Dari Seminar Toyota Indonesia – Universitas Udayana Bali: Wujudkan Ekosistem Hijau dan Indonesia Bebas Karbon

- Advertisement -

NMAA News – Setelah rangkaian Seminar Nasional yang dimulai di Universitas Diponegoro (UNDIP) di Semarang pada Mei 2022 lalu, pada Rabu (27/7/2022) Toyota Indonesia bersama Universitas Udayana Bali melanjutkan seminar nasional tahap kedua yang terkait dengan perwujudan lingkungan hijau dan berkelanjutan.

Adapun tema kali ini masih melanjutkan seri pertama di Semarang, yakni mengusung tema Seminar Nasional: 100 Tahun Industri Otomotif Indonesia, Mewujudkan Net Zero Emission di Indonesia: “Pariwisata Hijau dan Berkelanjutan Bali Menuju Net Zero Emission di Indonesia.”

Aktivitas seminar ini menjadi bentuk partisipasi aktif berbagai stakeholder pendukung, seperti sektor pendidikan, industri pariwisata, serta industri otomotif nasional untuk mewujudkan cita-cita Pemerintah mencapai target masa depan Indonesia ‘Bebas Emisi’.

Hal ini sebagai upaya terus mewujudkan komitmen tumbuh berkembang bersama masyarakat Indonesia, memberikan solusi kendaraan hijau, dan industri otomotif nasional yang sustainable menuju 50 tahun mendatang.

Seminar Nasional Wujudkan Indonesia Net-Zero Emission– Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Nandi Julyanto (kanan), Rektor Universitas Udayana Nyoman Gede Antara (tengah), Pemerhati Lingkungan dan Pakar Ekonomi Sirkular Alexander Sonny Keraf (kedua kanan), Wakil Rektor Universitas Udayana Ngakan Putu Gede Suardana (kedua kiri), dan Dekan Fakultas Teknik Universitas Udayana I Ketut Sudarsana (kiri) di depan Toyota Kijang Innova EV Study, di sela acara Seminar Nasional 100 tahun Industri Otomotif Indonesia Mewujudkan Net-Zero Emission di Indonesia bertema Pariwisata Hijau dan Berkelanjutan Bali Menuju Net-Zero Emission di Indonesia, di Kampus Universitas Udayana, Rabu (27/7).

Kolaborasi “Triple Helix” berupa sinergi positif Pemerintah, Akademisi, dan Industri dapat menjadi solusi nyata mencapai netralitas karbon yang merupakan target nasional yang harus dicapai pada 2060 mendatang.

Target Net Zero Emission menjadi sebuah tantangan tersendiri yang tidak mudah dicapai tanpa kolaborasi membangun dan andil semua pihak. Partisipasi seluruh elemen masyarakat dalam upaya Indonesia dan dunia yang lebih bersih, sehingga bisa dinikmati tidak hanya saat ini, namun berkelanjutan di masa depan.

Kehadiran kolaborasi “Triple Helix” juga menjadi penopang pembentukan ekosistem hijau yang menjadi langkah awal guna mencapai target netralitas karbon. Tatanan kehidupan menyeluruh dari proses hulu, hingga hilir, tentunya memerlukan kolaborasi dan dukungan seluruh stakeholder.

Pembentukan ekosistem hijau menjadi wujud nyata dalam upaya mengurangi karbon sebagai musuh bersama. Kami ingin mendukung Pemerintah, civitas akademia, dan industri untuk mengembangkan sistem mobilitas yang ramah lingkungan di Bali sebagai best practice destinasi wisata hijau, dengan memberi solusi teknologi kendaraan elektrifikasi lengkap, yang mengusung strategi multipathway, mengkombinasikan kendaraan rendah emisi seperti LCGC dan flexy engine, HEV, PHEV, BEV, dan FCEV serta menawarkan konsep mobilitas baru sehingga semua lapisan masyarakat dapat berkontribusi pada pengurangan emisi dalam mobilitasnya,” urai Bob Azam, External Corporate Affairs Director PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN).

