Suspensi merupakan perangkat vital di mobil. Meski bentuk dan sistemnya beragam, suspensi memiliki tujuan yang utama. Yakni memberikan kenyamanan bagi si pengendara dan juga handling yang baik. Maka setiap perusahaan mobil akan melakukan berbagai tes dan penelitian agar suspensi mobil hasil produksinya dapat memberikan kenyamanan secara optimal. Produk aftermarket pun tak mau kalah, mereka malah  men-develop parts suspensi yang bisa meningkatkan kemampuan handling secara paripurna.

steering-and-suspension_src_1

Secara lebih spesifik kita akan bicara soal sokbreker, dimana tabung pegas ini bisa dibilang yang paling banyak mempengaruhi karakter mobil. Atau dalam dunia aftermarket diganti dengan coilover. Nah, yang harus diketahui, sokbreker dan coilover ini umurnya tak abadi. Terutama pada bagian seal yang terbuat dari bahan karet.

tein-street-flex-coilovers

Sebab sokbreker atau coilover bekerja pada masing-masing ban. Ia membantu pegas yang menjadi penopang utama beban mobil dalam meredam getaran. Semakin seringnya terkena guncangan dengan beban berlebihan, daya tahannya pun akan semakin berkurang. Akibatnya, sokbreker dan coilover bisa menjadi lemah yang mengakibatkan bodi kendaraan terasa melayang saat melaju.

Ferrari F40 moving

Tapi penggantian parts bukan satu-satunya jalan untuk kembali mengoptimalkan kaki-kaki mobil. Kamu bisa melakukan tindakan preventif yanglebih efektif ketimbang menghamburkan uang untuk membeli satu set sokbreaker/coilover setiap tahun. Maka coba ikuti tips merawatnya di bawah ini;

  1. Sebisa mungkin hindari jalan yang berlubang dengan kecepatan tinggi. Kalaupun harus berhadapan dengan kondisi jalan yang kurang merata, perlambat mobil saat menerjang lubang. Jika dalam kecepatan tinggi akan menyebabkan suspensi bekerja lebih keras dan berakibat berkurangnya umur sokbreaker.
  2. Jangan membebani kendaraan dengan muatan yang melebihi takaran pabrikan. Jika beban berlebih, artinya suspensi juga harus bekerja keras. Efeknya, komponen sokbreker/coilover akan cepat aus dan sulit bekerja maksimal. Bahkan, oli yang ada di dalam tabung akan bocor dan efeknya  mobil akan terasa goyang saat dikendarai.
  3. Bersihkan sokbreker dari kotoran yang menempel secara berkala. Ini penting! Sebab jika terdapat kotoran di sisi-sisi tabung sokbreker yang bekerja, maka akan mempercepat keausan seal (karet) maupun piston.