Dunia otomotif Tanah Air berduka, setelah pagi ini (24/11) salah satu tokoh berpengaruh dalam ranah motorsport Nasional,  Helmy Sungkar, meninggal dunia pada usia 68 tahun.

Semasa hidupnya, kiprah Helmy tak bisa dilepaskan begitu saja dari dunia otomotif. Ia dikenal tak hanya sekadar pembalap, tetapi juga sebagai promotor event yang disegani. Ayah dari pembalap nasional Rifat Sungkar dan Rizal Sungkar ini sekurangnya telah menyelenggarakan 40 event balap mobil dan motor di Tanah Air. Dan pantas kiranya kalau Helmy Sungkar disebut sebagai raja event otomotif Tanah Air.

Persentuhan Helmy Sungkar dengan dunia otomotif, khususnya balap, tak lain dari hobinya yang doyan ngebut berbekal Vespa 150 pada 1962. Nah, saat duduk di bangku SMA, Helmy pun berkesempatan mengikuti kejuaraan balap motor Ancol 1968. Ia mengendarai motor Suzuki SSS 100cc milik temannya meski tidak menang.

Helmy Sungkar yang merupakan anak pasangan Mustafa Sungkar Alurmei dengan Alida Johanna Benyamin, begitu mencintai balap apapun jenisnya. Sehingga ayahnya mengajak Helmy ikut serta dalam ajang Metropolitan Rally tahun 1970. Bermodal mobil Peugeot 404 dan pengetahuan yang minim soal reli membuat Helmy terseok-seok. Meski begitu ia tak menyerah, hingga pada event reli ke-6 Jawa Barat Pariwisata 1970, ia pun berhasil menjadi juara 3 yang membuatnya semakin bersemangat mengikuti reli.

Sejak 1971 beragam event reli seperti Jaya Bali Rally, Dharma Putra Rally, Agip Sprint Rally, Metropolitan Rally, Brawijaya Rally dan event di kawasan Asia diikuti Helmy dengan hasil gemilang. Berbekal pengalaman tersebut membuatnya bertekad untuk menyelenggarakan event balap sendiri. Ia pun menggelar event pertamanya di Cepu, Jawa Tengah 1975 bernama Motor Rally yang diselenggarakannya bersama mahasiswa Akamigas, Cepu.

Sejak saat itu Helmy pun aktif menjadi promotor event otomotif, termasuk menjadi pendiri Ikatan Motor Indonesia (IMI). Karir promotornya makin menjadi-jadi, sukses dengan event nasional, medio 1988-1997 ia serius menjadi panitia reli bertaraf internasional di Sumatera Selatan bersama Yayasan Rally Indonesia. Dan pada tahun 1990, secara resmi Helmy mendirikan Trendypromo Mandira, badan usaha berbadan hukum yang khusus bergerak dalam bidang olahraga otomotif.

Menariknya, pada era 2000-2006 Helmy menjadi promotor seri kejuaraan Motorcross Championship Asia. Dimana pada 2005 perusahaan penyelenggara event miliknya dinobatkan sebagai penyelenggara terbaik untuk seri motocross Asia. Tak heran Helmy pun banyak mendapat penghargaan-penghargaan lainnya sebagai buah ketekunannya menghidupkan dunia otomotif Indonesia.

Helmy Sungkar sendiri menyatakan mundur sebagai promotor balap sejak 2014 silam karena harus berjuang menghadapi penyakitnya. Helmy diketahui berjuang melawan diabetes dan stroke ringan hingga akhir hayatnya.  Ia pun meninggalkan tiga orang anak dan tujuh cucu.

Selamat jalan legenda otomotif Tanah Air.