Awal Karir Emmanuelle Adwitya Amandio, Ikut Trek-trekan Sampai Torehkan Prestasi di Ajang Drift Internasional

0
Foto : @emmanuelle_amandio
- Advertisement -

NMAA News – Pro Drifter asal Indonesia, Emmanuelle Adwitya Amandio sudah menjajaki karir di beragam kejuaraan drifting nasional dan internasional. Terakhir, Amandio sukses meraih gelar juara di ajang Russian Drift Series (RDS) GP putaran ke-5 dan titel juara 3rd Overall Standing D1 GP South East Asia.

Dua kompetisi drift internasional tersebut menjadi momen bersejarah bagi karirnya di dunia ‘mobil dansa’. Apalagi saat tim drifting sekaliber Rusia Forward Auto mengajaknya terjun di kejuaraan drift Russian Drift Series (RDS) GP menggantikan drifter asal Jepang, Masato Kawabata.

Pro drifter berjuluk Mr SR20 ini mengakrabi karir drifting saat terjun di ajang Goodyear Night Drift pada 2007 silam, disambut titel juara pertama di kelas Free For All.

Seperti apa sepak terjang Emmanuelle Amandio? Simak perjalananya dalam beberapa ulasan singkat berikut.

Foto : @emmanuelle_amandio

Balap Reli 

Emmanuelle Amandio atau sering disapa Dio mulai menggemari dunia motorsport dari trek-trekan motor. Dari sinilah ia memutuskan untuk merambah ke tahap profesional lewat ajang balap mobil berbagai jenis dan kelas.

Momen paling berkesan menurutnya ketika terjun di ajang balap reli nasional 2005 di usia 14 tahun membawa mobil reli berbasis Timor dan beralih ke Mitsubishi Lancer GTi. Padahal, saat itu pebalap seniornya Rifat Sungkar juga turut dalam kejuaraan yang sama.

Foto : @emmanuelle_amandio

Di tengah banyak keterbatasan, Dio tetap meneguhkan tekadnya meraih gelar juara di tiap kejuaraan balap. Dari sinilah mental juara Amandio semakin terasah, membuatnya yakin dengan passion yang digelutinya. “Kalau nggak pulang bawa piala jangan balap lagi,”ujar Dio mengikuti ucapan sang Ibu setiap akan berlaga di ajang motorsport.

Menjajal Kelas Motorsport

Sembari berkiprah di kejuaraan rally nasional, Dio rupanya terjun di kelas motorsport lain seperti balap touring, slalom dan drag race. Sayangnya, saat event Rally di Indonesia vakum pada rentang 2008-2009 karir Dio di dunia Rally sedikit tersendat. Meskipun saat itu ia sudah membangun Mitsubishi Lancer Evo VIII untuk terjun di Grup N.

Foto : @emmanuelle_amandio

Sampai akhirnya, titik balik karir motorsport Dio mulai terang setelah membeli Nissan Silvia ketika harganya saat itu belum ‘gelap’ seperti sekarang. Dalam proses mengenal olahraga drifting, Dio tetap berpegang teguh kalau skill berkendara profesional tetap yang utama. Barulah setup mobil kemudian.

Kejuaraan Drift

Seiring waktu, Dio merasa kemampuan mengemudinya mesti terus diasah lewat beragam ajang drift. Bemula dari ajang Goodyear Night Drift (2007) meraih gelar juara dan juara kedua dalam ajang yang sama di tahun berikutnya.

Lanjut ke 2009, Dio kembali mengunci kemenangan di posisi runner up dalam ajang Achilles Drift Battle.

Foto : @emmanuelle_amandio

Momen ini, turut menjadi penentu kesuksesan Dio merambah ke ajang Formula Drift Asia setelah dilirik pihak Achilles. Bahkan, pencapaian manis diraihnya dengan titel Top 3 Formula Drift Asia (2010).

Tak cukup sampai disitu, Dio bahkan belajar drifting dan meramu setting alignment sebuah mobil drift/balap secara proper di negeri Sakura.

Pro Drifter

Setelah menyerap banyak ilmu drifting dari negara asalnya di Jepang, skill berkendara Dio akhirnya membuahkan kemenangan di ajang D1 GP (2013), D1GP (2014), juga masuk dalam jajaran Top 20 QTT di seri 4 dan 5, sampai Top 30 Pro Drifter D1GP (2014) sampai akhirnya masuk dalam Top 16.

Foto : @emmanuelle_amandio

Sampai hari ini, bagi Emmanuelle Amandio regenerasi drifter muda di rentang usia 20 tahun menjadi lawan yang cukup menantang. Ia berharap, ke depannya semakin banyak regenerasi di kancah drifting Indonesia yang berani menjajal kompetisi internasional. Skill nomor satu, barulah menyesuaikan setup mobil.

Foto : @emmanuelle_amandio
Foto : @emmanuelle_amandio
Foto : @emmanuelle_amandio
Foto : @emmanuelle_amandio
- Advertisement -