Nissan akhirnya mengenalkan sportcar terbaru Nissan Z Proto. Setelah beredar siluet mobil dengan logo Z yang ikonik, kini sudah terbukti bahwa generasi Z masih relevan dirilis kembali. Setelah kemunculan terakhir generasi Z yaitu 370ZX pada 2010 lalu.

Uniknya, Nissan Z Proto dikonsepkan membawa “Legacy” dari generasi pertamanya, atau dikenal dengan nama Datsun 240Z. Sedangkan untuk produk domestik Jepang dikenal dengan sebutan Fairlady Z. Secara tampilan, Z Proto dibangun dengan perpaduan unsur klasik dan modern.

Dari depan tampak grill pada bagian berbentuk pola persegi panjang. Menunjukan karakter tampilan khas dari garis keturunan generasi Z, lengkap disertai sirip yang seperti generasi Z awal. Kehadiran Z terbaru ini melengkapi line-up produksi dalam keluarga Z series yang sudah malang melintang selama setengah abad. Sesuai namanya, Proto memiliki artian Prototype, karena santer diberitakan mulai diluncurkan secara resmi pada 2023 mendatang.

Deretan generasi Z dikultuskan sebagai mobil berperforma andalan Nissan di sejumlah kejuaraan balap selain generasi GT-R. Banyak orang menyebut 240Z sebagai salah satu mobil yang mengubah citra mobil Jepang di Amerika. Karena harga yang relatif rendah dibandingkan dengan mobil sport seperti Porsche atau BMW. Sportcar yang juga disebut Fairlady ini menjadi populer hingga menorehkan sukses besar bagi Nissan Motor Corporation.

  1. Datsun 240Z

Seri Z mulai diluncurkan pada akhir 1969, generasi pertama ini berawal dari basis Datsun 240Z khusus pasar USDM. Sedangkan di Jepang dikenal dengan Fairlady Z. Peluncurannya merupakan hasil dari penelitian dan pengembangan desain selama 3 tahun yang berhasil menciptakan coupe 6 silinder dua tempat duduk bergaya modern.

Diluncurkan pada November 1969, Fairlady Z meluncurkan generasi pertama Mobil Z di Jepang. Dengan waktu produksi selama 9 tahun, Fairlady Z mendapatkan pengakuan internasional saat bekerja dengan mitranya di AS, Datsun 240Z, untuk menjual lebih dari 520.000 unit – rekor untuk mobil sport dalam satu model.

Untuk pasar Amerika Serikat dan global, Datsun 240Z memakai mesin 2.400cc SOHC yang menghasilkan tenaga 151 HP. Mesin tersebut dikawinkan dengan transmisi manual yang disalurkan ke dua roda belakang (RWD). Konfigurasi tersebut menghasilkan akselerasi 0-100 dalam waktu sekitar 7,8 detik.

Tak heran, berkat Kesuksesan Datsun 240Z di AS, sekaligus menoreh pencapaian melalui ajang bergengsi layaknya kejuaraan motorsport. Agar dapat menurunkan mobil berjuluk Samurai-Z pada 1971,  otoritas Jepang mengeluarkan varian 240ZG yang peruntukannya sebagai homologasi agar 240Z dapat berkompetisi di arena aspal panas alias motorsport Group 4 di Amerika. Beberapa ubahan dilakukan untuk meningkatkan performa dapur pacunya dengan pengurangan bobot dan komponen racing.

Hasil karya desainer kawakan Nissan, Yoshihiko Matsuo ini mampu terjual lebih dari 16.215 unit di Amerika Serikat pada 1970, yang merupakan tahun pertamanya memulai debut. Satu tahun berselang, angkanya naik menjadi 33.684 unit dan naik lagi jadi 45.588 unit pada 1972, dan 46.282 unit pada tahun 1973.

Versi facelift generasi pertama ini menunjukan ubahan signifikan, dari mulai kapasitas mesin 2,6 L dengan tenaga 135 hp. Kondisi tersebut merupakan hasil dari kebijakan emisi.  Tampil dengan wheelbase yang bertambah dari 2.305 mm jadi 2.604 mm. Namun, model yang disebut 260Z juga hadir dalam bentuk 2-seater.

