Mesin Mobil Terasa ‘Ngelitik’, Segera Periksa 3 Komponen Berikut Ini

NMAA News – Pernahkah Anda mendengar istilah ‘ngelitik’? Kondisi saat terdengar suara kletek-kletek ketika menginjak pedal gas atau RPM rendah? Kondisi tersebut dikenal dengan gejala engine knocking  yang umumnya menandai masalah di mesin mobil.

Suara kletek-kletek tersebut berasal dari area blok silinder, dan bunyinya tidak terlalu kencang pada saat mesin digas. Nah, ternyata gejala ini cukup berdampak buruk. Pada kondisi tersebut timing gerak piston tidak sesuai saat proses pembakaran.

Kualitas Bahan Bakar 

Mesin mobil ngelitik bisa terjadi dikarenakan pemilik mobil kurang memperhatikan kualitas bahan bakar. Karena itu, penyebab mesin ngelitik biasanya terjadi karena ruang bakar mendapat suplai bahan bakar yang buruk atau tidak mengandung oktan sesuai kebutuhan ruang bakar sehingga pembakaran tidak sempurna (prematur).

Seperti diketahui, sejumlah mobil baru saat ini memiliki kompresi mesin yang tinggi. Jika dipaksakan meminum BBM oktan rendah semisal RON 88 di mesin kompresi tinggi akan menyebabkan gejala knocking.

Busi 

Salah satu ciri pembakaran tidak sempurna bisa disebabkan karena kendala pada busi. Biasanya diikuti gejala busi cepat mati, maka mestilah waspada mencari penyebab gejala tersebut sampai ditemukan.

Foto: banburyauto.uk

Deposit Pada Dinding Silinder

Deposit ini mengambil ruang penting yang dibutuhkan untuk menjalankan fungsi normal mesin yaitu pencampuran udara dan bahan bakar. Deposit yang tebal dapat meningkatkan kompresi dalam silinder, dan jika kompresi yang lebih tinggi ini tidak diperkirakan juga dapat menyebabkan knocking.

Penyebab Lain

Ada beberapa penyebab knocking pada mesin, bisa ditandai dengan kondisi injeksi kotor, knock sensor rusak, piston ring salah, valve seal, dan ada kemungkinan mesin berjalan terlalu panas. Pemicu yang lain yaitu, injektor atau mungkin karburator mobil yang punya masalah.

Nah, Member NMAA kalau kamu baru-baru saja mendengar bunyi knocking bisa terlebih dahulu menggunakan BBM beroktan tinggi atau rekomendasi pabrikan. Informasi ini dapat dibaca pada buku panduan atau pada stiker di dekat tutup tangki bensin mobil. Umumnya mobil di Indonesia merekomendasikan dengan oktan 90+.

Related Articles

Stay Connected

21,962FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Latest Articles