Mobil sport dan supercar asal Eropa dan Amerika mendominasi pasar kendaraan global selama dekade 1960-an. Sejumlah pabrikan kendaraan terkenal saat itu bersaing untuk membuat produk mobil terbaiknya, yang akan menjadi rujukan pembalap dalam ajang-ajang kompetisi bergengsi (homologasi). Ferrari, Lamborghini, Porsche, Ford, Chevrolet dan beberapa pabrikan lain terlihat produktif dalam memproduksi sportscar dan supercar andalannya. Bisa dibilang sepanjang era ’60-an merupakan tonggak lahirnya mobil-mobil  hebat yang sekaligus membuka standar baru dalam dunia otomotif, yaitu kecepatan!

GTR Family

Saat itu pabrikan mobil Asia mencoba bersaing menggebrak pasar kendaraan global khususnya sportscar. Salah satunya yang terbilang sukses adalah Nissan. Pada era motorsports era 1960-an, Nissan yang me-merger Prince Motor Company menurunkan Skyline 2000GT berbasis platform S50 di ajang Japanese Grand Prix 1964, yang sempat mempecundangi Porsche 904 GTS yang dianggap mobil super dengan banyak kelebihan saat itu. Momen inilah sebenarnya yang menjadi awal mula sejarah melegendanya nama Skyline di publik otomotif dunia.

2145d66fda7e9e98b5871203b3ef6cd7

Shinichiro-Sakurai

Adalah Shinchiro Sakurai yang menjadi penanggung jawab pengembangan Skyline 2000GT atau varian kencang pertama Skyline dan juga model-model pengembangan berikutnya. Maka tak heran jika Sakurai-san disebut sebagai “Skyline no chichi’” atau “Father of Skyline”.

 

Nissan Skyline GT-R C10

Di bawah kepemimpinan Sakurai nama Nissan GT-R pertama kali digunakan pada generasi C10 atau dikenal juga dengan nama “Hakosuka”. Evolusinya sendiri kala itu lagi-lagi masih sangat sederhana. Sakurai memulai debut GT-R dengan menempatkan mesin enam silinder berkapasitas 2.0 liter ke dalam sebuah sedan biasa, mesin ini selanjutnya diberi kode GR8 bertenaga 160hp. Meski awalnya adalah sedan empat pintu biasa namun pada tahun 1969 desainnya berubah menjadi coupe dua pintu dan mulai menguasai ajang balap touring pada masanya.

Hakosuka mampu menguasai hampir semua kompetisi di Jepang, dengan membantai banyak sportcar legenda, seperti Toyota 1600GT, Isuzu Bellet GTR, bahkan Porsche! Hakosuka juga menjadi pelecut Mazda untuk membuat sportcar yang lebih dahsyat, yaitu Mazda RX-3 Savanna.

 

Nissan Skyline GT-R C110

WhatsApp Image 2020-01-23 at 13.28.43

Perjalanan Nissan Skyline GT-R sama sekali tidak mulus, setelah mengalami peningkatan pada generasi pertama ternyata hambatan berupa krisis minyak global menghantui generasi keduanya. GT-R generasi kedua yaitu C110 yang akrab disebut  “Kenmeri”. Nama sebutan ini sebenarnya berawal dari iklan komersialnya yang menggambarkan sosok sepasang muda-mudi bernama Ken dan Mary sedang menjelajahi jalanan pedesaan di dalam kabin Nissan Skyline yang hanya diproduksi sebanyak 197 unit dari total 670,562 unit generasi C11o.

Perubahan pada mobil ini terbilang tak begitu signifikan dibanding generasi sebelumnya meski body shell-nya lebih membulat dibanding Hakosuka. Nissan memasang sistem pengereman cakram pada varian GT-R Kenmeri di keempat rodanya. Ubahan lainnya yang bersifat minor, namun karena terbatasnya jumlah produksi Skyline C110 Kenmeri ini, maka banyak diburu oleh para kolektor mobil hingga saat ini.

