Jawab Ketidakpuasan Generasi 911 Modern, Singer Vehicle Design Bangkitkan Aura Khas 911

Restorasi mobil  klasik masih digemari para penggemar modifikasi. Selain memiliki keunikan dari sisi sejarah, opsi tersebut dapat menambah kesan estetik. Bahkan, tak sedikit yang rela merogoh kocek dalam-dalam untuk menghadirkan hasil perpaduan restorasi dan teknologi terbaru. Seperti unit kendaraan sport asal Jerman, Porsche. Khusus pada generasi 911  lansiran 1963 hingga 1989, mobil berjenis sport tersebut punya spesifikasi mesin Flat Six 3600cc atau biasa disebut mesin boxer dengan sistem pendingin udara.

Karena peraturan berkendara dan emisi gas buang yang ketat, Porsche menghadirkan 996 yang diklaim lebih efisien menggunakan sistem pendingin radiator. Alih-alih diminati oleh pasar kendaraan, generasi Porsche 911 modern ini tidak disukai banyak orang. Padahal pabrikan mengklaim mesin sistem pendingin radiator tersebut lebih praktis dalam perawatannya. Akan tetapi, mayoritas penggemar Porsche beranggapan bahwa Porsche 911 yang “murni” adalah yang versi klasik.

Foto: Single Vehicle Design

Tingginya minat penggemar terhadap generasi 911 tersebut menginspirasi tuner asal Amerika, Singer Vehicle Design (SVD) menggali kembali potensi 911 klasik dengan  paket restorasi modifikasi (Restomod) khusus Porsche 911 berpendingin udara. Hanya memerlukan tiga kata untuk mendeskripsikan konsep Restomod: Restorated,Reimaginated,Reborn.

Rob mengajak klien ke momen kejayaan 911 klasik dengan menggabungkan modifikasi bergaya orisinal tahun 60-an, gaya ras klasik tahun 70-an, kinerja mobil tahun ’80 -an dan ’90 -an. Konsep ini dipatenkan dalam setiap project restorasi sekaligus visi SVD yang kerap diucapkan Rob “We celebrate Porsche’s heritage”.

Foto: Single Vehicle Design

Untuk mewujudkan idenya tersebut, Founder sekaligus Creative Director SVD, Rob Dickinson mewujudkan ide modifikasi lebih serius setelah membeli 911E (1969) milik Hans Lapine, putra kepala desain Porsche terkenal Anatole Lapine.  Dalam menghadirkan karya modifikasi orisinal, Rob membangun kendaraan untuk keperluan harian dan balap. Lalu, modifikator sekaligus Vokalis dari band rock Catherine Wheel ini melakukan riset secara mandiri. Hal ini bertujuan untuk mendapat karakter khas karya rumah modifikasinya untuk mematenkan konsep 911E.

Foto: Singer Vehicle Design

Menurutnya, generasi 911 klasik merupakan line up terbaik Porsche yang dapat beradaptasi dengan sejumlah gaya modifikasi. Dari racing style, drift, retro sampaimodifikasi  ALTO (All Ligth Terrain Offroad). Selain itu, generasi 911 tercatat dalam salah satu mobil terbaik di awal perkembangan ajang  motorsport. Terbukti saat menjuarai balapan Targa Florio dan 24 jam Le Mans (1970-1998).

SVD mengambil 911 klasik keluaran 1969 sampai 1989 sebagai “mobil donor”. Sejumlah mobil tersebut didapatnya dari para relawan dan kolega dekatnya. Langkah pertama yang ditempuh yaitu,  mempereteli unit 911 sampai sasis mobil. Selanjutnya, tahap restorasi pertama dimulai pada bagian eksterior dengan mengubah warna kelir.

Foto: carmagazine.co.uk

Usai proses tersebut, Porsche 911 dipasangi sejumlah body kit berbahan serat karbon mulai bagian bumper, kap mesin, fender, dan engine cover. Langkah ini dapat  memangkas berat agar mobil tampak lebih stabil dan ringan saat dipacu di kecepatan tinggi.

Pada komponen kaki-kaki  sistem suspensi menggunakan MacPherson seperti bawaan di unit Porsche Carrera SC (Sport Classic), ulir per Eibach dan anti-roll bars daru Smart Racing. Langkah tersebut ditempuh untuk mengoptimalkan sistem peredam getaran. Didukung dengan power steering elektrik agar lebih mudah bermanuver atau handling di jalan raya. Terlebih secara bawaan, handling Porsche 911 terasa kaku dan berat.

