Ruang Interior Wajib Diperhatikan Sebelum Memilih Mobil, Ini Alasannya

0
Foto : NMAA
- Advertisement -

NMAA News – Mobil keluaran baru tiap pabrikan di Indonesia tentu menyuguhkan berbagai pembaruan. Baik itu facelift, all new, atau varian baru sekalipun dibekali keunggulan untuk memikat konsumen.

Berbagai sektor diutamakan, apalagi jika ceruk pasar yang ditempuhnya terbilang ketat. Bisa dilihat dari model kendaraan paling diminati beberapa tahun terakhir, yaitu segmen Sport Utility Vehicle (SUV) atau Multi Purpose Vehicle (MPV).

Beda jenis mobil, beda harga, bisa dipastikan beda juga spesifikasi yang diusungnya. Dari aspek ini bisa dibilang jika ruang interior kerap tidak dipertimbangkan. Padahal, bagian interior tak kalah penting lantaran jadi tempat pengemudi dan penumpang berlama-lama menghabiskan waktu saat berkendara.

Interior Peugeot 106 Electric

Founder spesialis interior Vertue Concept Edy mengatakan, ketika memilih mobil baru cobalah terlebih dulu melirik spesifikasi interior.

“Jadi istilahnya jangan cuma tergiur fitur baru. Calon pembeli juga harus egois memilih mobil yang interiornya nyaman buat dinikmati,” terang Edy.

Yang mesti dipahami, saat modifikasi dan restorasi di ruang interior pemilik mobil dapat mengetahui bagian tertentu untuk dimodifikasi atau tidak.

“Maksudnya, sebelum membeli mobil pasti banyak pertimbangan apakah buat untuk dipakai keluarga, berapa jumlah keluarga dan lainnya. Pertimbangan dasar ini jadi tolok ukur nantinya kalau mobil tersebut akan dimodifikasi,” ujar Edy yang sudah merintis Vertue Concept sedari awal dekade 2000-an.

Foto: Ist @vertueconcept

Agar mudah dipahami, pertama-tama pemilik mobil lebih dulu melihat ide modifikasi atau referensi. Setelahnya, peran bengkel spesialis mengkonsep detail modifikasi amatlah penting.  Apakah estetik atau fungsional, sedangkan jika keduanya disandingkan tentu perlu memiliki konsep sebagai acuan.

“Karena disitulah peran seat maker, ketika bukan hanya menjawab keinginan customer untuk mengubah tampilan mobil. Karena seharusnya modifikasi atau restorasi secara ideal tidak berdampak terhadap kenyamanan fitur di interior itu sendiri. Bahkan kalau bisa dibuat semakin nyaman,” papar Edy.

Konsep OEM dan period-correct bakal semakin diminati baik di mobil keluaran lama atau baru. Meski tidak selalu dijadikan patokan, kenyamanan interior tetap diperhitungkan.

“Biasanya kan modifikasi interior itu ganti bahan pelapis jok, door trim, atau tutup console box. Kalau penanganannya keliru, pasti bakal berdampak. Contohnya ada beberapa mobil yang pakai material tipis, kalau ganti doortrim nantinya tembus. Jadi lebih baik modifikasi di bagian lain saja,” tutup Edy.

Setelah mengkonsep modifikasi, barulah memberi aksesori pelengkap seperti memasang captain seat, sampai aksesori seperti karpet injak.

- Advertisement -