Begini Awal Berdiri Gazoo Racing yang di Kancah Motorsport

- Advertisement -

NMAA News – Kehadiran lima unit kendaraan dengan trim GR Sport di Indonesia sekaligus merepresentasikan jejaring merek Gazoo Racing sebagai produk kendaraan sporty Toyota.

Melalui PT Toyota Astra Motor, Toyota perluas pilihan line-up Toyota Gazoo Racing di Indonesia dengan memperkenalkan 4 model GR Sport sekaligus yaitu Rush GR Sport, Fortuner GR Sport, Yaris GR Sport, Agya GR Sport, dan satu model GR karya anak bangsa, yaitu Veloz GR Limited, pada awal Agustus.

Lebih jauh, nomenklatur GR Sport sebagai tipe termewah menggantikan TRD Sportivo diperkenalkan pertama kali pada All New Toyota Raize GR Sport di April 2021 lalu. GR Sport merupakan penegas kendaraan tersebut sebagai sporty car terbaik yang ada di jajaran produk Toyota di Indonesia.

Terhitung sejak 14 tahun lalu, TAM sudah memperkenalkan luxury brand untuk kebutuhan mobilitas lebih luas. Lewat brand barunya, Toyota Gazoo Racing yang membawa spirit motorsport, berupaya menghadirkan ever-better cars menyenangkan untuk dikendarai di Indonesia dan memenuhi kebutuhan pelanggan berjiwa sporty.

Proyek Amatir

Sejarah Toyota dalam kancah motorsport sebetulnya sudah ada lebih dari 60 tahun. Seperti World Rally Championship (WRC), Dakar Rally,dan 24 Hours of Le Mans.

Seiring mewujudkan konsep “Roads Build People and Cars”, Toyota menyempurnakan setiap aspek mobilnya di jalanan dunia sebagai laboratorium penelitian mereka. Itulah yang membuat Toyota berkomitmen menyempurnakan setiap aspek mobilnya di jalanan dunia dan tanpa henti menerapkan pengetahuandan teknologi yang diperoleh dengan cara ini sebagai umpan balik.

Presiden Toyota Motor Corporation, Akio Toyoda percaya bahwa misi tersebut membuat mereka lebih peka terhadap keinginan konsumen. Memasuki 2007, tim in-house yang terdiri dari siswa test driver dan mekanik Toyota dipimpin oleh test driver Toyota, Hiromu Naruse untuk bersiap menjajal ajang balap ketahanan 24 Jam Nürburgring. Bahkan, Akio Toyoda yang saat itu masih menjabat jajaran petinggi juga terjun langsung dengan pebalap Toyota lainnya.

Ketika terjun langsung di Nurburgring, Naruse memiliki nama sebutan “Cap” sedangkan Toyoda menggunakan nama “Morizo”. Di momen bersamaan, lantaran belum memenuhi anggaran yang cukup untuk membangun mobil. Mereka mengembangkan mobil balap berbasis Toyota Altezzas dan BMW E90 sebagai proyek mobil balap. Sejumlah aktivitas mereka mulai dipublikasi melalui situs web Gazoo sebagai proyek balap amatir.

Foto: toyotagazooracing

Ada momen menarik saat tim Toyota terjun di kejuaraan balap saat itu, lantaran dia tidak diizinkan menyebut tim “Toyota Racing”. Oleh karena itu, tercetuslah nama Gazoo Team sebagai gantinya.

Nama yang berasal dari bahasa Jepang “Gazoo” atau Gazō artinya “image” atau gambar. Dikutip dari laman Autocar, bos Toyota Koei Saga menyebut “Asal usulnya adalah kata dalam bahasa Jepang, ‘gazo’, yang berarti ‘gambar’ atau ‘gambar’,” kata dia.

“Hampir 20 tahun yang lalu presiden kami ingin mengubah struktur perusahaan kami dan mengenalkan sistem online yang sangat baru menggunakan gambar mobil untuk penjualan kembali mobil bekas,” tambahnya.

Mereka menyebut situs internet ini gazoo.com, menggunakan ejaan bahasa Inggris. Ini menjelaskan arti di balik nama situs web tersebut untuk mobil bekas meski tidak ada hubungannya dengan balap itu sendiri.

