Sering Disepelekan, Kenali Potensi Bahaya Berkendara Saat Hujan

Sejumlah kota di Indonesia sudah memasuki musim penghujan sejak akhir Oktober lalu. Diperkirakan puncak musim penghujan secara bertahap hingga awal 2021 nanti. Tinggi-rendahnya intensitas hujan terkadang tidak bisa dipastikan, terutama kalau kamu lagi menyetir mobil yang tentunya membutuhkan kewaspadaan ekstra. Selain guyuran hujan lebat disertai angin, beberapa ruas jalan bisa dipastikan tergenang.

Simak beberapa potensi bahaya yang kerap muncul dari arah empat sudut ini saat berkendara di musim hujan yang sudah dirangkum Tim NMAA Media. Apalagi memasuki di akhir pekan sekarang, opsi wahana rekreasi di luar kota acapkali terdapat jalan berlubang, terjal, hingga tanpa penerangan.

Foto: Pixabay

Arah depan dan belakang

Potensi bahaya kerap mengintai di lini bagian depan dan belakang mobil berkaitan dengan sektor visibilitas. Ditengah kecanggihan piranti modern di mobil saat ini seperti kamera parkir atau dashcam, kehati-hatian tetap diutamakan. Jarak pandang mengemudi saat hujan disarankan sekitar 30 meter agar dapat menyesuaikan jarak dengan kendaraan depan.

Hal ini sangat penting agar kamu punya ruang untuk menyalip atau memaksimalkan pengereman ketika kendaraan di depan mogok atau rem mendadak. Karena jalanan yang basah juga secara otomatis akan menambah jarak pengereman mobil dibanding saat kondisi kering.

Periksa juga kondisi wiper,  pastikan motor penggerak bekerja dan karetnya mampu menyapu air hujan di kaca depan dengan baik. Apabila karet wiper sudah getas, lebih baik langsung diganti. Periksa juga kondisi air wiper untuk membersihkan kotoran yang menempel pada kaca depan.

Lain halnya di lini belakang, penggunaan kamera parkir untuk mengontrol kondisi jalan mesti dimaksimalkan dengan kehati-hatian. Terlebih jika stoplamp dan lampu sein belakang meredup, bisa membahayakan pengendara di belakang. Solusinya, periksa kondisi lampu belakang  agar tetap menyala optimal.

Arah Atas

Potensi bahaya dari bagian atas juga sering terjadi saat hujan deras disertai angin kencang. Kondisi ini memudahkan benda tinggi untuk jatuh menimpa kendaraan. Sebaiknya, jika diguyur hujan deras, tunda perjalananmu hingga intensitas hujan perlahan berkurang. Pun jika terjebak di tengah hujan deras dan harus tetap mengemudi. Sebaiknya tetap dalam kondisi siaga, pelankan laju kendaraan, tingkatkan konsentrasi, serta jaga jarak aman ideal.

Arah Bawah

Intensitas hujan maupun tinggi kerap menimbulkan genangan air di jalan berlubang.  Ketika mengemudi, kita tidak dapat memastikan ketinggian genangan air di depan sebaiknya dihindari, atau cari jalan alternatif lain. Jika terpaksa menerjang genangan air kamu harus memastikan jika ketinggian air hanya mencapai setengah ban mobil.

Perhatikan juga kecepatan mobil saat menerjang genangan air, agar tidak terlalu cepat disarankan berjalan konstan di  putaran mesin sekitar 1.500- 2000 rpm. meski genangan air terbilang dangkal, hal ini dilakukan agar cipratan air dari kendaraan di samping tidak masuk ke dalam komponen air intake.

Foto: Freepik

Potensi berbahaya selanjutnya yaitu terjadi aquaplanning, atau kondisi saat ban tidak mendapatkan traksi pada permukaan jalan karena terhalang lapisan air. Mengakibatkan kendaraan cenderung sulit dikendalikan dan bisa berujung kecelakaan. Penyebab  aquaplaning biasanya terjadi karena faktor kecepatan yang terlalu tinggi saat melewati genangan air atau kondisi ban tidak sehat.

