Modifikasi Nissan Skyline C10 1972: Napas Japstyle dalam Pesona Amerika

NMAA News – Situs lelang khusus kendaraan retro-klasik dan modifikasi populer di Amerika, ‘Bring a Trailer’ atau BaT yang dikelola Hypebeast.com, baru-baru ini sukses melepas sebuah modifikasi apik Nissan Skyline coupe tahun 1972 di harga USD 135.000 atau senilai Rp 1,89 Miliar. Mengapa bisa laku semahal ini, plus di negeri bukan asalnya pula?

Ya, Nissan Skyline dengan kode bodi KGC10 ini bukan sekadar coupe kaleng-kaleng. Di tubuhnya sudah disematkan berbagai komponen modifikasi yang tak hanya menaikkan performanya, tapi juga tampilannya yang semakin ciamik. Skyline KGC10 ini diimpor ke AS di bawah kepemilikan sebelumnya pada 2015.

Seperti dirilis oleh BaT, setelah tiba di AS, sang Skyline yang akrab disapa Skyline C10 ini mulai menjalani proses modifikasi agar menyerupai versi 2000GT GT-R. Guna mendekati nuansa custom-nya, cat dilabur kelir abu-abu metalik dan penyematan mesin injeksi bahan bakar racikan Rebello Racing 6-silinder segaris berkapasitas 3.2 liter.

Agar bodi tampil lebih gahar, dilekatkan flare fender serat karbon berikut spoiler depan dan belakang, jok Recaro, roll bar, suspensi yang dapat disetel, serta rem cakram pada keempat rodanya. Tak lupa, aplikasi girboks manual 5-percepatan close ratio, limited slip differensial, dan velg khas muscle car jepang, Watanabe.

Laman BaT juga menyebutkan, guna mengingat kondisi mobil yang cukup uzur, sejumlah pembaruan juga dilakukan agar kinerjanya optimal. Pembaruan tersebut mencakup penggantian pompa bahan bakar, water pump coolant, alternator, dan komponen pengapian.

Warna mobil yang aslinya biru, kini berganti rupa. Pilihan warna cat milik Volkswagen yakni Limestone Grey Metallic diterapkan pada Skyline dengan proses PPG dua tahap.  Flare fender serat karbon dipasang bersama spoiler depan dan belakang, lampu depan Marchal, badging “GT-Kai”, bumper hitam, trim, dan kaca spion model ‘GT’ di fender.

Untuk sektor roda, Skyline mengusung pelek Watanabe R-Type 16 inci berdop merah berukuran lebar 8,5 di depan dan lebar 9,5″ di belakang, dibalut ban Toyo Proxes R888 225/45-17 dan 255/50-17 produksi 2017. Rem cakram depan menggunakan R32 Skyline dengan kit konversi M Speed, dan belakang dengan produk Wilwood dari White Performance.

Untuk suspensi depan, mengadopsi sport kit coilover produk Techno Toy Tuning dengan M-Speed adjustable. Traksi dan daya redam dari permukaan jalan mengandalkan sokbreker  GAB short-stroke yang disesuaikan pada roda depan. Selanjutnya di belakang, diperkuat dengan T3 tension control rods, sokbreker belakang Star Road adjustable dan per lowered kit M Speed 18k.

Untuk kabin, seluiruh trimming berlapis bahan vinyl hitam. Mendukung gaya sporty-nya, dipasang jok Recaro LX legendaris dengan sandaran kepala model jaring. Nuansa trim bermotif kayu menghiasi konsol tengah dan dasbor. Sementara karpet hitam dan alas karet berlabel Skyline melapisi ruang kaki. Tak lupa, roll bar 4-titik terpasang dengan penguat di sasis.

Garapan di sektor interior berlanjut pada aplikasi lingkar kemudi Speedhunters. Panel instrumen dioptimalkan dengan produk Speedhut untuk tachometer dan speedometer dengan GPS 160 mph. Tak heran kalau odometer digital baru menunjukkan jarak tempuh di bawah 50 mil.

Nuansa klasik-retro tetap dikedepankan dengan mempertahankan perangkat Radio AM yang dipasang di lokasi stok. Sedangkan power amplifier Kenwood yang dilengkapi Bluetooth memiliki pengontrol yang dipasang di bagian bawah dasbor dan disambungkan ke speaker Pioneer di rak dashboard belakang.

Seperti disebut oleh BaT, garapan mesin seri-L 6-silinder segaris berkapasitas 3,2 liter dilakukan workshop Rebello Racing dari Antioch, California. Perbandingan kompresi dibikin 10,5: 1. Pasokan bahan bakar dioptimalkan dengan sistem injeksi bahan bakar Jenvey Dynamics ITB yang dikendalikan Adaptronic ECU mandiri.

Modifikasi juga berlanjut pada pemangkasan bobot flywheel ringan, aplikasi kopling aftermarket, radiator aluminium dengan kipas pendingin elektrik, dan kustomisasi cover kepala silinder. Sistem pengapian elektronik dimaksimalkan dengan koil, busi, dan kabel busi hi-performance. Termasuk penggantian water pump, alternator, dan sensor oksigen.

Sistem header produk aftermarket Rubber Soul terbuat dari baja tahan karat turut melancarkan aliran gas buang. Dorongan tenaga mesin ke roda belakang, disalurkan  girboks manual 5-percepatan RB71C dan limited-slip differential R200 dengan cover aluminium bersirip.

Agar lebih rigid, perangkat transmisi ini diperkuat posisinya ke sasis menggunakan ‘mustache bar’ yang terbuat dari aluminium billet. Di ruang bagasi, posisi aki mengalami perubahan mengikuti tangki bahan bakar yang di-custom. Perangkat roda cadangan Watanabe juga tetap ada meski tanpa ban.

Foto-foto: Daniel Riggle/Bring A Trailer

 

Octo Budhiarto
Octo Budhiartohttp://nmaa.co.id
Berkecimpung di industri media otomotif nasional sejak September 1994. Telah menulis puluhan ribu artikel tentang fenomena dan tren dunia otomotif nasional maupun internasional. Aktif di berbagai komunitas otomotif dan punya kesukaan akan restorasi, modifikasi, teknologi, serta test drive mobil-motor terbaru.

Related Articles

Stay Connected

21,806FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Latest Articles