Simak Penyebab Bensin Basi dan Cara Mengatasinya

NMAA News  – Istilah ‘Bensin Basi’ memang bukan sekedar gurauan saja. Tapi, kondisi bensin tersebut menunjukan kualitas yang mulai menurun. Nah, agar bahan bakar mobil tetap irit juga hindari membiarkan bensin terlalu lama di dalam mesin. Apabila waktu pemakaiannya sudah habis, maka bensin bisa kadaluarsa dan memberikan dampak buruk pada kendaraan.

Melansir dari laman Auto2000, Minggu (18/4),  kualitas bahan bakar ikut menurun seiring waktu. Hal ini jamak ditemui terutama pada mobil yang sudah lama tak dipakai atau yang sangat jarang sekali digunakan, serta tidak pernah dipanaskan. Lalu, apakah bensin yang sudah basi ini akan membusuk, berubah warna, berbau menyengat, dan berbahaya bila tetap digunakan?

Secara ilmiah istilah bahan bakar yang basi sebenarnya merujuk pada penurunan kualitas bahan bakar di beberapa sektor. Misalnya pada bagian Research Octane Number (RON) atau oktan, destilasi, dan penambahan sedimen.

Saat bensin didiamkan terlalu lama di dalam tangki yang memiliki ventilator, maka senyawa benzene yang terkandung dalam bensin akan berhubungan langsung dengan udara di luar. Akibatnya, akan terjadi penguapan cairan bahan bakar menjadi gas.

Kemudian, hasil penguapan bahan bakar akhirnya membentuk kerak-kerak yang menempel di dalam tangki. Kalau lebih lama lagi dibiarkan, maka kerak ini akan semakin mengeras dan membentuk endapan (sedimen). Inilah kondisi yang disebut dengan bensin basi di dalam tangki. Bahayanya, jika sedimen ini ikut tersedot pompa bahan bakar saat Anda menyalakan mesin, alhasil ia akan menyumbat sistem pembakaran.

Lalu, bagaimana cara mencegah bensin basi?

Sebenarnya bahan bakar basi tergantung pada umur bensin yang tersimpan di SPBU. Biasanya bahan bakar di tangki mobil ini bisa dipakai dalam jangka waktu dua sampai tiga bulan.

Jika lebih dari itu, otomatis bisa merusak mesin karena penurunan kualitas. Namun, ada hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah bahan bakar basi, yaitu:

  1. Hindari menyimpan bahan bakar di tangki mobil terlalu lama.
  2. Kalau ada rencana tidak menggunakan mobil dalam jangka waktu lama, maka kosongkan tangki bahan bakar untuk mengurangi risiko terbentuknya endapan.
  3. Meski tidak dipakai jalan, tetap panaskan mobil minimal dua kali dalam satu minggu. Cukup dengan menyalakan mesinnya di garasi untuk mencegah bensin mengendap.
  4. Hindari parkir di bawah sinar terik matahari karena bisa memicu suhu tinggi di dalam tangki mobil.

Nah, buat kalian Member NMAA, kini sudah tahu kan penyebab bensin basi begitu membahayakan? Supaya hal ini tidak terjadi, Anda harus rutin memanaskan mobil meski tidak dipakai.

Related Articles

Stay Connected

21,962FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Latest Articles