Setelahnya muncul 280Z dengan mesin inline-6 2.8L yang menghasilkan tenaga 170 HP, namun dipangkas menjadi 149 hp. Reputasi Nissan Z generasi kian moncer di lintasan, misalnya ajang Sports Car Club of America (SCCA).

  1. Datsun 280ZX 1980

Kesuksesan berlanjut ke generasi kedua, Datsun 280ZX lansiran 1980. Merupakan mobil terakhir yang dipasarkan dengan nama Datsun. Sedangkan generasi berikutnya dipasarkan dengan nama Nissan. Sejumlah ubahan dilakukan seperti sasis baru, tampilan ruang interior dan dimensi kendaraan yang lebih besar. Segmen otomotif saat itu mengalami tren di sejumlah mobil pabrikan massal, kemewahan dan imbuhan teknologi.

Generasi kedua ini lebih menonjolkan kesan mewah. Terlihat dari interior yang didominasi velour pada sejumlah komponennya, dan  suspensi belakang. Sehingga lebih nyaman untuk berkendara. Dibekali mesin 6 silinder segaris berkapasitas  2.800cc dengan transmisi lima kecepatan. Tapi, karena bobotnya yang besar, raihan tenaga turun hingga 135 hp. Akselerasi mobil dari 0-100 km/jam dalam waktu 11 detik.

Pada 1981 Datsun 280ZX hadir dengan imbuhan turbo untuk mendongkrak tenaga hingga mampu menghasilkan  180 HP. Untuk akselerasi, generasi kedua meraih angka 0-100 km/jam dalam waktu 7,7 detik.

  1. Nissan 300ZX 1983

Pada 1984, 300ZX Z31 diperkenalkan sebagai Nissan Z generasi ketiga menggantikan 280ZX. Kembali hadir dalam format 2-seater. 300ZX menggunakan platform sasis yang sama seperti pendahulunya, namun dengan beberapa improvement yang meningkatkan karakter mengemudi.

Tetap saja, improvement tersebut tidak membuat 300ZX sebaik 240Z, dan dinilai masih terasa seperti mobil Grand Tourer, bukan sportscar. Berbekal mesin 3.000cc V6 turbo dengan tenaga 200 HP, akselerasi 0-100 km/jam bisa ditempuh dalam waktu 7,3 detik.

Meski tidak sepopuler pendahulunya, generasi ketiga ini berjaya di ajang balap. Saat itu 300ZX memulai debut bersama dua pesaing ketatnya, Celica Supra dan Mazda RX-7. Ketiga unit sportcar tersebut bersaing menperoleh pangsa pasar strategis di Amerika. Terlebih generasi ketiga ini adalah mobil pemenang kejuaraan All Japan Rally Championships 1985 dengan jantung pacu yang kian gahar.

  1. Nissan 300ZX 1989

Secara body, Nissan 350ZX generasi keempat lebih lebar dan terlihat modern dengan desain membulat khas mobil modern di eranya. Suspensinya jauh lebih canggih, apalagi dengan tambahan High Capacity Actively Controlled Steering (HICAS), yang memberikan kemampuan rear-wheel steering yang membuat mobil bisa diajak fun to drive.

Nissan 300ZX Z32 masih mempertahankan 3.000cc enam silinder V6 Naturallyh Aspirated, mampu menghasilkan 222 HP tanpa turbo, lebih besar 17 HP dari model terdahulu yang sudah disematkan turbo.  Karena tren pasar yang berubah memasuki dekade 1990-an, 300ZX mengakhiri penjualan di pasar Amerika pada 1996. Generasi keempat ini mampu terjual sebanyak 164.170 unit selama 11 tahun penjualan.

  1. Nissan 350Z

Berdasarkan respon positif, dan juga titah sang CEO baru, Nissan 350Z Z33 akhirnya resmi diperkenalkan pada Juli 2002 di Jepang, dengan pasar Amerika kebagian satu bulan setelahnya. Dalam produksinya, Nissan menerapkan sharing platform dan komponen dalam produksi 350Z. Sebagai contoh, platform FM yang dipakai berbagi dengan Infiniti G35, sementara mesin V6 3.500cc berkode VQ hadir di Skyline dan SUV Pathfinder.

350Z dijual dalam versi lebih variatif, diantaranya: Base, Enthusiast, Performance, Touring, Grand Touring, Track dan NISMO. Mobil ini juga terhitung impresif. Tanpa bantuan turbo, mesin VQ35DE yang dipakai 350Z keluaran 2003 menghasilkan 287 HP dengan torsi 371 Nm. Angka ini terus naik sampai menyentuh 306 HP dengan torsi 363 Nm.

