Livery pada mobil balap yang kaya dengan warna fungsinya bukan sekadar fashion lho! Livery juga menggambarkan ciri khas tim atau sebagai branding sponsor. Tak heran jika kemudian livery pada mobil balap didesain dengan sangat serius. Bahkan saking bagus dan ikoniknya livery, penggemar tim balap atau merek tertentu ikut menerapkannya ke mobil kesayangan mereka.

Nah, di bawah ini adalah beberapa livery legendaris nan ikonik. Siapa tahu kamu terinspirasi untuk memodifikasi tampilan mobil dengan livery-livery tersebut.

Brock Racing Enterprises (BRE)

Di awal masa branding produknya Brock Racing Enterprises (BRE) tidak membuahkan hasil signifikan, bahkan BRE lebih terfokus pada produk aerodinamika dan desain cat dasar kendaraan. Melihat kondisi tersebut perusahaan mempertimbangkan untuk mengkonsep ulang strategi branding mereka dengan membuat livery dengan memadukan warna biru, merah, dan putih yang dipasang ke Datsun 510 pada 1967. Fokus livery ini tak hanya soal warnanya, namun dua garis miring yang melintang di sepanjang fender hingga pintu membuatnya sangat identik dengan mobil-mobil keluaran Datsun.

bre datsun john morton

Gulf Racing
Di tengah tuntutan sponsor, dan branding. Tidak ada yang mampu menandingi eksistensi kombinasi warna  biru dan oranye milik Gulf Racing. Desain livery terbaik satu ini, diakui oleh sejumlah komunitas balap selama hampir seabad. Hingga sekarang desain mereka banyak diterapkan pada mobil modifikasi, produk aftermarket sampai diecast. Motto dari desain mereka mengandung filosofi Gulf Powder Blue yang berwarna cerah, kontras dengan jeruk Marigold dan garis hitam tebal.

Ford GT 40 Le Mans Top Gear

Martini

Martini lekat dengan ingatan mobil Lancia yang piawai dalam rally era 80-an. Bila Gulf identik dengan Le Mans, maka livery martini ini memang sangat identik dengan reli. Sempat juga Porsche yang menggunakan livery Martini telah berlaga di Le Mans dan berhasil memenangkan beberapa kali kejuaraan pertisius ini. Martini Racing berhasil menjuarai Le Mans 1971, 1976, dan 1977. Livery garis biru tua, biru muda dan merah yang melekat dalam monster-monster Lancia pun kemudian turut menjadi bagian sejarah rally yang tidak bisa dilepaskan. Itulah kenapa inget Lancia, inget Martini. Inget Martini, inget Lancia.

Lancia Martini 1991 classiccar

STP

STP tetap diperhitungkan di antara desain mobil NASCAR yang paling terkemuka sepanjang masa. Pada 1969, pembalap legendaris Mario Andretti memenangkan Indianapolis 500 dengan livery garis berwarna oranye,  merah dan biru muda. Andetti berhasil menyabet Kejuaraan Mengemudi nasional pada saat itu. Baru pada pertengahan  1971, STP fokus untuk menggarap konsep mobil NASCAR, mensponsori pembalap Hall of Fame legendaris seperti Fred Lorenzen.

STP hiconsumption livery

BMW M POWER

BMW memiliki racing program yang merupakan cikal bakalnya BMW M sejak 1972. Saat itu divisi racing program tersebut bertanggung jawab men-develop mobil-mobil balap BMW untuk memgeluarkan performa terbaiknya. Selain itu, divisi ini juga memiliki livery khusus pada tiap mobil balapnya, berupa pola garis tiga warna (biru, ungu, dan merah) langsung dikenali sebagai  mobil balap BMW.

Ketiga warna tersebut mewakili penghormatan terhadap bendera Bavaria dengan warna biru terang, sementara garis merah merepresentasikan kemitraan BMW dengan Texaco, anak perusahaan minyak yang populer di zaman itu. Di tengah-tengah, garis ungu (atau biru tua) mewakili persatuan kedua perusahaan.

BMW CSL Pinterest

Castrol

Castrol Oil telah menjadi sponsor utama di sejumlah kompetisi balap. Selain itu perusahaan oli ini juga mulai mengiklankan produknya melalui livery di sejumlah mobil balap dengan paduan warna yang sangat identik.  Castrol Oil yang dikenal dengan perpaduan warna hijau dan merah menerapkan warna yang sama pada livery-nya termasuk imbuhan nama produknya. Yang menarik, livery Castrol akan ditemui tak hanya di balapan mobil tetapi juga motor.

Castrol-Oil livery