Tren Modifikasi 2026: ‘Daily Proper – Less is More’ Jadi Acuan Rasional

0
- Advertisement -

NMAA News – Hidup ideal itu, ketika tidak seterusnya nyaman di satu posisi dan nasib. Life is change, begitu kata para motivator. Target berubah dan perubahan bikin kita jadi bergerak dan tersulut untuk maju beradaptasi.

Salah satu aspek yang pengaruhi kehidupan jadi tidak monoton, menjalani hobi. Hobi pun bisa bermacam wujud. Bagi kami dan para petrolhead lainnya, hobi otomotif tentunya jadi solusi pilihan terbaik.

Suasana IMX 2025

Namun, hobi pun mirip aspek kehidupan lainnya. Supaya jadinya tidak monoton, bikin bete, bahkan jadi ‘garing’ gak tahu harus ngapain lagi. Ujung-ujungnya jadi serba salah dalam memperlakukan barang otomotif hobi kita sendiri.

Untuk itu, hobi sebagai wadah relaksasi juga patut jalani perubahan inovatif dan kreatif. Kenapa? Ya supaya hobi jadinya tidak bikin bete dan garing tadi.

Nah, hobi otomotif yang fokus ke modifikasi tentunya membuka pintu lebar atas perubahan itu. Yang bisa bikin tidak hanya soal passsion yang berjalan, tapi juga menyentuh tentang ide, gagasan, kreasi dan inovasi.

Salah satu contoh modifikasi simpel untuk harian

Biar gak bete dan garing itu, perkembangan dunia modifikasi pun akhirnya memiliki tren tersendiri. Mengolah ide-gagasan menjadi karya kreatif dan inovatif. Bagaimana mengolah hasrat jadi hal yang konkrit.

Trend itu sendiri memiliki makna arah atau pola perkembangan umum yang sedang populer, banyak dibicarakan dan digunakan orang pada waktu tertentu. Kecenderungan ini bisa naik, turun, bahkan stabil mengikuti polanya sendiri yang mencerminkan kecenderungan perilaku atau minat masyarakat luas.

Terkait trend modifikasi kendaraan khususnya di roda empat untuk 2026 ini, founder National Modificator and Aftermarket Association (NMAA) yang juga Direktur Indonesia Modification and Lifestyle Expo (IMX) Andre Mulyadi memberi prediksi kalau di tahun ini modifikasi mobil akan terus ‘menyala’ dan memberi inspirasi positif.

“Kami di NMAA ingin arah modifikasi tahun ini (2026) hasilnya itu bisa lebih proper lagi. Karya modifikasi yang dibuat, bisa digunakan tidak hanya untuk sekadar mobil pajangan, tapi juga bisa digunakan layak untuk harian,” tukas Andre yang juga penggemar sneaker ‘rare’ ini.

Warna-warna pastel masih diminati pada 2026 ini

Menurut pria berkacamata klimis yang selalu tampil trendy ini, tren modifikasi 2026 bakal didominasi oleh mobil-mobil yang di-upgrade secara performa mesin atau ke arah aliran street race.

“Mengacu penyelenggaraan IMX & Lifestyle 2025 kemarin, kita bisa lihat bagaimana modifikasi di sektor mesin semakin banyak, inovatif dan attention to detail-nya semakin proper dan memikat,” ungkap Andre.

Aplikasi Cat Spider di IMX 2025

Ditambahkannya, kalau di 2026 trend mofifikasi bakal kembali lagi ke arah street race. Karena aliran ini dinilai yang paling sesuai untuk kondisi sekarang. Namun, tentunya ketentuan modifikasinya harus tetap proper.

Hal ini juga diperkuat pada performa penampilan Liberty Walk pada IMX 2025 kemarin. Konsep street race yang diusungnya begitu menyedot perhatian. Termasuk juga beberapa kontestan IMX lainnya yang menyodorkan konsep serupa. Turut menyita perhatian pengunjung.

Toyota GT86 Liberty Walk by Rainworks.id Unjuk Gigi di IMX 2025: Sleeper Tapi Kejam, Penuh Detail dan Presisi!

“Modifikasi yang mengarah pada upgrade performa ini tentunya yang sesuai dengan karakter mobil itu sendiri. Apalagi terpenting bisa digunakan secara daily use. Namun tidak kalah kalcer saat diajak nongkrong, dan tetap mumpuni digunakan mornin’ run. Bahkan tidak masalah ketika harus tampil di show,” beber Andre.

Menurut Andre, soal ‘fit & proper’ ini memang harus terus digaungkan agar berimplikasi kuat pada positivisme dunia modifikasi itu sendiri. Standar modifikasi Indonesia dari tahap pengerjaan hingga finishing terlihat rapih.

Dikatakan Andre, paralel dengan perubahan yang dilakukan, standar modifikasi di Indonesia juga bisa terus bergerak dan beranjak naik kelas, hingga semakin sempurna kualitas hasil akhirnya.

“Kita ingin tren modifikasi di Indonesia tiap tahun -apapun itu alirannya- terus berubah memperbaiki diri untuk kesempurnaan terbaik dan diakui dunia. Konsepnya harus jelas diikuti pengerjaan yang berkualitas,” imbuh Andre yang juga berkomitmen detail pada setiap penampilan diri hariannya.

Terkait aliran street race yang masih digemari hingga tahun berjalan ini, Andre mengungkapkan bahwa tidak hanya sektor mesin yang berkembang, tapi juga sektor lainnya.

“Pilihan velg berkonsep racing berikut bannya ikut naik dan bertambah variannya. Begitu pula beberapa parts atau komponen penunjang konsep street race yang simpel juga bertambah. Jadi segala sesuatunya yang sesuai konsep itu akan mewabah di tahun ini,” ungkapnya.

Pilihan warna putih diprediksi tetap dominan mewarnai dunia modifikasi Indonesia di 2026

Untuk unsur penampilan yang mendukung konsep street race, pilihan warna cat bodi berkarakter seperti pilihan warna pastel yang ceria dan monokrom yakni putih, abu-abu solid, hingga hitam diprediksi bakal tetap bertahan.

Seperti disebut di judul atas, ‘daily proper – less is more’, memberi pemahaman kalau less is more lebih mengarah pada ‘lebih baik modifikasi simpel namun sempurna dan multiguna.

“Less is more ini tentunya banyak keuntungan dari segi budget maupun penampilan. Dibandingkan modifikasi yang ‘heavy’ namun detailnya banyak yang terlupakan atau tidak rapih,” imbuh Andre.

Debut Alpine Style di IMX 2025: Mengubah Jimny JB74 versi Neo-Klasik California. Simpel tapi berkarakter

Baginya, ia meberi permisalan seperti; mending bumper tidak diganti tapi modifikasinya lebih proper, dibanding ganti bumper tapi modifikasinya tidak rapih.

“Namun bila dimodifikasi dengan konsep jelas dan pengerjaan lebih rapih, hasilnya bisa lebih ciamik dibanding part OEM-nya. Dalam konteks ini ya jadinya lebih baik dimodifikasi kan,” ujar Andre.

Bila faktor proper sudah terpenuhi. maka ketika mobil ini akan dipakai harian, bisa membawa manfaat tak hanya secara fisik tampilan. “Bila hasilnya rapih, tentunya akan nyaman dipakainya. Ini berpengaruh pada feeling mengemudi, di jalan pun jadinya ‘adem’,” pungkas Andre.

Yesss! Less is More, Daily Proper is a Must!

 

 

 

 

 

- Advertisement -