NMAA News – Era Alpina sebagai rumah modifikasi independen resmi berakhir. Mulai 1 Januari 2026, BMW Group sepenuhnya mengambil alih merek legendaris tersebut dan memperkenalkannya sebagai BMW Alpina, sebuah brand baru yang berdiri di dalam struktur BMW Group.
Langkah ini menandai perubahan besar dalam sejarah panjang hubungan BMW dan Alpina yang telah terjalin sejak dekade 1970-an.
Selama puluhan tahun, Alpina dikenal sebagai spesialis yang mengolah mobil BMW menjadi versi lebih eksklusif, berperforma tinggi, namun tetap mengutamakan kenyamanan.
Berbeda dengan BMW M yang berkarakter agresif dan sporty, Alpina selalu mengambil jalur “grand touring” yang halus, mewah, dan berkelas. Kemitraan keduanya berjalan di bawah perjanjian lisensi jangka panjang, yang secara resmi berakhir pada 31 Desember 2025.

Dengan berakhirnya perjanjian tersebut, BMW kini memegang kendali penuh atas merek Alpina. Namun, alih-alih menghapus nama besarnya, BMW justru mengangkatnya ke level baru sebagai brand resmi pabrikan, sejajar dengan lini BMW lainnya.
BMW Alpina diposisikan sebagai merek yang menyasar konsumen premium yang menginginkan kombinasi performa tinggi, kenyamanan superior, dan tingkat personalisasi yang lebih mendalam.
Brand ini disebut akan mengisi celah antara BMW kelas atas dan Rolls-Royce, dengan fokus pada kemewahan yang tetap bisa dinikmati untuk berkendara jarak jauh.
Identitas visual BMW Alpina juga mendapat sentuhan baru. Penulisan nama “ALPINA” akan tampil sebagai wordmark khusus di bagian belakang mobil, terinspirasi dari gaya klasik Alpina era 1970-an.
Sementara itu, logo ikonik bermotif throttle dan crankshaft yang telah diperbarui pada 2025 masih menyisakan tanda tanya, apakah akan tetap digunakan secara luas di model-model mendatang.
Dari sisi produk, BMW Alpina tidak lagi sekadar versi modifikasi dari model BMW yang sudah ada. Ke depan, mobil-mobil Alpina akan dikembangkan lebih terintegrasi sejak tahap perancangan.
Beberapa model yang santer dibicarakan antara lain generasi terbaru Alpina berbasis BMW 7 Series, serta kemungkinan varian SUV mewah berperforma tinggi seperti X7 dan bahkan versi elektrifikasinya.
Perubahan besar ini memicu beragam reaksi dari komunitas otomotif global. Sebagian enthusiast menyambut positif langkah BMW yang memberi status resmi dan masa depan lebih jelas bagi Alpina.
Namun, tak sedikit pula yang khawatir karakter Alpina yang independen dan “niche” akan memudar di bawah kendali pabrikan besar.
Satu hal yang pasti, transformasi ini menutup satu bab penting dalam sejarah Alpina, sekaligus membuka era baru.
BMW Alpina kini bukan lagi sekadar mitra, melainkan bagian utuh dari strategi BMW dalam menghadirkan kendaraan mewah berkarakter unik, nyaman, dan tetap bertenaga.

