IMX Rilis Theme Song “Indonesian Pride” Tepat di Hari Kemerdekaan RI

- Advertisement -

Tiga musisi asal Kota Bandung berkolaborasi dalam satu nomor lagu berjudul Indonesian Pride. Lagu ini merupakan theme song Indonesia Modification Expo (IMX) 2020. Diantaranya duo rapper Juggermouth ( Endo, Jism), Manshur Angklung dan DJ Henry Firstya. Menariknya kolaborasi lintas genre tersebut membuahkan musik easy listening. Belum lagi, dibalik lirik dan musik yang digarap serius itu para musisi bereksplorasi lebih luas. Tentunya agar berkorelasi dengan musik khas car culture di sejumlah film.

Video berdurasi 3 menit itu, terdapat dalam kanal Youtube NMAA TV. Pada scene awal menampilkan dua produk “local pride” Karma Body Kit bersanding  membawa pusaka merah putih. Diiringi beat musik khas EDM yang dikombinasikan suara angklung. Sudah terlihat pembukaan video yang digarap apik oleh Kreator Digital, Gorilla Flava.

Bercerita tentang proses kreatif, Manshur Angklung banyak mengulas tahap eksekusi yang tentunya menguras tenaga. Secara teknis memang terbilang sederhana, perpaduan tiga genre musik dalam theme song seolah mendeskripsikan geliat otomotif di tengah keterbatasan masa pandemi.

“Proses kreatif dibalik theme song IMX terbilang istimewa. Khusus saya sendiri lebih kreatif selama menggali potensi dan ide untuk dikembangkan dalam theme song tersebut,” ujar Manshur .

Manshur mengatakan,”Indonesia Pride” bak sebuah angin segar diantara karya musiknya. Bisa dibilang sebuah intermezzo dari kejenuhan selama pandemi. “Bahkan ketika dimintai membuat theme song saat itu, secara impulsif harmonisasi dalam lagu tidak membutuhkan waktu lama,”kata musisi nyentrik tersebut.

Ia seolah menjaga tema sesuai dengan semangat kolaborasi, sekaligus jadi momen kebangkitan industri modifikasi. Komposisi nada yang dihasilkan bersifat persuasif, merepresentasikan semangat serta kebanggaan terhadap karya anak bangsa di kancah modifikasi. Jelas terdengar alun, kekompakan tersebut juga tercermin secara eksplisit menjadi proyeksi kemeriahan IMX 2020 sebagai  Pelopor Event Otomotif Hybrid pertama di Indonesia.

Bermodalkan angklung yang dimodifikasi menyerupai piano, jari jemari Manshur seolah menari di atas tuts angklung. Nada diatonis angklungnya dapat dipadukan dengan hampir semua genre musik. Dari mulai pop, dangdut, jazz,hingga EDM. “ Nah, karena musik yang kami hadirkan relate  dengan tema Indonesian Pride itu sendiri. Musik tradisional dan modern itu bisa disandingkan secara  egaliter,” jelas Manshur.

Sejak mendalami musik angklung 2012 lalu, sebenenarnya banyak karya yang diciptakan olehnya. Akan tetapi, Manshur lebih santai dalam merilis hasil projectnya. Sebelumnya ia sudah terbiasa collabs dengan Henry Firstya, DJ muda yang piawai memainkan launch pad. Dengan tagline “Bring Angklung To The Next Level” pria bernama lengkap Manshur Praditya tersebut melanjutkan, angklung sebagai medium berkarya . “Momen ini senada dengan awareness yang digaungkan untuk berkarya lebih kreatif lewat komposisi musik tradisional dan EDM,”lanjut Manshur.

Dikatakannya, aransemen musik dikerjakan dalam waktu tiga hari tersebut juga tak luput dari beat-beat EDM yang digarap apik Henry Firtstya. Dalam kesempatan yang sama, Henry menghadirkan hentakan beat lebih enerjik. Tak heran jika hasilnya sangat sensasional. “Karya ini tentunya merupakan hal berbeda, sejak saya mulai kolaborasi dengan Manshur Angklung, stigma terhadap musik EDM yang identik dengan klab dan kesan negatif meluntur. Selain itu, di theme song IMX kami bertemu lagi dengan komposisi musik lebih variatif,”papar Henry.

Ia mengaku, dua rapper yang  juga mengisi olah vokal dalam theme song, Juggermouth  mampu mempertegas tagline Indonesian Pride. “Meski dasar bermusik saya berbeda dengan Manshur  Angklung, tapi menyoal hasilnya saya lebih eksplore dan presisi dalam berkarya. Terlebih Juggermouth merupakan musisi rap andal dalam meracik komposisi lirik,” terangnya.

Selami Car Culture

Para pemadat rima , Juggermouth mengisi muatan lirik dalam Indonesian Pride. Dua rapper yang malang melintang di scene Hip Hop Kota Kembang, Endo dan Jism, menyuarakan semangat kolaborasi. Tak hanya itu, muatan lirik bak oase di tengah padang pasir. Keduanya saling sahut-menyahut suarakan semangat kolaborasi. Bahkan tak tanggung-tanggung penggarapan lirik dalam “Indonesian Pride” melewati tahap riset yang dilalui.

“Kita enggak expect berlebihan, yang paling penting  fokus di tahap riset dan eksekusi secara profesional. Ternyata hasil kolaborasi ini membuahkan produk musik berbeda. Kami antusias garap lirik bersama kang Andre Mulyadi (Red: Founder NMAA),” jelas Endo.

Berbeda dengan mayoritas musik rap, lirik yang berisikan komposisi 16 bar chorus seperti mayoritas lirik rap dikesampingkan. Komposisi berbeda digarap untuk menambah lugas pesan dalam theme song tersebut. “kami manfaatkan waktu buat ngegarap project ini, sebelumnya lirik memang jadi relatif singkat tapi memuat point of view,” ujar penggenggam microphone yang sedang menggarap album pertama ini.

Terutama, dari komposisi lirik Indonesia Pride dibuat dengan bahasa yang mudah dimengerti. Hal ini tentu berbeda dengan lirik lagu “Steamfunk” yang sarat dengan muatan sarkas. Namun tak menghentikan langkah mereka jika berbicara tentang profesionalitas sebagai musisi. “justru kreativitas itu yang membedakan tiap musisi, mungkin secara proses atau teknik sama. Akan tetapi, hasil selalu mencirikan karakteristik tertentu. Lebih original ,” tutup Endo dan Jism.

Kolaborasi musisi lintas genre ini bakal menambah semarak gelaran IMX 2020 Hybrid Event di awal Oktober mendatang. Pesan tiketnya sekarang di platform loket.com

#Indonesianpride #IMX2020Hybrid Event

Related Articles

Stay Connected

22,935FansSuka
0PengikutMengikuti
3,590PengikutMengikuti
- Advertisement -

Latest Articles