 

Nissan Skyline 2000 RS-X

Nissan Skyline baru muncul kembali sekitar enam belas tahun sejak era Kenmeri. Mobil yang muncul pada tahun 1984 dengan nama Nissan Skyline 2000 RS-X memang bukan bagian dari DNA GT-R, namun keberadaannya tetap memiliki peran terhadap sejarah perjalanan panjang Nissan GT-R sendiri. Karena bukan bagian langsung dari generasi GT-R maka Skyline 200 RS-X bukan pula merupakan generasi ketiga dalam sejarah Nissan GT-R.

Dengan mengandalkan mesin turbo empat silinder berkapasitas 2.0 liter, Nissan Skyline 2000 RS-X yang punya nickname “Iron Mask” ini mampu menghasilkan torsi maksimum 200hp yang terbilang istimewa di era ’80-an. Model ini sekaligus menandai berakhirnya era tangan dingin Sakurai, sebab tongkat estafet bersejarah ini selanjutnya beralih ke tangan Naganori Ito. Lagi-lagi pada dekade kepemimpinan Naganori Ito ini Skyline kembali menghadapi masa surut terkait krisis finansial yang dihadapi oleh Nissan dan berpengaruh pula pada prestasi mereka di lintasan balap.

 

Nissan Skyline GT-R R32

WhatsApp Image 2020-01-23 at 13.28.45

Sebutan “Godzilla” sendiri baru muncul di era GT-R generasi ketiga yaitu R32. Nissan Skyline GT-R R32 menjadi tonggak beberapa catatan penting dalam sejarah GT-R. Pertama adalah fakta bahwa R32 merupakan proyek pertama dibawah komando Hiroshi Tamura, kedua lewat R32 ini pulalah untuk pertama kalinya Nissan GT-R dijual di luar Jepang diawali dari Australia dan menyusul negara lain di kemudian hari. Dan ketiga tentu saja untuk pertama kalinya Nissan GT-R mendapat sebutan monster legenda Jepang tersebut.

Sebutan itu muncul pertama kali dari sebuah media otomotif asal Australia setelah Nissan Skyline GT-R R32 berlaga di ajang balap kebanggaan bangsa Australia yaitu Australian Touring Car Championship, dan sukses menyingkirkan sang penguasa podium sebelumnya Ford Sierra Cosworth. GT-R R32 kemudian memenangkan Bathurst Classic di tahun 1991 dan 1992.

Dominasi Nissan GT-R di Group A kala itu bahkan disamakan dengan dominasi Audi Quattro di ajang Rally Group B. Dominasi Nissan Skyline GT-R R32 ini bahkan memaksa gelaran JTCC harus melakukan pengkajian ulang terhadap Group yang sudah ada. Sepanjang tahun 1989 hingga 1993 R32 memenangkan 29 race dari 29 start yang sekaligus membuat mereka memborong gelar juara sepanjang era tersebut. Bahkan setelah Group Super Touring dan GT500 dipecah pun mobil yang sama masih mendominasi. Antara tahun 1991 hingga 1997 GT-R R32 pula yang mendominasi seri N1 Super Taikyu dengan memenangkan 50 lomba dari 50 kali start.

Catatan penting lain terkait era Skyline GT-R R32 adalah untuk pertama kalinya Tamura mengaplikasikan teknologi ATTESSA yang mendistribusikan tenaga secara sempurna pada keempat rodanya dan masih menjadi kunci sukses hingga era Nissan GT-R 35 saat ini.

 

Nissan Skyline GT-R R33

Generasi keempat Nissan GT-R muncul pada tahun 1995 dalam wujud Nissan Skyline GT-R R33 yang dikenal sebagai “Kenmeri II”. Perubahannya sendiri tidaklah signifikan dibanding R32, kecuali ubahan desain eksterior yang membuatnya tampak sedikit lebih kalem dibanding pendahulunya.