Apalagi saat di permukaan datar sekali pun, genangan air 1 centimeter saja menjadi lapisan film yang memisahkan permukaan ban dan permukaan jalan.

Foto: Freepik

Saat berkendara ngebut melewati genangan air 1 centimeter sangat sulit sekali mengendalikan kemudi. Perlu diketahui, langkah preventif yang bisa dilakukan  begitu jalan basah atau ada genangan air kurangi kecepatan. Ingat! Lebih baik berjalan di kecepatan 30 km/jam jika melewati jalanan banjir

Intinya, kondisi aquaplaning penting untuk membebaskan semua roda dari hambatan. Pada kendaraan manual kamu harus sigap menekan kopling sementara pada otomatis segera memindahkan tuas transmisi dari posisi D (Drive) ke N (Netral).

Perawatan Khusus

Memasuki musim hujan, mobil jadi lebih cepat kotor dari biasanya. Jujur saya, hal tersebut bisa membuat kamu malas mencuci mobil kan? Padahal jika dibiarkan, bakal ada efek jangka panjang pada bodi mobil. Mencuci mobil usai terkena hujan pun jadi jawaban atas masalah ini.

Mobil yang terkena hujan ternyata tak harus langsung dicuci. Tapi yang wajib dilakukan adalah membilas mobil. Cara ini dinilai sudah cukup untuk membersihkan kotoran, serta mencegah timbulnya jamur yang bisa merusak lapisan cat mobil.

Foto: Meguiar’s

Cuci terlebih dulu mobil dengan baik dan keringkan menggunakan kain lap microfiber atau Plas Chamois. Khusus untuk komponen aero kit berbahan fiber atau dry carbon, mesti dibersihkan secara menyeluruh dari mulai bumper depan, side skirts, bumper belakang, dan sejumlah komponen lain.

Perhatikan juga velg aftermarket kamu. Pasalnya, jangan mencuci velg saat kondisi panas, terutama habis dipakai berkendara dan terkena guyuran air hujan yang dapat mengakibatkan jamur di velg. Pastikan velg sudah cukup dingin.

Foto: Meguiar’s

Bersihkan langit-langit velg atau bagian dalam fender mobil. sudut-sudut sempit di velg dengan kuas atau sikat gigi. Kedua peralatan tersebut bisa ditambahkan dengan cairan khusus pembersih velg agar lebih maksimal saat dibersihkan. Sedangkan untuk velg dengan lapisan krom, berikan obat khusus agar lapisan tersebut tidak mengelupas.

Jangan lupa, kalau mobilmu pakai Air Suspension (Airsus) perhatikan juga kondisinya sesudah dipakai liburan dan trabas hujan. Airsus memuat komponen kompleks, abai sedikit bisa fatal akibatnya. Biasakan jika mobil sudah dipakai, selalu memeriksa komponen airsus.

Periksa kondisi balon udara airsus, tidak ada boleh gesekan dan langsung disemir menggunakan semir ban. Pada saat parkir lama usahakan anginnya dibuang dengan posisi balon terendah, ini bertujuan agar menjaga kondisi balon bisa lebih awet/tahan lama, karena kalau pemakainnya bagus usia pakai bisa bertahan 5 sampai 8 tahun.

Foto: avtotachki

Sehingga, mampu mengatur tinggi rendah ground clearance mobil. Biasanya, air suspension bisa memendek 6-8 cm dan mengembang hingga 30 cm. Jadi, meskipun mobil telah menjadi ceper pemilik tetap bisa menggunakannya dalam keperluan harian.

Selain memperhatikan instalasi dan komponen vitalnya terpasang dengan benar, air suspension perlu dirawat. Kuras udara yang ada di dalam tabung dua atau tiga bulan sekali, bersihkan juga bagian kolong mobil secara berkala supaya balon karet dalam keadaan bersih dan tidak mudah rusak akibat kondensasi kotoran dan air. Jika dibiarkan, bisa menyebabkan kerusakan serius. Air yang ada di dalam tangki dikhawatirkan masuk ke solenoid valve sehingga membuat aliran udara terganggu.

Related Articles

Stay Connected

21,604FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Latest Articles