Menuntut Kejelian, Begini Cara Analisa Kerusakan Sektor Kaki-kaki Mobil Secara Mandiri

- Advertisement -

NMAA News – Seiring pemakaian jarak jauh terkadang muncul gejala-gejala kerusakan mobil pada bagian tertentu. Apalagi jika sudah memasuki usia pakai cukup lama.

Salah satunya yaitu kondisi setir kemudi terasa bergetar. Kondisi tersebut ternyata menandakan terjadi kerusakan pada beberapa komponen di mekanisme penggerak.

Bahkan, bisa dialami saat mesin menyala meski mobil tidak berjalan. Hal ini menandakan masalah pada bagian engine mounting. Jika kondisi ini terjadi langkah yang paling mudah dilakukan adalah melakukan spooring dan balancing pada kaki-kaki mobil.

Foto: Freepik

Gejala ini biasanya terasa ketika mobil sudah berjalan tiap 100 meter atau kecepatan 40 hingga 60 km/jam. Oleh karena itu, penting melakukan spooring dan balancing untuk mengembalikan ke kondisi normal.

Spooring bertujuan untuk menyelaraskan gerak dan posisi kiri-kanan kir-kanan roda melalui tahap penyetelan. Sedangkan balancing ditempuh untuk menjaga keseimbangan roda melalui wheel balancer supaya putaran roda kembali seimbang. Biasanya balancing dilakukan terlebih dulu dilanjut spooring untuk menangani permasalahan pada roda tersebut.

Secara teknis Spooring berguna untuk membuat ban habis dengan kondisi rata. Sebab, jika posisi ban yang tidak duduk sempurna bakal mengurangi usia pakainya. Kondisi ini juga mempengruhi kenyamanan saat berkendara.

Baca Juga: Jap Wheel Cliniq: Spesialis Pijat Kaki-kaki Mobil di Bandung  

Proses setel ulang ban mesti dilakukan secara berkala untuk menyelaraskan posisi seimbang ban kanan dan kiri. Maka, para pemilik mobil disarankan melakukan spooring dan balancing setiap 15.000 hingga 20.000 km. Atau jika mulai terasa gejala roda saat mengemudi, semisal getaran, limbung, hingga setir berat, treatment ini bisa dilakukan segera.

Baca Juga: 10 Kerusakan Kaki-kaki Mobil dan Cara Mendeteksinya

Mesti dipahami, pada proses balancing juga dilakukan saat tambal ban, rotasi, dan penggantian ban baru. Kondisi narik ban dan velg masih belum sempurna. Bisa jadi titik terendah ban saat itu justru ada di titik terberat velg. Alhasil, mesti dilakukan balancing.

Cek Kondisi Kaki-kaki

Pilihan model, ukuran dan warna velg aftermarket memang menggiurkan. Akan tetapi, ketika masih pakai velg standar atau diganti dengan versi aftermarket juga harus rutin memeriksa kondisi kaki-kaki.

Tentunya, sebagai pengendara juga harus jeli terhadap perubahan yang berdampak krusial. Periksa sokbreker, per, bearing roda, tierod, dan ball joint. Apalagi jika ingin ganti velg. Pastikan kondisi semua komponen tersebut prima, tidak ada kebocoran serta kerusakan.

Lakukan kembali balancing dan spooring setelah mengganti velg dan ban agar kemudi tetap lurus dan setir tak bergetar saat mobil dibawa berkendara. Supaya racikan velg terikat presisi di sumbu roda, sematkan juga spacer nok pada lingkaran tengah velg untuk memastikannya tetap kokoh.

Related Articles

Stay Connected

22,850FansSuka
0PengikutMengikuti
3,050PengikutMengikuti
- Advertisement -

Latest Articles