Begini Awalnya Sentuhan Magis Brabus di Mesin Mercedes Benz

Pabrikan mobil tertua asal jerman Mercedes Benz mempercayakan sejumlah in house tuner untuk menggali potensi sederet line up produksinya. Satu diantaranya, Brabus atau singkatan dari tiga huruf pertama dari kedua pendirinya, Klaus Brackman dan Bodo Buschmann. Didirikan pada 1977 di Bottrop, Jerman ini mengambil spesifikasi tuner aftermarket khusus mobil produksi Mercedes-Benz, Smart, dan Maybach.

Foto: dyler.com

Sedari awal Brabus mengambil spesialis bidang performa mesin, tampilan sampai penggunaan material serat karbon. Apalagi sejumlah aksesoris resminya saja dijual dengan harga yang tinggi di pasaran.

Mulanya, Brabus didirikan secara kebetulan dari ketertarikan seorang Bodo Buschman terhadap produk Mercedes Benz. Diketahui Buschmann merupakan anak salah seorang pemilik diler Mercedes Benz di sebuah kota di Jerman.

Padahal, saat itu Buschmann masih menggunakan satu mobil lansiran Porsche, bahkan sering diparkir di diler milik ayahnya. Hal tersebut tentu bertolak belakang dengan unit kendaraan yang dijajakan di diler ayahnya. Alhasil, ayahnya tak terima dan melarang Buschmann membawa Porsche parkir di pekarangan diler.

Setelah menuruti keinginan sang ayah, ia mengganti kendaraan Porsche menjadi Mercedes-Benz W116 lansiran 1972. Dari sinilah  ia memutuskan menggali potensi performa mesin W116. Mobil pemberian sang ayah dimodifikasi hingga rampung. Setelahnya, ia sering mengerjakan project modifikasi khusus produk Mercy. Tapi, tekadnya membuka membuka rumah modifikasi pribadi terkendala oleh aturan di Jerman.

Foto: autogespot

Pasalnya, untuk mendirikan perusahaan, minimal harus didaftarkan oleh dua nama.  Akhirnya, Buschmann mengajukan nama temannya, Klaus Brackmann untuk memenuhi legalitas mendirikan perusahaan yang kelak disebut Brabus alias “BRAckmann dan BUSchmann”.

Beberapa tahun kemudian, Brackmann memutuskan berhenti dari karir bisnisnnya di Brabus. Menurutnya, bidang otomotif tidak menjadi prioritas Brackmann dalam berbisnis.  Langkah ini diikuti dengan menjual saham miliknya ke tangan Buschmann seharga 100 Euro.

Foto: carscoop

Brabus memantaskan diri menjadi perusahaan tuning terbesar untuk produk Mercedes setelah Mercedes-AMG. Kesuksesan pertama Bodo Buschmann dalam dunia tuning dibuktikan dengan hasil garapan Mercedes-Benz W126, S-Class lansiran (1979-1991). Dalam periode ini semakin banyak pelanggan. Selain menawarkan paket modifikasi khusus, juga menjadi memacu proses kreatif Brabus.

Prinsipnya, perusahaan mengutamakan kualitas tuning terbaik, eksklusivitas desain, keamanan, presisi dan fungsional.  Terutama mencapai efisiensi terbesar dengan meningkatkan parameter seperti tenaga mesin dan torsi secara signifikan.

Bahkan, momen fenomenal sempat terjadi. Ketika AMG secara resmi ditunjuk menjadi in house tuner Mercedes Benz,  Buschmann tak ambil pusing. Buschmann berpendapat, lebih baik tuner haruslah mandiri dan independen. Meski di kemudian hari Brabus difokuskan lebih untuk peningkatan performa mesin. Brabus kerap membeli mobil terbaru Mercedes, nantinya performa mesin bawaan diganti menggunakan part aftermarket produksi Brabus. Dari mulai meningkatkan HP, Torsi hingga estetika kendaraan.

Dalam laman website www.brabus.com, tertulis “Kami menggunakan keahlian otomotif kami selama lebih dari 40 tahun untuk memulihkan kendaraan klasik merek Mercedes-Benz dengan cara istimewa. Kembali ke kondisi baru. Kami menyebutnya sebagai “Pemulihan Bintang Enam” dan banyak produk lama dari BRABUS Classic menawarkan setidaknya kualitas tinggi yang sama seperti yang pernah mereka lakukan di “kehidupan pertama” langsung dari pabrik,” tulis opsi tentang perusahaan.

Foto: brabus.com

Brabus terus berkomitmen mengambil spesifikasi modifikasi selain Mercedes, bahkan dalam beberapa kesempatan wawancara, mereka ingin mempersembahkan model mobil paling kuat dan eksklusif garapan Brabus. Misalnya, Brabus Rocket 900 Coupe. Mobil ini didasarkan (dibuat) atas dasar model. Ini dilengkapi dengan mesin V12 900 hp.

Torsi maksimum adalah 1500 Nm (secara elektronik dibatasi hingga 1200 Nm). Mobil tersebut berakselerasi dari 0 hingga 100 km / jam hanya dalam 3,7 detik. Kecepatan maksimum kendaraan adalah 350 km / jam. Untuk meningkatkan kapasitas terpasang pabrik AMG S65, para insinyur Brabus meningkatkan perpindahan mesin dari 6,0 menjadi 6,3 liter. Sejumlah project modifikasi juga didasarkan atas permintaan pelanggan.

Foto: drive

Kini, Brabus pun bertransformasi  menjadi rumah modifikasi profesional. Apalagi saat memodifikasi Mercedes-Benz S-Class Pullman pada 2015 silam. Mobil ini menjadi mobil paling yang digarap Brabus. Salah satu permintaan khususnya, Pullman harus dimodifikasi oleh in house tuner yang bermarkas di Bottrop ini dengan anti peluru.

Foto: motor1.com

Baru-baru ini, Brabus kembali merilis project terbaru dari basis Mercedes-Benz G-Class. Proyek berlabel 800 Black & Gold Edition ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan off-road khas generasi G-Class. Ubahan tampak kentara dari bagian wide body sekitar 100mm berkat ubahan fender depan dan bumper.

Kemudian bagian bodi dikelir ulang berwarna hitam metalik dan aksen emas. Terutama pada emblem, kaliper rem dan pelek baru. Set-up kaki-kaki dibuat dengan velg Monoblock Platinum ukuran 23 berbalut kulit bundar Advan Sport 305/35.

Related Articles

Stay Connected

21,787FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Latest Articles