang beringas. Bahkan coupé mewah hasil kolaborasi ini dirancang untuk mampu menempel ketat Testarossa di jalan bebas hambatan. Dan tampaknya rumor tersebut bukan sekadar bualan.
Pada 1984, Mercedes-Benz dan AMG pun memutuskan untuk menggunakan 300E sebagai platform dasar. Namun mesin 6-silinder berkapasitas 3.000 cc bertenaga 177 dk-nya dipensiunkan karena jelas kurang memuaskan. Solusinya pun bengis, lantaran sebongkah blok V8 berkapasitas 5,6 liter dibenamkan pada ruang mesin 300E. Karena itu, mobil ini dinamakan 300E AMG “Hammer”.

300E AMG Hammer 4

Mesin tersebut diambil dari model 560SEC, bertenaga 360 dk dengan torsi 510 Nm yang terasa dari 2.300 rpm. Lebih dari cukup untuk sekedar menguntit ketat duo ikon supercar di eranya. Sementara transmisi otomatis 4-percepatannya diambil dari S-Class dengan sedikit revisi pada rasio gear-nya. Faktanya, AMG belum puas dengan karya awalnya ini, lantaran pada 1992, 300E AMG “Hammer” juga diberikan opsi mesin V8 berkapasitas 6.000 cc bertenaga 400 daya kuda.

300E AMG Hammer 5

Namun di luar performanya yang menakutkan, 300E AMG “Hammer” dikonsep memiliki kenyamanan mumpuni dengan kabin yang luas. Cocok untuk para claustrophobian, yang bisa saja kambuh ketika duduk dalam kabin supercar. Meski AMG menggunakan sokbreker dan per yang lebih stiff, yang membuatnya lebih dekat ke tanah, namun tak mengurangi nilai aristrokrat coupé “Three Pointed Star” ini. Yang menarik, alloy wheel model dish palang lima berukuran 17×8 incinya punya model yang abadi, dan menjadi incaran para penggila AMG hingga kini.

300E AMG Hammer 2

Namun kapan pun sang pengemudi membutuhkan tenaga ekstra, akselerasi 0-100 km/jam yang bisa ditempuhnya dalam waktu 5,4 detik, siap jadi “senjata” yang akan membuat adrenalin terpacu. Angka tersebut hanya terpaut 0,2 detik lebih lambat dari Ferrari Testarossa atau Countach. Itu pun jika driver-nya cukup berani menginjak gas penuh sedan bertubuh bongsor ini. Sehingga, dengan segala keunggulannya mungkin pantas-pantas saja kalau mau menyebuta 300E AMG “Hammer” disebut sebagai “pembunuh” kedua supercar tersebut.