Foto: SInger Vehicle Design

Langkah restorasi SVD yang paling kentara yaitu tetap mengandalkan Mesin berpendingin udara. Karenanya, rumah modifikasi yang terinpirasi oleh insinyur Porsche Norbert Singer tersebut mempertahankan restorasi 911 dengan menggunakan mesin berpendingin udara. Hal tersebut merupakan karakter khas SVD yang menjamah seluruh modifikasi 911 dari mulai eksterior,interior, dan sektor jantung pacu.

Mesin Flat Six 3600cc dari Porsche 993 ditingkatkan kembali menjadi 3820cc. Raihan tersebut berasal dari ubahan pada ECU Motec. Bahkan dapat menjangkau hingga 360dk  untuk pemakaian normal, dan 425 dk jika pengemudi ingin merasakan sensasi “911“. Sedangkan 0-100 km/h dapat ditempuh hanya dalam waktu 3,9 detik, dengan topspeed mencapai d 274 km/h.

Foto: Singer Vehicle Design-Indiana Polis

Lampaui batas! Inilah generasi Porsche yang diidamkan para penggemar dan kolektor. SVD mampu menyintesiskan Mesin flat six berkapasitas 3600 cc dengan imbuhan teknologi terkini, untuk mobil berusia 40 tahun.  Untuk mengejar prospek kecepatan SVD  mengandalkan sistem 4 piston Brembo. Komponen tersebut “mengintip” dari komposisi velg palang 5 “Zuffenhaus” berbahan alumunium 17 inci yang dijahit rapi dengan ban Michelin Pilot Sport berukuran 235/45 dengan profile tipis.

Sedangkan, warna hitam tampak melapisi bagian kemudi, pedal, dan dasbor. Untuk urusan mesin, Singer Vehicle Design menggunakan mesin 4.000 cc buatan Ed Pink Racing yang mampu mengeluarkan tenaga hingga 390 dk dan sudah terhubung ke sistem transmisi manual 6 percepatan.

Foto: Singer Vehicle Design – Indiana Polis

Di bagian ruang kabin, SVD memasang sejumlah pelapis berbahan premium leather untuk membungkus kain jok, door trim, dasbor, hingga plafon.  Jahitan rapi dengan tingkat presisi mendominasi tampilan interior mobil. Kesan otentik sangat kentara dari ubahan  door trim, dan dasbor mobil dengan warna elegan. Seolah mengajak romantisme di era kejayaan generasi awal 911. Sedangkan imbuhan lainnya terlihat dari tampilan bucket seat atau semi bucket seat yang digunakan, Recaro elektrik serta setir kemudi MOMO Monza, bisa dipilih sesuai keinginan klien .

SVD memasang perangkat modern untuk menunjang kenyamanan berkendara, dari mulai pendingin udara, navigasi satelit dari Garmin, konektivitas iPod serta Bluetooth hingga head unit terbaru. Selain itu panel interior serta tombol dimodifikasi senada, menghidupkan aura klasik kontemporer seperti lampu HID serta sensor spoiler untuk naik-turun sesuai kecepatan.

Foto: Multivu

Kini generasi 911 lahir kembali! Dengan lama pengerjaan kurang lebih 6 hingga 8 bulan di SVD California, Dickinson tidak memaksakan pengerjaan secepat mungkin. Seluruh mobil klien harus sesuai dengan “passion to build” secara personal. Bahkan, calon klien diwawancarai terlebih dahulu untuk menemukan gaya modifikasi yang sesuai dengan keinginan. Adapun paketan restorasi Single Vehicle Design dapat dipilih sesuai kostumisasi klien.

Poin menarik dari rumah modifikasi khusus Porshce 911 ini terdapat pada karakter seorang Rob Dickinson setelah sukses mengembangkan bisnis restorasi besar, pria yang juga sepupu vokalis Iron Maiden Bruce Dickinson, tetap berkomitmen pada konsep restomod. Terlebih momen semasa kecil, remaja hingga hari ini membentuk build mentality Rob terlihat menarik.

-Dari Berbagai Sumber-