Teknologi Regenative Brake di Mobil Listrik, Apa Istimewanya?

NMAA News – Kemampuan mobil listrik sebagai kendaraan masa depan mulai dipertimbangkan oleh sejumlah pihak. Selain menawarkan efisiensi, juga diklaim lebih ramah lingkungan.

Menyoal jarak tempuhnya, mobil full listrik memiliki limit dari mulai komponen baterai terisi penuh hingga habis. Karena itulah pabrikan kendaraan membekali mobil masa depan tersebut dengan teknologi regenative braking supaya dapat menghemat daya baterai.

Dikutip dari berbagai sumber, sistem regenative braking mulai bekerja mengisi baterai dengan dengan memanfaatkan energi kinetik dari deselerasi mobil. Maksudnya, ketika kecepatan mobil dikurangi sistem ini mulai mengolah energi untuk mengisi daya baterai.

Konsepnya hampir sama dengan cara kerja engine brake di mobil pembakaran internal. Tapi, jenis mesin tersebut hanya menghasilkan energi terbuang atau membuat suhu mesin meningkat.

Ketika melepas pedal gas di mobil listrik, motor listrik yang masih berputar seketika menjadi sebuah dinamo yang dapat mengisi daya. Manfaat lain dari sistem ini juga membuat penggunaan rem lebih awet. Hingga berefek pada kinerja deselerasi dari motor listrik untuk menanggung beban saat deselerasi.

Sistem ini tentunya begitu terasa ketika bertemu dengan kondisi lalu lintas stop and go. Lantaran, pengemudi mobil listrik tidak selalu menginjak pedal. Apalagi fitur tersebut bisa mengatur secara perlahan melalui pedal di belakang setir kemudi.

Agi FR
Eks kontributor tunggal rubrik hiburan dan seni di salah satu Harian Umum Kota Bandung (2017-2018).

Related Articles

Stay Connected

22,503FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Latest Articles