Mengendarai Mobil Manual Saat Macet Kopling Mesti Istirahat

- Advertisement -

NMAA News – Tanggal 30 Juli ini, umat Islam merayakan Tahun Baru 1 Muharram 1444 Hijriah. Jika melirik ke kalender, tanggal tersebut tertulis merah yang berarti masuk dalam kategori hari libur nasional.

Bagi sejumlah keluarga, momen libur panjang sudah disiapkan biasanya pada tanggal 29 Juli hingga 31 Juli untuk berekreasi akhir pekan maupun berkunjung ke sanak saudara. Mobil pribadi biasanya menjadi transportasi favorit karena terbilang praktis dan dapat membawa seluruh anggota keluarga.

Meski saat ini banyak mobil keluarga dengan transmisi otomatis, ada juga yang masih mempertahankan mobil dengan transmisi manual. Alasan ini biasanya menyasar, kebiasaan, gaya berkendara, maupun sensasi berbeda.

Karena itu, mesti memperhatikan juga penyakit mobil transmisi manual yaitu rusaknya kopling setelah perjalanan jauh. Sebab, dalam kondisi lalu lintas padat atau sering berhenti masih banyak pengguna mobil yang memilih menginjak kopling.

Biasanya pengguna mobil manual malas memindahkan tuas transmisi ke posisi netral selagi menarik rem saat kondisi macet.

Padahal, menginjak kopling dapat memunculkan dampak serius. Secara teknis, jika gas dan kopling masing-masing diinjak separuh, fungsi pengereman pada rem tangan menjadi diganti oleh kopling.

Hal ini menimbulkan kerusakan dini yang membuat kopling cepat aus dan beberapa dampak buruk lainnya. Seperti kerusakan pada flywheel dan cover clutch.

Disarankan, dalam kondisi macet para pengguna mobil transmisi manual memindahkan tuas transmisi ke posisi netral. Langkah ini, juga diikuti dengan menekan rem tangan. Jika ingin kembali jalan, tinggal menginjak kopling dan masuk gigi 1.

Related Articles

Stay Connected

22,935FansSuka
0PengikutMengikuti
3,432PengikutMengikuti
- Advertisement -

Latest Articles