Begini Cara Ideal Merawat Mobil Saat Musim Hujan

Memasuki September sejumlah wilayah Indonesia mulai mengalami fase musim pancaroba. Bahkan sejumlah wilayah di Jabodetabek sudah diguyur hujan. Beberapa langkah prefentif pun dilakukan agar dapat beradaptasi  dengan perubahan iklim, tak terkecuali mobil modifikasi.

Agar tetap nyaman dikendarai serta menjaga kondisi mobil tetap prima, para car enthusiast bisa melakukan perawatan khusus di musim peralihan. Kondisi peralihan cuaca ini menyebabkan suhu lembab yang dapat berpengaruh terhadap komponen mobil.

Apalagi mobil modifikasi yang sudah mengalami ubahan pada komponen mesin,kelistrikan,  eksterior, interior sampai kaki-kaki. Selain menjaga kenyamanan selama berkendara, merawat mobil saat musim hujan berpengaruh terhadap kualitas mobil jika hendak dijual kembali nantinya. Berikut sejumlah perawatan mobil memasuki musim peralihan yang bisa diterapkan secara mandiri selagi di rumah

Eksterior Mobil

Merawat bagian mobil yang pertama kali terlihat ini jangan dianggap mudah. Karena sekuat apapun material eksterior, bila dihadapkan pada perubahan suhu atau pancaroba, dapat berdampak pada tampilan eksterior.

Segera Keringkan bodi mobil, karena air hujan yang mengering dapatberisiko merusak cat dan lapisan bodi mobil. Kandungan air hujan yang mengandung asam dan garam bisa menimbulkan karat dan jamur lapisan cat. Sebaiknya gunakan shampo khusus dan bilas menggunakan air pada seluruh permukaan bodi hingga bersih sempurna.

Cek juga Kondisi karet wiper. Jika terlalu kesat tidak akan bisa berfungsi dengan baik. Jangan biarkan gagang wiper tampak menusuk kaca, namun bergerak mengikuti lengkungan kaca saat mengusap. Anda bisa memutar wiper ke arah yang sesuai mengusap, kemudian gantilah karet wiper secara rutin.

Pastikan kita memarkirkan mobil di tempat tertutup agar tidak kotor lagi setelah diguyur hujan. Bila terpaksa parkir di tempat terbuka, pasangkan car cover berbahan silk untuk parkir indoor sedangkan untuk parkir di lahan terbuka pilihlah car cover bebahan nylon.

Foto: Freepik

Interior Mobil

Para car enthusiast  biasanya menyepelekan ruang interior mobil, padahal ruang interior bisa dibilang merupakan bagian paling lembab di mobil. Gaya modifikasi apapun dengan tujuan mendongkrak performa mobil hingga tampilan harus memerhatikan bagian satu ini. Biasanya bagian kabin mudah dihinggapi kuman dan bakteri yang terdapat di sejumlah piranti seperti setir kemudi, shift knob, kaca mobil, jok, konsol hingga sejumlah panel interior.

Merawat interior bisa dilakukan sesuai bahan pelapis yang dipakai. Misalnya interior di mobil pabrikan saat ini didominasi oleh bahan kulit sintetis. Seperti jok, door trim, setir kemudi, dasbor sampai plafon mobil. Biasanya material kulit sintetis punya keunggulan mudah dibersihkan pakai sabun bayi dan air. Bilas dengan kanebo atau lap microfiber.

Sedangkan yang terberat adalah interior berbahan leather. Selain mudah terpapar noda membandel, juga sulit untuk dibersihkan. Bila abai sedikit, permukaan bahan leather akan kusam.

Tak kalah penting, karpet mobil juga mesti dirawat kebersihannya, biasanya bau tak sedap di kabin mobil, muncul dari bagian leg room, akibat jamur yang menyerang di karpet mobil. Solusinya, sediakan alas kaki kering sebagai ganti, bungkus sepatu yang basah.

Foto: Pixabay

Periksa Mesin Mobil

Cara merawat mobil di musim hujan berikutnya yakni rajinlah memeriksa komponen mesin. Air hujan yang mudah masuk melalui celah, bisa mengganggu komponen tersebut. Karena air yang masuk bisa membuat mobil mogok.

Suhu mesin mobil bisa menjadi dingin dengan datangnya hujan terus menerus. Jika mobil terparkir di garasi untuk waktu lama, sebaiknya tetap panaskan mesin secara berkala.

Mobil sebenarnya sudah dirancang untuk terjaga atau kedap air, dan cover mesinnya sudah terlindungi sealant perekat. Namun jika mobil Anda telah mengalami overheat sehingga engine jacket jadi melengkung, menjadi salah satu penyebab mobil Anda mogok.

Hal itu disebabkan dari kebocoran pada ruang pembakaran. Solusinya periksa apakah oli Anda kemasukan air, biasanya oli berubah warna. Ganti oli mesin dan oli gardan setelah terendam banjir untuk mengurangi risiko rusak parah.

Foto: Pixabay

Komponen Kaki-kaki dan Pengereman

Musim hujan dengan kondisi jalan yang lebih licin, membuat ban mobil Anda mencengkeram penuh. Sebaiknya Anda periksa ban mobil dan rem sesuai standar keamanan, supaya tidak membahayakan diri anda dan orang lain ketika berkendara di jalanan licin.

Periksa bagian suspensi, biasanya  kinerja peredam kejut ini  sudah tidak sempurna lagi dan mengeluarkan bunyi-bunyi atau bahkan keras. Sementara bagian kaki-kaki yang menunjang bodi mobil juga sangat rentan terhadap kondisi tersebut.

Sebisa mungkin, sisa kotoran pada bagian kaki-kaki mobil bisa segera dibersihkan, agar tidak menimbulkan kerusakan. Bilas sektor kaki-kaki mobil menggunakan air bertekanan tinggi setelah dipakai saat hujan. Agar lebih bersih, gunakan juga sabun atau shampo mobil. Jangan lupa bersihkan sasis dan ban mobil juga.

Related Articles

Stay Connected

21,787FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Latest Articles