Unit kendaraan Mini JCW GP dibangun dengan basis kendaraan elegan, dari segi desain dan performa mesin dinilai kompatibel untuk berkendara di jalanan urban. Meski dibekali tenaga sebesar 301 dk yang dikombinasikan torsi 450 Nm sebenarnya sudah relevan dimasukan ke bodi kompak nan eksentrik. Namun, rumah modifikasi asal Jerman, Manhart Performance justru berpandangan lain. Unit kendaraan mungil tersebut mengalami peningkatan tenaga sebesar 350 dk di mesin, sedangkan roda tersalurkan hingga 530 Nm.

Bahkan, mobil modifikasi yang dinamai Manhart GP F350 diklaim jadi sedan “terganas”. Mungkin bisa melawan eksistensi Civic Type R. Siapa sangka, peningkatan tenaga tersebut berkamuflase di bawah tampilan ekstenstriknya. Manhart tidak mengubah mesin  empat silinder berkapasitas 2,0 liter turbo. Performa mesin ditingkatkan melalui remap ECU oleh bengkel spesialis Mini asal Belanda, Beek Auto.

Foto:manhart-performance.de

Karena masih dalam tahap pengembangan untuk mematenkan hasil karya rumah modifikasi sohor tersebut, sejumlah ubahan masih belum rampung. Terlihat dari beberapa komponen seperti carbon intake, downpipe, dan paket sistem gas buang. Terlebih, Manhart memfokuskan performa mesin yang menjadi salah satu ciri khas di sejumlah produk tuning mereka.

Komponen doping mesin turut mengalami ubahan, diantaranya Intercooler Manhart buatan Airtec untuk mengoptimalkan sistem pendingin udara dari rumah keong. Sistem gas buang menggunakan Gasoline Particulate Filter, dan cat-back exhaust system Remus agar bernapas lebih lega. Sedangkan komponen flap control juga disematkan guna menambah serak suara Mini JCW GP tersebut.

Bagian kaki-kaki tidak terlalu banyak dioprek. Manhart mempercayai coilover garapan AST Suspension yang menurunkan hingga 20 mm di depan dan 15 mm di belakang. Ubahan lainnya yang dilakukan yaitu menggunakan velg  Manhart Concave One diameter 19 inci yang dijahit rapi dengan ban non-slip di 235/30 ZR19.

Foto: manhart-performance.de

Secara keseluruhan bagian eksterior sengaja dipertahankan, apalagi fender flare dibuat terpisah dengan sepatbor. Selain itu untuk menghasilkan efek downforce, Manhart GP F350 disematkan spoiler di bagian atas. Dari segi tampilan bodi, Manhart GP F350 tentunya dibuat lewat ide orisinil. Mini Cooper berkelir hitam tersebut ditambah dengan aksen berwarna emas.

Dalam laman resmi manhart-performance.de, konsumen dapat memilih paket lain untuk mendongkrak tampilan dan performa sesuai selera modifikasi yang diinginkan. Misalnya penambahan digital multi-functional gauge sejumlah barang aftermarket yang disematkan produksi Cravenspeed. Paket tuning untuk Manhart GP F350 dinilai belum memasuki tahap final. Manhart terus bereksperimen dengan peningkatan mesin, diantaranya asupan karbon, serta downpipe dan pengaturan sistem pembuangan.

Foto: manhart-performance.de

Maksudnya, paket tuning lain untuk unik hatchback ikonik tersebut mungkin tersedia dalam varian baru. Hal tersebut memuat simplikasi tersendiri, apakah tuning terbaru tersebut memuat perbedaan tenaga yang lebih besar atau menjamah modifikasi komponen lainnya? Tentunya, Manhart menyelaraskan paket tuning dengan gaya modifikasi Manhart. Adapun Manhart GP F350 tersedia dalam edisi terbatas ini belum tertera banderol harga.

Ekspansi ke Indonesia

Sepak terjang Manhart sebagai salah satu tuner yang fokus meningkatkan tenaga sudah sampai ke Indonesia. Terutama kolaborasi karya dengan tuner lokal di unit BMW MH1 CSL. Mobil modifikasi tersebut dibangun dari basis BMW 1M coupe dan dipamerkan pada GIIAS 2018. Peningkatan performa yang dilakukan pada mobil ini meliputi mesin, sasis, ECU, pengereman, suspensi, velg, body parts, sampai sektor aerodinamika. Konsepnya adalah memadukan beberapa bagian terbaik dari beberapa model BMW M yang digabung ke dalam sebuah mobil.

Sang pemilik, Setiadi Sungkono menyebut, MANHART MH1 CSL ini merupakan karya kolaborasi Auto Racing Technic (ART) dan Manhart Performance. Memakai body shell BMW 1M coupe yang kompak, dicangkokkan mesin V8 berkode S65 milik BMW M3. Mesin 4.000cc naturally aspirated ini menggantikan mesin TwinPower Turbo bawaan 1M coupe karena memiliki respon yang lebih baik pada semua putaran. Selain itu, ECU-nya sudah diprogram dengan sofware khusus Manhart Performance sehingga bisa menghasilkan tenaga sebesar 450 hp.

Selain itu ubahan menjamah hingga body part berbahan carbon fiber, sasis,  hingga bobot mobil. Uniknya, pembangunan MANHART MH1 CSL ini juga disupervisi langsung oleh Adam Radkowski, Technical Director Manhart Performance. Hal tersebut menunjukan, Indonesia sudah menjadi salah satu pangsa pasar Manhart Performance, bahkan dengan memperhatikan kualitas pengerjaan tier 1. Tentunya dengan gaya berkendara di sirkuit dan harian tetap nyaman digunakan.

Lantas, mungkinkah Manhart GP F350 akan hadir di Indonesia? Apalagi para pengguna pabrikan Mini jamak di temukan dengan gaya eksentriknya.