Meski tampilannya dibuat lebih kalem namun tidak demikian halnya dengan performa, terutama setelah Nismo menurunkan tangan dinginnya dengan melakukan bore-up terhadap mesinnya hingga output yang dihasilkan membengkak menjadi 400hp dan 500hp. Dan beberapa polesan lain terkait dengan performa pengereman dan aerodinamika. Berbeda dengan saudara-saudaranya, nama Nissan Skyline GT-R R33 ini tidaklah terlalu bersinar dan dengan cepat terkubur oleh kejayaan masa lalu R32 serta penerusnya R34 yang revolusioner.

 

Nissan Skyline GT-R R34

Nissan Skyline GT-R R34 yang adalah generasi kelima GT-R sekaligus generasi terakhir Nissan Skyline meroket reputasinya semenjak disertakan sebagai salah satu mobil dalam film layar lebar The Fast & The Furious. Bukan hanya terakhir kalinya nama Skyline disandang namun juga untuk terakhir kalinya Nissan menawarkan transmisi manual untuk seri GT-R.

Menariknya meski hanya diproduksi dengan setir di sebelah kanan namun saat ini GT-R R34 banyak diminati di Amerika Utara terutama Kanada yang mengizinkan proses impornya secara legal meski tidak secara resmi dimasukkan oleh ditributor Nissan di sana. Konon harga termurah Nissan Skyline GT-R R34 di Kanada bisa mencapai setidaknya 108,500 dolar Amerika Serikat.

Versi Nismo Z-Tune GT-R R34 sendiri hanya diproduksi sebanyak 20 unit dan dibanderol ratusan ribu dolar saat ini. Dapur pacu enam silinder segaris berkapasitas 2.8 liter yang digendongnya mampu menghasilkan daya maksimum hingga 500hp pada 8.000 rpm. Kecepatan maksimal yang mampu diraihnya sanggup mencapai 320 km/jam.

 

Nissan GT-R R35

2020-nissan-gt-r-nismo

Generasi keenam Nissan GT-R menjadi tonggak awal kebangkitan pabrikan manufaktur Nissan setelah berada dalam kondisi perusahaan yang hampir kolaps. Menurut sejumlah car enthusiast unit mobil tersebut dikenal paling ikonik sepanjang massa. Perusahaan yang kala itu dipimpin Carlos Ghosn mencoba membangkitkan nama besar Nissan lewat unit terbaru Nissan GT-R tanpa embel-embel Skyline. Inilah kali pertama seorang CEO Nissan dengan kewarganegaraan non-Jepang memprakarsai kelahiran sang “Mechagodzilla” a.k.a GT-R R35.

Chief Product Specialist Nismo, Hiroshi Tamura mengungkapkan, kecintaannya terhadap Nissan GT-R. R35 dirancang sebagai supercar yang akan meneruskan kejayaan Hakosuka di ajang balap menantang mobil-mobil hebat dari belahan dunia barat. Tak heran jika R35 dilengkapi dengan speksifikasi teknis hebat dan teknologi terkini. Bahkan di tangan tuner yang tepat, mesin V6 VR38DETT bawaan R35 bisa diperas hingga menghasilakn 1.000hp!

Untuk versi Nismo model year 2020 sendiri R35 dibekali dapur pacu standara yang bisa menghasilkan daya maksimum hingga 600 hp dan mampu mengantarkan supercar ini berakselerasi 0-100 km/jam hanya dalam waktu kurang dari tiga detik dengan sangat mudah. Pada sebuah wawancara Hiroshi Tamura kembali menyebutkan bahwa distribusi massa yang sempurna pada GT-R R35 lah yang menjadi kunci performa sang Mechagodzilla hingga sanggup menekuk Ferrari dan Lamborghini yang harganya berkali-kali lipat lebih mahal.