Punya Fungsi Hampir Sama, Ini Perbedaan Mencolok Spacer dan Adaptor

Set-up kaki-kaki jadi objek modifikasi menyenangkan bagi para petrolhead, beragam model dan jenis velg aftermarket selalu diburu untuk meningkatkan tampilan dan performa. Tren positif ini di industri otomotif dan modifikasi  Indonesia, direspon langsung dengan pertumbuhan pasar aftermarket lokal. Terutama velg sebagai komoditas paling diburu.

Tapi, kesulitan mengganti velg aftermarket harus memerhatikan penyesuaian jumlah baut, PCD dan Offset. Apalagi jika ingin mengganti dengan ukuran velg lebih besar atau jumlah baut berbeda.

Biasanya kondisi tersebut dapat diakali dengan pemasangan spacer atau adaptor. Kedua piranti ini secara teknis dapat mengakomodir ubahan velg. Dapat juga dibuat custom khusus untuk menyesuaikan ubahannya.

“Kalau dari fungsi spacer dipasang untuk ngecilin ET supaya velg lebih keluar, jadi bisa menyesuaikan dengan rata ideal. Asalkan jumlah lubang dan PCD sama. Sedangkan adaptor sebenernya mengubah PCD dari bawaan standar. Walaupun bisa ditempuh dengan menambah lubang PCD , tapi cara  ini  tidak disarankan,” buka Aldhy Rais, Community Manager HSR, kepada NMAA Media, Senin (2/11).

Aldhy mencontohkan, pemasangan adaptor lebih rumit karena membuat PCD dan Offset baru. Singkatnya,  membuat dudukan baru agar presisi dengan velg yang dipasang.  “Tapi ukurannya enggak terlalu jauh dari bawaan standar.  Misalnya Avanza lobang 4×114.3 ET 50 mm pengen pake velg lobang 5×114,3 atau 5×112 jadi bisa masuk tuh. Karena velg tiap mobil punya ukuran bervariasi. Sedangkan versi aftermarket itu ukurannya universal,”imbuhnya.

Dari segi bahan, satu set spacer biasanya dibuat menggunakan bahan alumunium, sedangkan satu set adaptor dibuat menggunakan besi tebal. Fungsi lain diantaranya, penggunaan spacer ditempuh untuk pemasangan sistem pengereman Big Brake Kit (BBK). Sedangkan adaptor kerap dihubungkan dengan mengatur tingkat kemiringan sudut poros roda, atau biasa dikenal Camber.

Foto: freepik

 

Aldhy melanjutkan, penggantian velg aftermarket sesuai dengan PCD bawaan yang sama wajib memasang center ring karena biasanya center bore berukuran universal. Kecuali membuat velg custom di HSR bisa disesuaikan dengan ukuran bawaan mobil.

“Kalau saran saya velg dan mobil pcd yang sama sebaiknya menggunakan spacer nok. Merupakan kombinasi antara spacer dan center ring. Sehingga velg  dapat duduk stabil di hub roda,” lanjutnya.

Tidak sedikit yang melakukan modifikasi kaki-kaki tanpa menggunakan kedua piranti tersebut. Apalagi, komponen roda sudah disesuaikan dengan hitungan paling ideal dari pabrikan. Khusus pemasangan spacer nok direkomendasikan dengan ketebalan kira-kira 15 mm.

“Sebaiknya selain model ketahui juga spek velg seperti PCD, diameter, dan keperluan penggunaan center ring untuk kepresisian pemasangan ini sudah paling dasar kalau ingin modifikasi velg,” lanjutnya.

Foto: Ist @aldhyrais

Belum lama ini, Aldhy bersama tim HSR Wheel berhasil memodifikasi Honda Brio Satya bergaya “Baby Type R”. Selain ubahan signifikan berkat pemasangan lips bodi, bagian kaki-kaki tampak lebih kekar menggunakan HSR Gymkana Boroko Series ring 15.

“Kami Tim HSR sedang membangun dua mobil lagi, Honda HRV dan Mistubishi Lancer. Selain menampilkan ide segar, juga berkontribusi untuk kemajuan industri otomotif dan aftermarket lokal dengan hasil modifikasi proper,” tutupnya.

Related Articles

Stay Connected

21,607FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Latest Articles