Di pasaran otomotif, velg mobil  bekas menjadi komoditas yang patut diperhitungkan. Pasalnya penjualan tiap tahun terbilang kompetitif, data di pasar juga melonjak drastis. Masih banyak car enthusiast yang berebut komponen spare part mobil hingga ke pojokan pasar loak. Hal tersebut menjadi opsi alternative  untuk mendongkrak tampilan mobil sesuai selera modifikasi yang digemarinya.

Tak terkecuali salah satu bagian pada komponen kaki-kaki mobil, velg bekas. Meski nilai gunanya sudah berkurang, velg bekas menjadi pilihan alternatif lantaran harga yang dibanderol dinilai lebih ekonomis.

“Pelek bekas atau preloved tetap laku di pasaran, karena selain harga lebih murah. Beberapa modelnya sudah ditambah sentuhan modifikasi,” ujar punggawa Autodistro Harry Deje, saat dihubungi oleh NMAA Media Team, Kamis, (13-Februari-2020).

pelek racing pak deje 2

Foto: ist @dejeizm

Ia menjelaskan, Selain menawarkan harga ekonomis, terdapat velg yang sudah langka ditemukan di pasaran atau dalam sebutan lain, rare. “Seperti pelek Rays tipe TE 37 Ultra yang dibanderol dengan harga tinggi. Sedangkan merk lain seperti Enkei, Reisen atau Weds Sport beberapa tipenya juga bisa disebut rare,” ujar Harry Deje

Tipe andalan dari pabrikan pelek asal Jepang Rays Wheels ini hadir dengan desain palang 6 yang ikonik. Biasanya dipakai untuk mobil bergaya sport atau balap. Misalnya untuk Volk Rays pelek tipe TE37 tersedia mulai dari ukuran 14×5 inci (offset +45), 18×8,5 inci (offset +40), atau custom semisal ukuran 15×8 inci.

Foto: Ist @dejeizm

Foto: Ist @dejeizm

Beberapa tipe velg mobil yang muncul di gerainya didominasi oleh velg keluaran Jepang. Karena disesuaikan dengan mayoritas pengguna mobil harian di Indonesia. Terlebih mengacu pada tren yang sedang digemari para car enthusiast.  juga terdapat sejumlah tipe rare. “Pelek bawaan dari mobil eropa biasanya mahal, apalagi untuk seken harganya bisa naik tiap tahun,” terangnya.

Untuk satu set velg seken Autodistro membanderol dengan harga variatif sesuai dengan ukuran, desain hingga proses pembuatan pelek:casting atau forging sampai satu set pelek dengan kondisi rare.”Harga satu set untuk pelek seken dibanderol mulai dari Rp. 5 juta sampai tak terhingga karena sesuai dari kelebihan pelek itu sendiri,” sebutnya.

Satu set pelek seken di Autodistro memuat garansi selama dua bulan, sebab Harry dengan tim sudah mengkurasi beragam pelek seken yang masuk ke gerainya. Dengan jam terbang di ranah otomotif , ia menjamin tiap produk sebelum dijual harus sudah lolos tahap pengecekan. Luar biasa!

Tidak Banyak Berubah

Tampilan pelek yang sedang tren di kalangan publik modifikasi tak banyak berubah, cenderung masih bermain di segi ukuran dan warna, misalnya pelek yang dipernis menjadi Anodize Colour. Memuat tampilan warna lebih berani, pelek yang dapat memperindah tampilan sektor kaki-kaki menjadi lebih elegan dan kekinian ini dapat diperoleh dengan membeli produk aftermarket atau dengan cara repaint.

Menurut Harry, pameran modifikasi otomotif  Tokyo Auto Salon pada Januari lalu, berpengaruh terhadap gaya modifikasi lokal, sebab perhelatan akbar modifikator tersebut kerap menjadi referensi pemilik kendaraan bermotor untuk mengaplikasikan tampilan kendaraan sesuai selera dan kegemarannya.

“Event Tokyo Auto Salon lalu banyak yang pakai velg berwarna Anodize, karena menghasilkan warna yang mengkilap dan menghasilkan efek krom ini  tingkat ketahanannya cukup tinggi,”tandasnya.

Nah buat kalian yang ingin memodifikasi mobilnya dengan keren, balutan velg original khas anak Selatan Jakarta, kontak @dejeizm dari gerai Autodistro sekarang!

#NMAAProudMember