Langkah evolusioner lain terjadi, dan itu berkaitan dengan para insinyur Toyota yang memiliki gambaran mental, atau gazo, tentang garasi yang dipenuhi mobil-mobil unik, mirip dengan tampilan profil samping mobil di situs web mobil bekas online perusahaan. Gazo, sebenarnya, memiliki arti yang sama dengan “garasi”. Yup, garasi mobil balap yang mendominasi lintasan!

Foto: toyotagazooracing

Berlanjut hingga 2009, tim terus berpartisipasi dalam sejumlah kelas di ajang motorsport dengan memperkenalkan mobil balap andalan mereka. Dari mulai mobil berbasis Lexus LF-A dan FT-86. Tak tanggung-tanggung, mobil eksperimen tersebut langsung diuji jalan di trek Nurburgring. Sederet nama pebalap profesional mengisi line up tim saat itu seperti Takayuki Kinoshita, Akira Iida, dan Hiroaki Ishiura.

Setelah Toyoda menjabat sebagai Presiden Toyota pada 2009, ruang lingkup Gazoo Racing makin berkembang. Bahkan, nama mereka mulai mengudara di beberapa perhelatan. Sebut saja, “86/BRZ Race” dan “Toyota Gazoo Racing Festival” sebagai acara rutin tiap November. Hingga melahirkan proyek konversi motorsport bernama “GRMN” (Gazoo Racing, Meister Nürburgring) dan “G’s/G Sports” (2010).

Setelah Toyoda menjabat sebagai Presiden Toyota pada tahun 2009, ruanglingkup Gazoo Racing telah berkembang, dan telah menyelenggarakan beberapaacara sirkuit seperti “86/BRZ Race” dan “Toyota Gazoo Racing Festival”, yang diadakan setiap bulan November. . Selain itu, diikuti kelahiran tim balap bernama Gazoo Racing tuning by Meister of Nurburgring (GRMN) dan “G’s/G Sports” pada 2010.

Foto: toyotagazooracing

Setahun kemudian, kondisi tim goyah usai kekosongan kepala mekanik yang diisi Hiromu Naruse yang dinyatakan meninggal dunia pada Juni 2010. Hal ini berimbas ke beberapa agenda tim saat mengembangkan mobil mereka.

Mencoba keluar dari keterpurukan, pada beberapa tahun selanjutnya tim harus mengoptimalkan kinerja mereka di lintasan. Hal yang tidaklah mudah ketika sang pemberi haluan telah tiada.

Pembauran Konsep

Sebetulnya, ada banyak juga divisi motorsport Toyota saat itu yang cukup memberikan prestasi di sejumlah kompetisi balap. Dari mulai tim Gazoo Racing, Toyota Racing dan Lexus Racing.

Semua tim tersebut akhirnya disatukan di bawah payung yang sama secara resmi pada 2015. Nama besar Toyota Gazoo Racing akhirnya tidak sekedar bertuga membuat mobil balap.

Hingga pada 2017, pabrik Toyota Gazoo berdiri dan mengembangkan kendaraan motorsport. Sebagai perusahaan in-house, ia memperkuat independensinya dan turut berkontribusi pada pembuatan mobil Toyota dengan memberikan kembali pengetahuan dan sensasi berkendara yang diadopsi dari ajang motorsport. Bahkan, mereka turut mengembangkan beberapa produk Toyota hingga menjadi line-up tersendiri, GR Sport.

Foto: toyotagazooracing

Setidaknya ada 3 klasifikasi pada line-up GR. Pertama ialah Pure GR, seperti Toyota GR Supra, yang dirancang dan dikembangkan langsung oleh Toyota Gazoo Racing. Ini dilakukan untuk mencapai spesifikasi tertinggi serta menghadirkan pengalaman berkendara yang sporty.

Kedua jenis lainnya yaitu GR Sport. Ada model yang dikembangkan tidak langsung dengan turun di ajang balap, tapi menggunakan pendekatan yang serupa. Para teknisi melakukan tuning untuk memberi sensasi berkendara layaknya sebuah mobil sport.

Terakhir ialah GR Sport yang lebih menyeluruh. Selain mengatur ulang mesin agar lebih kencang, Toyota Gazoo Racing juga melakukan beberapa ubahan di ekseterior dan interiornya. Jelas, mereka ingin memberikan performa ganas, tampilan gahar, serta feeling sporty bagi pengendaranya.

Related Articles

Stay Connected

22,935FansSuka
0PengikutMengikuti
3,378PengikutMengikuti
- Advertisement -

Latest Articles