Chevrolet memiliki varian mesin yang banyak dicari para modifikator. Mesin tersebut adalah seri LS V8 yang di Indonesia sendiri biasa digunakan untuk modifikasi mobil-mobil speed off-road. Belum lama ini, General Motors (GM) meluncurkan varian mesin LS terbaru.  Memuat spesifikasi 7,0 liter 570 daya kuda (dk) berkonfigurasi V8, dinamai LS427 /570. Memiliki bentuk seperti peti atau crate, mesin ini didasarkan pada LS7 V8 di unit C6 Z06 Corvette dan Chevy Camaro Z / 28.

Melalui laman resmi General Motors, dari sejumlah peningkatan tersebut, pihaknya mengklaim LS427 / 570 yang baru lebih baik dari sebelumnya. “LS427 / 570 dengan berbagai ubahannya dibangun dari mesin LS7 yang legendaris dan biasa dipacu di arena balap. Jadi mesin crate LS yang paling kuat dari seri sebelumnya,” kata Manajer Grup Pemasaran Spesialis GM, Jessica Earl.

Foto: motor1.com

Dibandingkan rakitan mesin produksi LS7,  mesin terbaru ini memiliki wajan oli aluminium F-body dan pompa oli basah-spesifik. Komposisi mesin tangguh berbasis keluarga varian LS ini memiliki karakter dan produksi tenaga lebih optimal. Bisa untuk diaplikasikan di proyek modifikasi mesin. Beberapa peningkatan yang terdapat di varian 427/570 ini diantaranya menambahkan cam-poros baru, pegas katup, poros engkol baru, batang penghubung titanium. Selain itu terdapat intake manifold berprofil rendah.

Desain yang kuat ini meningkatkan besaran dk dari 505 di unit C6 Z06 menjadi 570 dk. Desain ulang yang komprehensif tersebut diharapkan dapat meraih kesuksesan yang sama dari model pendahulunya di ajang balap. LS427 / 570 mengandalkan hisapan piston secara murni atau Naturally Aspirated (N/A) paling kuat dari deretan portofolio unit mesin crate GM. Tetapi dengan kekuatan yang mengesankan ini datang pengorbanan kemampuan jalan LS427 / 570 karena LS427 / 570 tidak legal di jalan.

Foto: Pinterest

GM menyatakan, mesin terbaru  ini khusus untuk segmen mobil balap dan bermaksud menjadikannya sebagai alternatif pilihan untuk dilirik jadi salah satu jantung pacu andalan. Alih-alih tenaga yang dihasilkan untuk penggunaan mengemudi hanya di jalanan urban. Apalagi siklus penggantian mesin V8 yang terbilang lambat di mobil produksi massal.