Meningkatkan performa mobil bisa juga dilakukan dengan menyetel ulang perangkat komputer yang terdapat di komponen mesin. ECU atau Engine Control Unit yang berfungsi untuk memberikan stimulus di sejumlah komponen mesin, dapat di re-tuning sesuai kebutuhan. Salah satunya dengan opsi Stand Alone ECU untuk mengatur pengoptimalan suplai bahan bakar dan timing pengapian  limiter, fuel acccelation, injector timing, rpm stasioner, hingga pemundur waktu pengapian saat mesin overheat.

Secara spesifik opsi peningkatan performa ECU dibagi menjadi dua, pasang piggyback atau  Stand Alone ECU. Dari segi teknis piggyback merupakan perangkat opsional yang dipasang di ECU bawaan. Opsi piggyback merupakan alat tambahan yang tetap memerlukan ECU standar. Tugasnya memanipulasi info dari sensor menuju ECU atau memanipulasi perintah ECU ke injector.

ecu piggyback

Cara pertama yang dilakukan Piggyback diantaranya menghadirkan fitur Open Looper, tentu membuat semprotan bensin di injektor memiliki rentang yang merata di seluruh putaran RPM. Sedangkan cara kedua dapat dilakukan lebih detail lagi lewat penambahan perangkat Fuel Controller. Prinsipnya lebih ke detail pemakaian, semprotan bensin dibagi menjadi tiga: low, middle dan high. Prinsipnya Fuel Controller dapat di optimalisasi dengan kebutuhan berkendara.

Opsi Piggyback merupakan solusi yang simple dan hemat biaya. Retuning mesin dapat dilakukan dengan menancapkan kabel khusus ke port OBD-II, nantinya mapping akan membaca kode dari ECU. Opsi ini terbilang praktis dilakukan untuk mobil produksi sekitaran tahun 2000 meski hanya beberapa unit yang dapat kompetibel.Ecu Tuning stand alone

Stand Alone dirancang khusus untuk memberikan kontrol penuh pada proses tuning, mengontrol kemampuan mengendalikan hampir semua komponen mesin menggantikan plug-in ECU bawaan pabrik yang biasanya memasang banyak kabel atau perangkat opsional lain. Penyetelan dilakukan secara real-time, artinya secara otomatis dapat langsung melihat hasil retuning. Selain itu lebih cepat mengoptimalkan tune, kabel atau sensor, juga mudah untuk menambahkan sensor tambahan.

Banyak produk aftermarket Stand Alone di pasaran juga sudah termasuk fungsi-fungsi canggih seperti on-board logging data dan fitur motorsport seperti kontrol peluncuran, anti-lag dan kontrol traksi. Perangkat ini dapat mengintegrasikan semua fitur motorsport canggih dengan penyetelan langsung real-time dan analisis data lanjutan. Produk aftermarket ini bisa menggantikan ECU orisinil. Beberapa keunggulan diantaranya bisa mengubah setelan mesin secara detail, juga banyak fitur yang bisa dimanfaatkan.

motec m150 ecu

 

Penggantian ECU ini bisa dilakukan sesuai keperluan berkendara setiap car enthusiast. Adapun untuk menambah Piggyback memakan biaya sekitar Rp5 juta sedangkan Stand Alone cukup merogoh kocek dalam dengan harga Rp10 juta hingga Rp 25 juta.