Toyota Indonesia juga meyakini, ekosistem hijau didukung pula pengembangan SDM, khususnya generasi muda di pendidikan tinggi yang memegang peranan dan menjadi elemen penting. Hal ini menjadi inisiasi Toyota Indonesia mendukung rangkaian seminar nasional di UNUD.

Rangkaian seminar ini mengangkat isu ekosistem hijau dan penerapannya di Bali sebagai salah satu ‘best practice’ implementasi kendaraan elektrifikasi yang diterapkan dengan menentukan enclave tertentu seperti memanfaatkan potensi Bali sebagai daerah wisata.

Tantangan era elektrifikasi untuk membentuk ekosistem hijau butuh kehadiran dan peran aktif generasi muda. Para SDM penerus bangsa ini merupakan duta pembuka jalan menuju ekonomi hijau. Tidak hanya kemampuan secara ide dan kreasi, tapi juga secara wawasan soal ekosistem hijau.

“Khususnya yang akan melengkapi 50 spesifikasi dan keahlian baru bidang elektrifikasi saat mereka mengenyam pendidikan di masa perkuliahan. Saat lulus nanti, SDM nasional dapat berkontribusi bersama mendukung Pemerintah mewujudkan Indonesia bebas emisi di masa depan,” tambah Bob Azam.

Paparan seminar nasional disampaikan jajaran Pemerintah, Akademisi, hingga Pemerhati Lingkungan. Di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dr. (HC) Ir. Airlangga Hartarto, MBA, MMT; Menteri Lingkungan Hidup Prof. Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar M.Sc.; dan Gubernur Bali Dr. Ir. I Wayan Koster.

Hadir pula pembicara lain seperti Pemerhati Lingkungan dan Pakar Ekonomi Sirkuler Dr. Alexander Sonny Keraf yang memaparkan Sirkular Ekonomi untuk Sektor Pariwisata, Rektor Universitas Udayana Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng., IPU yang menjelaskan mendalam gambaran ideal pariwisata Bali yang hijau dan berkelanjutan.

Toyota EV Smart Mobility dukung pemanfaatan teknologi elektrifikasi dan pemulihan wisata di Bali

Kepala Pusat Komunitas Berbasis Energi Terbarukan Universitas Udyana, Prof. Ir. Ida Ayu Dwi Giriantari, M. Eng. Sc. Ph.D, menjelaskan Green Energy untuk Pariwisata Bali yang Hijau dan Berkelanjutan. Executive Vice President Toyota Daihatsu Engineering & Manufacturing & Executive Program Director Toyota Mobility Foundation, Prasanna K. Ganesh memberikan presentasi mengenai Mobilitas Hijau & Digital untuk Pariwisata Berkelanjutan

Toyota Indonesia yakin, kehadiran era elektrifikasi di Indonesia sangat ditopang pengembangan SDM sebagai elemen penting. Hal ini menjadi inisiasi penyelenggaraan rangkaian seminar nasional untuk mendukung upaya percepatan dan identifikasi aktivitas pengurangan karbon di setiap sektor potensial atau prioritas pemerintah dengan menggandeng 7 universitas nasional di Indonesia.

Acara pertama sukses diselenggrakan di Universitas Diponegoro (UNDIP). Selanjutnya masuk tahap kedua juga sukses berlangsung di Universitas Udayana (UNUD) Bali. Berikutnya, tahapan selanjutnya di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gajah Muda (UGM), Universitas Negeri Solo (UNS), dan Universitas Indonesia (UI).

Octo Budhiartohttp://nmaa.co.id
Berkecimpung di industri media otomotif nasional sejak September 1994. Telah menulis puluhan ribu artikel tentang fenomena dan tren dunia otomotif nasional maupun internasional. Aktif di berbagai komunitas otomotif dan punya kesukaan akan restorasi, modifikasi, teknologi, serta test drive mobil-motor terbaru.

Related Articles

Stay Connected

22,935FansSuka
0PengikutMengikuti
3,508PengikutMengikuti
- Advertisement -

Latest Articles