Desainer Datsun 240 Z, Yoshihiko Matsuo meninggal dunia di usia 86 tahun pada 11 Juli lalu. Pria yang sudah menekuni dunia otomotif khususnya desain kendaraan ini menerapkan inovasi di unit Datsun 240 Z. Bahkan didaulat sebagai desain yang merepresentasikan mobil modern pada masanya.

Matsuo dilahirkan di Himeji City, Perfektur Hyogo, pada 10 Juli 1934. Dia dikenal sebagai sosok yang hobi membuat sketsa mobil sejak usia anak-anak. Pada saat duduk di bangku sekolah menengah atas, pria yang dikenal tegas namun santai  ini bekerja sambilan sebagai pembuat sketsa desain mobil secara freelance. Ketika Osaka Textile Industri Company anak perusahaan Daihatsu,  saat itu membuka kesempatan ke umum untuk membuat sketsa pikap kecil beroda tiga.

Setelah menamatkan kuliahnya di Nihon University College of Art, Matsuo ditunjuk untuk menggarap konsep desain Daihatsu Midget yang memulai debut pada 1957. Model tersebut kemudian dikenal sebagai mobil terlaris Daihatsu di zamannya. Usai menuntaskan pekerjaannya, Matsuo melamar ke Nissan Motor dan diterima. Satu hal  yang diingat saat itu, ketika pabrikan menugaskan Matsuo membuat sketsa Datsun Baby dengan tim desain Datsun Bluebird 410.

Dirinya mengkritisi desain mobil yang tidak laku di pasaran secara terbuka, Bluebird 1964. “Bagian belakang mobil itu (red: Bluebird 1964) “seperti seseorang yang tengah berjongkok di kloset toilet”ungkapnya. Pernyataan tersebut tentu menimbulkan pro dan kontra, terlebih Datsun Bluebird 411 dirancang oleh rumah desain asal Italia, Pininfarina.

Akan tetapi , Nissan perlu ide-ide segar baru karena penjualan mobil kian menurun. Tak lama setelahnya, Yoshihiko Matsuo didapuk sebagai ketua tim khusus untuk mendesain ulang Datsun Bluebird 411. Hasilnya justru disukai banyak orang versi terbaru itu disukai orang dan penjualannya di dunia melonjak tajam.

Wujud kesuksesan Bluebird 411 facelift tersebut, membuahkan hasil signifikan. Akhirnya Nissan mengapresiasi hasil karyanya tersebut dan mengangkatnya sebagai kepala desain. Setelahnya ide-ide Matsuo gaya desain sebagai mobil grand tourer dengan harga relatif terjangkau untuk Nissan. Pada saat itulah proyek 240Z dimulai.

Setali tiga uang, desain tersebut juga menarik perhatian Yutaka Katayama, sosok yang dikenal secara luas dianggap sebagai Bapak dari mobil Nissan Z. Kendati, Katayama juga kerap berselisih dengan atasannya yang berpandangan konservatif pada saat itu. Keduanya kemudian akan bekerja sama untuk menyempurnakan tampilan akhir mobil Z pertama.

Mobil yang dirancang Matsuo itu diproduksi pada akhir 1969 dan sukses besar di pasar Jepang bahkan di Amerika Serikat.Banyak orang menyebut 240Z sebagai salah satu mobil yang mengubah citra mobil Jepang di Amerika dan Eropa. Selain Bluebird 411 dan 240Z, Matsuo juga membuat konsep desain model Nissan lainnya seperti Cedric 230 atau dikenal sebagai Datsun 200C dan 220C, serta Bluebird 610.

Hanya, tak lama kemudian Matsuo meninggalkan Nissan pada tahun 1973. Meski dia masih berhubungan dekat dengan anggota klub Nissan Z di Jepang dan seluruh dunia. Sejak itu, dia bekerja untuk berbagai perusahaan. Bahkan manufaktur non otomotif juga memanfaatkan kepakarannya, meski sebagai pekerja lepas.Kabarnya sempat tak terdengar. Hingga pada 10 Juli lalu, dia diketahui telah tiada. Kabar itu pun baru diketahui beberapa hari kemudian, setelah keluarganya memberi pengumuman resmi