Pameran Modifikasi Otomotif dan Industri Aftermarket SEMA Show 2020 tetap digelar. Saat ini tim panitia masih mencari opsi alternatif untuk menggelar eksibisi yang dihelat pada 3-6 November mendatang. Sebuah langkah konkret mulai dipertimbangkan agar pameran tetap berjalan selagi pandemi global Covid-19 yang melanda di khususnya di Amerika Serikat (AS). Meski beberapa agenda kegiatan terganjal situasi, tetapi panitia  bersikap profesional tetap beraktifitas dengan memperhatikan kesehatan para pelaku industri.

Acara yang diprediksikan akan dipenuhi sekira 150.000 pengunjung di Las Vegas Convention Center tersebut harus beralih menggunakan plarform virtual seperti pada gelaran regional belum lama ini. Pasalnya, jika tetap digelar panitia menilia, para pengunjung yang datang bisa berpotensi menularkan virus Covid-19 di area venue. Dilansir dari situs autoweek.com, SEMA Show tetap optimis dampak pandemi global ini dapat di minimalisir.

sema reddd

“Banyak acara kami dalam jangka pendek ditunda atau dibatalkan. Sejumlah pabrikan kendaraan juga sedang sibuk dengan rencana dan persiapan untuk Pameran SEMA 2020 pada bulan November dan PRI Show pada bulan Desember dengan banyak pertimbangan,” kata presiden SEMA Chris Kersting.

Kersting berpikir bisnis dapat dilakukan bahkan dalam apa yang ia sebut “COVID Economy.” Maksudnya, pihak penyelenggara juga harus menerapkan penyesuaian dengan kondisi saat ini. Tidak lain agar nadi perekonomian khususnya di industri barang aftermarket tetap berjalan.

“Saat ini industri aftermarket sedang melakukan penyesuaian luar biasa, tidak hanya untuk bisnis tetapi juga untuk rutinitas harian. Pada tahap ini, kami masih mendapatkan informasi lebih lanjut tentang berbagai cara perusahaan beradaptasi dengan COVID Economy. Sebagai sebuah industri, yang melibatkan banyak pelaku bisnis dan penggemar otomotif harus bersama-sama menemukan cara untuk melakukan bisnis sambil mengikuti protokol kesehatan, aspek keselamatan, dan kesejahteraan bagi semua yang terlibat. ”jelas Kersting.

Sema 2019 jj

Kepada awak media, Kersting juga menunjukan aktifitas sejumlah partisipan SEMA Show dan eksibitor di situs web coronavirus SEMA yang dapat mengarahkan para member SEMA agar dapat beraktifitas di skena modifikasi otomotif.

“Di sana kita  akan menemukan konten yang mengarah ke sumber daya dan alat lain yang dikembangkan asosiasi untuk membantu industri menangani situasi saat ini. SEMA juga terus bekerja dengan pemerintah untuk mendorong bantuan lebih lanjut. “paparnya.

Kersting mengaku, di masa-masa sulit seperti sekarang ini para member bersifat kooperatif tanpa memaksakan kehendak personal sampai mengantisipasi kerugian yang muncul karena dampak selama pandemi ini. Terlebih, SEMA sudah terbiasa terhadap polarisasi zaman.

sema 2019 adv

“Industri kami secara historis telah melewati berbagai kesulitan. Tapi, kembali lagi dengan modal ketulusan dan komitmen untuk tetap mengembangkan skena modifikasi dunia. Hal seperti pasti bisa kita lewati bersama,” kata Kersting.

Pameran otomotif prestisius ini juga pernah mengalami masa sulit  beberapa tahun ke belakang. Seperti serangan teroris 11 September 2001 silam berdampak pada kondisi keamanan. Atau pernah juga diguncang resesi pada 2009 dan 2010 yang berpengaruh kuat terhadap kegiatan bisnis. Akan tetapi, peserta pameran dan kastemer turut berperan untuk memulihkan kondisi tersebut.

“Saat ini, kami melihat bahwa sebagian pelaku industri dan modifikator berencana memamerkan produk terbaiknya  tahun ini, dan sekitar 2.000 lebih eksibitor diperkirakan memeriahkan venue. Mereka bertekad bahwa SEMA Show akan membantu meluncurkan industri ini ke tahun 2021 yang sukses. “lanjutnya.

SEMA Show com nihhh

Wakil Presiden SEMA Show Tom Gattuso menjelaskan, SEMA tahun ini difokuskan berkontribusi bisnis terintegrasi. Saat ini sedang mengusahakan berperan serius untuk menerapkan “penyesuaian” tersebut. “Kami yakin bahwa akan membangun platform ideal untuk memberikan kepastian kepada semua orang di industri otomotif. Saat ini, kami masih mempertimbangkan agenda dan opsi terbaik yang akan diterapkan nantinya. Terutama untuk membantu industri otomotif  segera pulih,”tutupnya.