Nostalgia Coupe 1980-an, Toyota Soarer Kandas Berkonsep Low Rider

0
Foto: Larry Chen/Carbuzz
- Advertisement -

NMAA Proper Modz – Coupe kelahiran 1988, Toyota Soarer terbilang langka ditemukan saat ini. Padahal, salah satu ikon JDM dari dekade 1980-an ini terbilang istimewa.

Berpindah ke Amerika Serikat (AS), modifikator Ryan Rea membuka potensi modifikasi Toyota Soarer dengan mengadopsi konsep Low Rider.

Perpaduan mobil asal Jepang bergaya khas kultur modifikasi AS, sukses membuat tampilan Soarer makin menarik dilirik.

Foto: Lerry Chen/Carbuzz

Mobil ini diimpor langsung dari Jepang setelah memenuhi syarat impor 25 tahun. Sebab, pasar AS hanya menerima kembaran Toyota Soarer, Lexus SC.

Sudah sejak lama Ryan berniat mendatangkan langsung Toyota Soarer dari Jepang. Tepatnya, ketika dia melihat jenis mobil yang sama saat usianya masih 16 tahun.

Pada build kali ini, Ryan menjejalkan konsep Low Rider yang menghasilkan visual look kandas berkat tambahan over fender berbahan kuningan. Dibaliknya sudah mendapat velg lebar dari merek Dalton 72 berbalut ban profil tipis.

Untuk menampung velg diameter cukup ekstrem ini, ruang fender rupanya sudah di roll atau radius fender agar menghasilkan fitment pas, juga anti gesrot. Konstruksi kaki-kaki serba custom diimbangi dengan suspensi udara (airsus) sebagai sistem penopang bodi.

Foto: Larry Chen/Carbuzz

Menambah rapat bagian bodi ke aspal, dua buah fender emas dijembatani oleh side skirt berdesain minimalis.

Tampilan menarik lainnya terlihat dari modifikasi di sektor buritan berkat pemasangan lampu berbentuk bulat dengan imbuhan ornamen warna emas. Unsur pemanis di belakang, terlihat dari muffler knalpot berbentuk bintang.

Meski dibalut oleh kelir minimalis, ornamen emas yang terbuat dari kuningan ini menambah kesan classy Toyota Soarer sebagai coupe terbatas yang hadir di AS.

Foto: Larry Chen/Carbuzz

Masuk ke ruang kabin, tampilan orisinal Toyota Soarer masih tetap terjaga. Hanya ada beberapa part modifikasi yang bersifat aksesori, misalnya twisted bar pada setir dan shifter.

Foto: Larry Chen/Carbuzz

Dibalik kap, mesin twin-turbo 1G inline-six 2.0 liter belum mendapat rombakan serius yang mengacu pada performa.

Konfigurasi natrurally aspirated tanpa turbo saja, sanggup menghasilkan tenaga 180 hp.

- Advertisement -