Jangan Diabaikan, Periksa Kondisi AC Mobil Secara Rutin Tiap 20.000 Km

NMAA News – Sistem Air Conditioner (AC) pada mobil lawas atau lansiran terbaru memiliki masalah yang tidak jauh berbeda. Seiring pemakaian, biasanya komponen AC mengalami penurunan performa yang ditandai dengan kurang dinginnya embusan angin ataupun terasa berisik.

Terlebih lagi jamak ditemui kebocoran pada komponen evaporator berpengaruh terhadap pertumbuhan jamur dan kotoran yang gagal disaring oleh filter udara kabin. Hal ini terjadi karena sirip evaporator menjadi perantara udara kabin yang disedot masuk melalui saringan udara AC.

“Kondisi ini sebetulnya dialami oleh mobil dengan pemakaian cukup lama. Ketika mobil dinyalakan evaporator mulai basah dan menimbulkan embun, jika terlalu basah akan menetes. Sedangkan ketika mesin dimatikan evaporator itu mengering. Kondisi berulang seperti inilah yang membuat permukaan evaporator lambat laun bocor,” ujar Founder Dokter Mobil, Lung – lung kepada NMAA Media, Kamis (1/4).

Foto: NMAA

Dilihat dari serangkaian sistem AC, terutama mobil dengan pemakaian di atas 5 tahun kebocoran evaporator dapat dikenali dengan munculnya bau agak tajam atau pedih di mata. Kondisi ini tentu berdampak juga terhadap sterilisasi ruang kabin.

“Solusinya, tinggal ganti sejumlah spare part seperti freon baru dengan jenis R134 A yang lebih ramah lingkungan dan tidak berbahaya bagi atmosfer. Perbaikan tersebut diikuti dengan flushing oli baru,” jelasnya.

Lebih jauh, mengenali komponen AC bermasalah bisa diketahui ketika menyetel embusan psi. “Kalau setel port low itu di kisaran 20-35 sedangkan port high kisaran 200-240 psi. Kalau dibawah parameter tersebut itu biasannya ada kebocoran atau kekurangan freon. Sedangkan melampaui 240 psi biasanya ada sumbatan, masalah freon atau mesin overheat,” papar Lung- lung.

Foto: NMAA

Sebagai langkah preventif, bagi Anda Member NMAA yang bermobilitas menggunakan mobil pribadi, ada baiknya memperhatikan langkah preventif menjaga sistem AC mobil tetap prima. Lakukan pemeriksaan AC setiap 20.000 km sekali. “Secara berkala perawatan AC dimulai dengan tahap penggantian oli kompresor, penggantian freon dan pembersihan kondensor,” tambah Lung – lung.

Jangan lupa, rawat kebersihan interior dari sisa-sisa makanan, kotoran, dan benda-benda lainnya, hal yang selanjutnya bisa dilakukan yaitu membersihkan beberapa komponen AC. Seperti saringan udara. Komponen ini biasanya terletak pada dasbor mobil sebelah kiri (tergantung model), dan sejumlah panel interior.

Adapun, bagi kalian NMAA Member yang akan melakuan perawatan semisal tune UP, service AC dan upgrade performance bisa menghubungi DM Instagram @doktermobil_indonesia.

Related Articles

Stay Connected

21,806FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Latest Articles