Mengenal Teknik Cat “Super Kuat” Powder Coating

Gonta-ganti warna kelir jadi opsi modifikasi mudah, selain mempertahankan model tampilan sejumlah bagian mobil, alasan budget jadi pertimbangan. Biasanya kelir ulang atau biasa disebut repaint juga memiliki jenis finishing berbeda. Satu diantaranya yang hingga kini masih digandrungi karena kekuatan dan fungsinya, Powder Coating.

Teknik finishing Powder Coating sebenarnya sudah dikembangkan di Jerman sejak setengah abad lalu. Tepatnya pada dekade dekade 1940-an awal. Teknik pengecetan bubuk ini awalnya menerapkan polimer organik yang disemprotkan dengan api dalam bentuk bubuk ke basa logam.

Foto: powdercoating.co.uk

Memasuki  1960-an Akhirnya ditemukan teknik penyemprotan elektrostatis. Proses penyemprotan elektrostatis membantu pelapisan bubuk menjadi pilihan yang ramah lingkungan, nyaman, dan lebih terjangkau untuk berbagai industri, dan masih digunakan hingga saat ini.

Powder Coating terdiri dari komposisi  partikel halus seperti resin dan pigmen dengan kandungan elektrostatis. Sebabnya, untuk menghasilkan warna sempurna dan rapi, permukaan suatu bidang haruslah terhindar dari segala jenis kotoran termasuk minyak dan debu. Proses pengecetan sendiri harus dilakukan di oven dan didiamkan dengan suhu 160-220 derajat celcius.

Foto: Freepik

Terdapat, dua metode kelir Powder Coating yang biasa dilakukan. Untuk metode Pencelupan, bidang yang akan dikelir haruslah halus. Lantaran prosesnya dicelupkan dalam wadah berisi serbuk-serbuk mengandung muatan elektrostatis. Sedangkan metode kedua dilakukan dengan metode penyemprotan. Teknisnya, serbuk warna ini akan langsung disemprotkan ke bidang tertentu.

Sedangkan dari segi materialnya, ada dua jenis bubuk powder coating yang biasa digunakan saat ini, yaitu jenis Thermoplastic dan Thermosetting. Jenis Thermoplastic, dapat melapis objek lebih cepat jika dipanaskan. Sedangkan thermosetting justru sebaliknya, karena dibuat dengan material kasar.

Foto: hustonpowdercoaterscom

Secara total, penyemprotan powder coating mulanya dilakukan Degreasing, atau proses pembersihan obyek. Caranya objek pengecatan dimasukkan ke dalam wadah berisi cairan asam sulfat (H2SO4). Selama sepuluh hingga lima belas menit dengan menyesuaikan suhu ruangan. Berlanjut ke tahap kedua, bilas seluruh bagian objek dengan air mengalir atau disebut Rinsing.

Memasuki tahap ketiga, seluruh permukaan objek berbahan alumunium atau besi mesti dihaluskan dengan membersihkan sisa kotoran yang masih tertinggal. Celupkan objek ke dalam cairan berisi soda api (NaOH). Tahap ini disebut Desmuting. Biasanya untuk tahap desmuting dapat memakan waktu hingga 10 sampai 15 menit di suhu ruangan, jika selesai tahapan selanjutnya kembali ke tahap kedua atau Rinsing.

Selanjutnya, jika mengingingkan finishing warna krom, pada tahap ini dilakukan Chromating yang dihasilkan oleh lapisan krom. Biasanya krom dilakukan dengan memasukan objek ke dalam alkalin sekitar 1-2 menit. Setelahnya objek tersebut dibersihkan menggunakan air mengalir agar memastikan seluruh kotoran yang menempel dari sisa Chromating benar-benar hilang.

Foto: i2wp

Supaya hasil maksimal, tangki Rinsing diberi air demineralisasi. Tapi, tahap ini digantikan dengan sandblasting di mana objek disemprot dengan pasir bertekanan kuat untuk memangkas seluruh kotoran.

Berlanjut ke tahap Drying atau pengeringan, caranya objek tersebut dimasukan dalam oven bersuhu sekitar 80 derajat celcius selama setengah jam. Tujuannya agar mengantisipasi gumpalan atau permukaan tidak rapi setelah proses coating.

Memasuki tahap Coating, penyemprotan dilakukan dengan alat spray gun membentuk sebuah wrap round effect. Artinya agar serbuk elektrostatis itu bisa menempel di bagian-bagian terdalam obyek, hal ini juga ditempuh untuk mengantisipasi bidang pengecatan yang tidak tersiram.

Foto: tlcmetalworks

Berlanjut ke tahap terakhir objek yang sudah dikelir kemudian dipanaskan di oven dengan suhu mencapai 180-220 derajat celcius selama 35-45 menit. Tujuannya, agar serbuk dapat melekat kuat dan melapisi lapisan objek lebih optimal.

Adapun Powder Coating mengusung keunggulan dibanding teknik kelir lainnya. seperti mudah diaplikasikan pada ketebalan berbeda, tahan panas, air dan sinar ultraviolet hingga memberikan efek tekstur (kasar) tertentu. Selain itu, lapisan powder coating terbilang lebih tahan terhadap perubahan suhu, warna atau benturan.

Foto: Pinterest

Saat ini, powder coating dapat digunakan untuk material berbahan logam, plastik, kayu, komposit, kaca, dan bahkan MDF (papan serat kepadatan menengah), sedangkan pada produk otomotif biasanya digunakan untuk blok mesin, knalpot, velg, dan beberapa bagian lainnya yang diperlukan kekuatan khusus baik untuk panas maupun melindungi bagian yang mudah terkena benturan.

Teknik pengecatan satu ini juga tergolong ramah lingkungan, karena lapisan cat tidak meninggalkan timbal atau partikel berbahaya yang mencancam lapisan ozon.  Tertarik menggunakan atau berbisnis cat ini? Produk dan alatnya sudah banyak tersedia di berbagai e-commerce, selamat mencoba.

Related Articles

Stay Connected

21,848FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Latest Articles