Bersiap Sambut Elektrifikasi, Otoklix Cetak Pertumbuhan Tahunan Dua Kali Lipat

0
- Advertisement -

NMAA News – Perusahaan teknologi bidang aftermarket otomotif berbasis di Indonesia, Otoklix, hari ini Jumat (8/9/2023) mengumumkan pencapaian pertumbuhan tahunan positif yang mendekati profitabilitas. Otoklix juga ungkapkan rencananya memegang peran sentral perbaikan infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia.

Berdiri pada 2019, Otoklix tengah mengubah sektor aftermarket otomotif di Indonesia yang semula terfragmentasi dan tidak efisien. Pada dua tahun terakhir, startup teknologi ini melaporkan pertumbuhan pendapatan dua kali lipat dari tahun ke tahun/year-over-year (y-o-y), dan pertumbuhan ekonomi unit yang positif dengan angka dua digit.

Pertumbuhan ini lebih cepat daripada pertumbuhan pendapatan utamanya, dan berhasil membawa perusahaan ini mencapai keuntungan dalam waktu 12 bulan.

Sektor aftermarket otomotif Indonesia merupakan salah satu terbesar di Asia Tenggara. Otoklix memperkirakan, nilainya mencapai sekitar US$16 miliar. Meskipun memiliki pertumbuhan besar, industri ini masih dihadapkan berbagai rintangan.

Di Indonesia, layanan perbaikan kendaraan telah lama menjadi proses rumit. Dealer resmi menghadapi biaya tinggi dan waktu tunggu panjang. Di sisi lain, sektor bengkel independen yang menguasai 80% pasar, mengalami masalah seperti risiko penipuan, kurangnya standarisasi, dan pelayanan purna jual tidak memuaskan.

Bahkan, banyak bengkel independen masih menggunakan metode manual dengan pena dan kertas untuk mengelola transaksi yang menghambat perkembangan dan profitabilitas mereka.

Dengan dukungan awal AC Ventures sebagai investor utama, Otoklix mengambil langkah tegas mengatasi masalah ini. Bagi pemilik kendaraan, platform ini menawarkan proses pemeliharaan kendaraan lebih mudah, lebih terstandarisasi, dan transparan.

Pengguna dapat menemukan dan mengakses layanan di bengkel independen yang direkomendasikan di sekitarnya, dan menerima jaminan transaksi di lokasi yang bekerja sama dengan Otoklix.

Bagi pebengkel, Otoklix menyediakan perangkat lunak manajemen hubungan pelanggan dan manajemen rantai pasokan kuat, dirancang untuk signifikan meningkatkan pendapatan, margin, dan efisiensi operasional.

Pertumbuhan finansial startup ini sama mengesankan kemajuan teknologi mereka. Otoklix mengungkapkan, mereka akan mencapai keuntungan dalam waktu satu tahun. Dasar keuangan mereka adalah bukti model bisnis perusahaan yang efektif, dan tingginya permintaan atas layanan mereka di pasar.

Terkait inisiatif masa depan, Otoklix memiliki rencana ambisius. Salah satu rencananya, membuka bengkel sendiri meningkatkan margin. Perusahaan ini sedang menjajaki solusi bisnis-ke-bisnis (B2B), bekerja sama erat dengan klien korporat seperti Telkom Group.

Di sisi teknologi, mereka sedang kembangkan kecerdasan buatan (AI) eksklusif, dengan tujuan mengotomatisasi proses data dan diagnostik untuk meningkatkan efisiensi di bengkel. Otoklix juga bersiap menjadi pelopor di sektor aftermarket kendaraan listrik di Indonesia dengan berfokus pada persiapan dan pendidikan tim bengkel untuk melayani motor listrik.

Startup ini telah memasuki kemitraan strategis dengan perusahaan minyak dan gas milik negara, Pertamina, untuk memulihkan kembali jaringan layanan Bright Olimart di stasiun bensin Pertamina. Kemitraan ini diharapkan akan memperluas jangkauan Otoklix sambil menambahkan lapisan kenyamanan dan kepastian tambahan bagi pemilik kendaraan di seluruh negeri.

Ini menunjukkan, pasar Indonesia siap menerima inovasi teknologi yang mengatasi permasalahan konsumen secara nyata, sambil memberi sektor tradisional alat yang diperlukan untuk bersaing dalam jaman modern. Pertumbuhan luar biasa startup ini merupakan bukti meyakinkan kesesuaian produk dengan kebutuhan pasar.

Martin Reyhan Suryohusudo, Pendiri dan CEO Otoklix, mengatakan, “Dalam waktu dua tahun, Otoklix mencapai pertumbuhan pendapatan dua kali lipat dari tahun ke tahun, dan data tidak berbohong—ada potensi besar belum tergali di sektor aftermarket otomotif Indonesia.”

Ketika sektor ini menghadapi tantangan seperti kurangnya standarisasi dan ketidakefisienan, kami melihat ini bukan sebagai hambatan, tetapi sebagai peluang. Peluang memberikan solusi digital transformatif yang tidak hanya membuat pemeliharaan kendaraan menjadi pengalaman mulus bagi pemiliknya, tetapi juga mendorong keunggulan operasional bagi bengkel independen.

Martin menambahkan, “Pertumbuhan persentase dua digit kami dalam ekonomi unit yang positif juga menunjukkan, kami berada di jalur benar, dan ini baru permulaan. Saat kami mendekati keuntungan, kami bersiap merebut pangsa pasar yang lebih besar dan menetapkan standar industri baru, membuat Otoklix menjadi pilihan utama perawatan otomotif di Indonesia.”

- Advertisement -