Kedua generasi Nissan Z ini mencapai tingkat popularitas saat hadir di The Fast and Furious: Tokyo Drift. Performa 350Z mampu disandingkan dengan segmen sportcar yang didominasi BMW Z3 dan Audi TT.Nissan awalnya hanya memproduksi 350Z dalam bentuk Coupe. Versi terakhirnya muncul dengan tampilan roadster pada 2004.

  1. Nissan 370Z

Nissan menerapkan sejumlah ubahan radikal pada sejumlah komponen 370Z. Diantaranya, ubahan eksterior, velg 18 inci, serta dua varian warna Magma Red dan Midnight Blue. Generasi keenam ini bersaing dengan ketat di sejumlah ajang motorsport seperti SCCA, Grand-AM, Super GT, Formula D hingga kejuaraan Drift,  D1 Grand Prix. Dibekali tenaga 330 hp dan torsi 360 Nm. 370Z mampu melaju hingga 96 kpj hanya dalam 4,9 detik dan 160 kpj dalam 12 detik.

Mobil Z tanpa atap juga ditawarkan ketika 370Z Roadster lansiran 2010-2019 dan beberapa model edisi khusus datang ke Amerika. Unit sportcar 370Z 40th Anniversary Edition lansiran 2010 dengan produksi 1.000 mobil untuk memperingati ulang tahun 240Z asli. Mobil-mobil ini dibedakan dengan transmisi manual, spoiler depan dan belakang, rem sport dengan kaliper merah, velg 19 inci, kelir baru, dan banyak emblem khusus. Pada tahun 2019, HUT ke-50 370Z tiba dengan roda Rays, pelapis interior Alcantara dan grafis khusus yang mengingatkan kembali pada mobil balap Brock Racing Enterprises (BRE) 240Z di awal tahun 1970-an. Meski sudah tua, Nissan 370Z masih diproduksi hingga saat ini.

  1. Nissan Z Proto

Nissan membangunkan kembali kekuatan mobil Z dengan  400Z atau yang saat ini masih membawa nama Z Proto. Nissan menggabungkan elemen-elemen dari deretan mobil Z sebelumnya dan dipadukan dengan teknologi modern untuk merancang generasi baru mobil sport Z yang legendaris. Rencanannya mobil bergaya retro ini akan memulai debut pada 16 September.

Z Proto adalah seri Z yang rilis 5 dekade setelah Fairlady Z pertama mengaspal. Mobil ini diketahui akan membawa mesin V6 dan transmisi manual 6 percepatan.Desain menggabungkan DNA dari 240Z dan 300ZX. Sementara interiornya kaya dengan utilitas kecepatan  yang membuat pengendara benar-benar merasakan semangat murni sebuah mobil sport.

Nantinya Z baru tersebut akan menjadi salah satu line up dari sepuluh model baru mobil Nissan yang akan diluncurkan beberapa bulan ke depan. Sejauh ini, untuk memenuhi pasar sportcar AS, rencananya 400Z terbaru ini akan memulai debut pada 2020. Sedangkan, menurut kabar yang beredar di kancah otomotif, 400Z belum bisa menembus pasar Eropa. Selain terjadi penurunan penjualan mobil sport dan ketatnya peraturan emisi.

Dengan tidak adanya peluncuran di Eropa, Amerika dan Jepang akan menjadi target pasar utama Nissan untuk mobil 400Z. Terlebih kehadirannya sudah dinanti-nanti, Nissan akan mengembangkan pasar MPV dan SUV di Eropa. Hal tersebut juga masih dipertimbangkan, bila mengacu ke perjalanan generasi Z, kejadian yang sama pernah terjadi.

Pada 1975, Datsun 280Z alias generasi Z kedua pernah mengalami permasalahan yang sama ketika hendak menjangkau pasar AS. Akhirnya, komponen mesin, dengan teknologi ( L – Jetronic) atau injeksi bahan bakar elektronik untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi dalam mendapatkan daya yang cukup menggunakan karburator dengan tetap memenuhi peraturan emisi AS .

Mungkinkah Z terbaru akan menempuh cara yang sama? Kita lihat saja dulu peluncurannya nanti