Dalam modifikasi mesin sekurangnya ada dua konsep besar yang selama ini dikenal. Yakni memaksimalkan potensi tenaga mesin tanpa komponen induksi tambahan atau dikenal juga dengan naturally aspirated (N/A), dan dengan tambahan forced induction berupa turbocharger atau supercharger.

Kalau bicara soal turbocharger dan supercharger, meski keduanya adalah perangkat pemampat udara mesin, sejatinya memiliki kinerja dan karakter yang berbeda. Paling terasa adalah soal power supply yang mulai bekerja dalam rentang putaran mesin yang signifikan. Tak ayal, hingga saat ini masih menjadi perdebatan para pelaku otomotif terkait mana komponen forced induction terbaik dari keduanya.

Lantas apa saja perbedaan pada kedua jenis doping mesin ini?

Turbo Custom Lead

Turbocharger atau biasa disebut turbo dianggap lebih efisien dari supercharger. Sebab kipas turbinnya berputar untuk mengolah aliran gas buang knalpot menjadi suplai energi. Gas buang akan berjalan melalui turbin yang akan memutar kompresor. Turbin sendiri bisa berputar bahkan hingga 250.000 RPM. Artinya, putaran turbin pada turbo  30 kali lebih cepat daripada mesin mobil sekalipun.

Alhasil udara hasil pemampatan turbin pun tidak memerlukan waktu yang lama untuk digunakan kembali ke mesin. Dengan begitu efeknya turbo akan langsung membuat kendaraan melesat. Secara garis besar turbo membangun tenaga mesin secara eksponensial. Artinya,  input throttle tidak secara langsung sesuai dengan keluaran mesin, alih-alih pada putaran bawah bakal terjadi gejala turbo lag atau jeda tenaga saat pedal gas diinjak, karena embusan gas buang yang akan diolah turbin masih kecil.

Turbo.9
Saat putaran naik embusan gas buang kian membesar, barulah turbo bekerja secara optimal meningkatkan tenaga kendaraan. Selain itu, turbin turbo yang terkena gas buang menjadi panas, mengakibatkan udara masuk menjadi panas. Solusi yang biasanya diterapkan yaitu pemasangan intercooler untuk mendinginkan udara yang akan dimampatkan kembali ke dalam mesin.

Dilihat dari sejarahnya, turbocharger diciptakan oleh insinyur Swiss, Alfred Buchi yang lalu mematenkannya pada 1905. Kemudian pada 1962, pertama kalinya turbocharger diaplikasikan pada kendaraan berjenis muscle car di Amerika Serikat. Pada tercatat General Motors memperkenalkan Oldmobile Cutlass Jetfire sebagai mobil penumpang pertama di dunia yang dipersenjatai dengan peranti Turbo. Mobil yang berbagi platform dengan Chevrolet Impala ini menggunakan Turbocharge Garret AiResearch.

Sejarah yang berbeda soal datang dari penemuan supercharger, pada1860, dua bersaudara Philander dan Francis Marion Roots, pendiri perusahaan Roots Blower dari Connersville, Indiana, mematenkan desain untuk penggerak udara. Kompressor udara ini digunakan dalam mesin pengolah hasil tambang dan aplikasi industri lainnya. Dimana Gottlieb Daimler menerima paten Jerman untuk supercharging mesin pembakaran internal pertama pada tahun 1885. Daimler ini merupakan founder dari Daimler Motoren Gesellschaft yang kemudian menjadi Mercedes-Benz.

supercharger 1

Tidak seperti turbocharger, yang menggunakan gas buang hasil pembakaran untuk menggerakkan kompresor, supercharger mendapatkan tenaganya langsung dari kruk as mesin. Supercharger terhubung dengan kruk as melalui sabuk, rantai atau gear yang membungkus pulley. Pulley ini kemudian terhubung ke gigi penggerak. Gigi penggerak, pada gilirannya akan memutar gigi rotor (kompresor). Ada berbagai desain bentuk rotor kompresor, tetapi tugasnya adalah untuk menarik udara masuk, memadatkannya dan mengalirkannya ke dalam intake manifold.

Pada dataran tinggi, di mana kinerja mesin memburuk karena udara memiliki kepadatan dan tekanan rendah, supercharger juga dapat memberikan udara bertekanan lebih tinggi ke mesin sehingga dapat beroperasi secara optimal.

supercharger 2Udara akan terkompresi sebelum akhirnya disalurkan ke mesin dapat menciptakan tenaga 46 persen lebih besar. Dengan peningkatan asupan udara, dalam prosesnya menghabiskan bahan bakar lebih banyak. Karena terhubung dengan mesin, supercharger hanya bisa berputar hingga 50.000 rpm. Terlebih, muncul kepulan asap ketika supercharger bekerja,  karena tidak dilengkapi dengan wastegaste.

Dengan berbagai kemampuan tersebut, biasanya modifikator atau pabrikan kendaraan memasangkan sesuai dengan kebutuhan. Simpelnya, supercharger unggul di putaran bawah, sedangkan turbocharger untuk lintasan atau jalur panjang

Kira-kira kalian tim supercharger atau turbocharger?