Kisah Balap Jalanan Khas Jepang: Wangan

- Advertisement -

Kalau 23-25 Februari kemarin sempat datang ke event NMAA Top 30 Modified Cars di Autopro Indonesia, Jakarta Convention Center, pasti kalian lihat sosok Honda Civic Nouva hijau yang meraih pengakuan sebagai “Ultimate Builder”, di antara deretan mobil modifikasi berkualitas yang dipamerkan.

Dengan segala modifikasi proper yang dilakukan Ricky Dianto, pemiliknya, membuat Civic itu patut disejajarkan dengan hasil pengerjaan tuner luar negeri. Maka rasanya hanya orang dengan passion modifikasi tinggi, yang bisa menciptakan karya modifikasi berkualitas tanpa cela seperti itu.

Sejujurnya, melihat tampilan Civic Nouva yang nyaris “sleeper” itu, mengingatkan saya pada kisah balap jalanan khas Jepang. Selain Kanjozoku yang gaya modifikasi simpelnya sudah mulai diterapkan di sini, ada pula Wangan, dan Touge Racing. Maka tulisan ini pun akan dibagi menjadi beberapa bagian.

1

2

Bagi kalian yang familiar dengan nama Isami Amemiya (founder RE Amemiya), dan Smokey Nagata (terima kasih kaos dan tanda tangannya di Osaka Auto Messe) bos Top Secret, ketahuilah mereka adalah bekas anggota Mid Night Club, perkumpulan balap jalanan ilegal sohor di Jepang medio 1980-an.

Mid Night Club inilah yang disebut-sebut memelopori balapan ilegal di jalan raya selepas tengah malam di Wangan/tepian teluk (bayshore). Lokasi yang diambil adalah Shuto Expressway yang memiliki landmark Rainbow Brigde dan melewati pulau buatan Odaiba di Tokyo.

3 4

Yang menarik, untuk jadi anggota, salah satu syaratnya adalah pembalapnya wajib memiliki mobil modifikasi yang bisa ngebut sampai 250 km/jam. Pilihan mobilnya pun tak main-main, mulai dari Nissan Fairlady, Skyline GT-R, sampai Porsche 930 Turbo. Makanya tak heran kalau hanya golongan menengah-atas saja yang bisa jadi anggotanya.

Selain itu, di antara anggota sangat dilarang berkenalan lebih dalam, terutama membicarakan profesinya masing-masing. Tak lain untuk menghindari pelacakan pihak berwenang soal identitas serta modal upgrade performa mobil para anggota. Kabarnya para pebisnis “kakap” sampai Yakuza, jadi bagian dari kelompok penyuka kebut yang misterius ini.

Konon hanya 10% anggota Mid Night Club yang bisa jadi anggota kehormatan, yang ditandai dengan menempelkan stiker klub di kaca depan. Kalau ada anggota non resmi yang pakai stiker serupa, dijamin mobilnya langsung dibakar!

5

6

Kalau kalian nonton “Legend of Speed” yang dibintangi Ekin Cheng, maka aturan yang berlaku untuk balap Wangan hampir sama seperti yang digambarkan pada film tersebut. Dimulai dari rolling start. Akan ada satu mobil yang bertindak sebagai pemberi tanda klakson dimulainya balapan.

Dan mobil ini akan selalu berada di belakang, sekaligus untuk mengawasi berlangsungnya balapan. Jika sampai ada anggota terindikasi mencelakakan diri sendiri atau lawan balapnya, maka ia tak hanya akan digugurkan balapnya, tapi juga dikeluarkan dari keanggotaan Mid Night Club.

7

Meski kelompok pembalap jalanan ini melawan hukum, nyatanya mereka punya aturan dasar yang harus ditepati. Jika pada balapan yang dilakukan para anggota Mid Night Club menimbulkan korban pengguna jalan umum, maka kelompok ini akan dibubarkan selama-lamanya.

8

Akhirnya, apa yang tak diharapkan terjadi. Meski anggota Mid Night Club tak terlibat langsung kecelakaan yang melukai 6 pengguna jalan, kelompok ini harus berjiwa ksatria membubarkan diri sebagaimana aturan dasarnya. Karena saat itu, salah satu anggota Mid Nigt Club sedang terlibat balapan dengan anggota Bosozoku (penyuka modifikasi ekstrem) yang mabuk.

Sampai saat ini, Mid Night Club terus menjadi legenda. Dan hanya Smokey dan Isami, yang berani membuka kisah masa lalunya sebagai bekas pembalap Wangan.

Related Articles

Stay Connected

22,935FansLike
0FollowersFollow
3,124FollowersFollow
- Advertisement -

Latest Articles